Bale Bandung

Terbang Buhun: Ketika Tradisi Bertahan di Tengah Deru Mesin Industri Majalaya

×

Terbang Buhun: Ketika Tradisi Bertahan di Tengah Deru Mesin Industri Majalaya

Sebarkan artikel ini

balebandung.com – Majalaya dikenal sebagai salah satu kawasan industri tekstil terbesar di Kabupaten Bandung. Julukan sebagai “Kota Dolar” pernah melekat karena geliat ekonominya yang tumbuh pesat sejak dekade 1960-an. Di balik deretan pabrik dan aktivitas industri yang tak pernah berhenti, ternyata masih hidup satu warisan budaya yang usianya jauh lebih tua dari mesin-mesin produksi itu: Terbang Buhun.

Bagi masyarakat Sunda, Terbang Buhun bukan sekadar pertunjukan musik tradisional. Kesenian ini lahir dari tradisi dakwah Islam yang dipadukan dengan budaya lokal. Syair-syair salawat, pujian kepada Allah SWT, serta nasihat kehidupan dilantunkan dengan iringan rebana dan alat musik tradisional lainnya. Dahulu, kesenian ini menjadi bagian penting dalam berbagai upacara adat, mulai dari khitanan, pernikahan, syukuran, hingga ritual ngaruwat.

Perubahan besar terjadi ketika Majalaya berkembang menjadi kawasan industri. Pola hidup masyarakat berubah. Banyak warga yang sebelumnya bergantung pada sektor pertanian beralih menjadi buruh pabrik, pedagang, atau pekerja sektor jasa. Pergeseran ini ikut memengaruhi fungsi Terbang Buhun. Jika dahulu lebih banyak hadir dalam ruang-ruang sakral, kini kesenian tersebut juga tampil sebagai hiburan masyarakat dalam berbagai acara.

Meski demikian, perubahan fungsi tidak lantas menghilangkan identitasnya. Nilai religius, pesan moral, dan penghormatan terhadap leluhur tetap menjadi ruh utama yang dipertahankan oleh para pelaku seni. Dalam setiap pertunjukan, penonton masih dapat mendengar lantunan salawat, petuah kehidupan, serta filosofi yang diwariskan secara turun-temurun.

Salah satu kelompok yang masih konsisten melestarikan kesenian ini adalah Terbang Buhun Medal Keramat Campaka Mulya di Majalaya. Kelompok ini mempertahankan lagu-lagu klasik seperti Ayun Bambang, Sifat Nabi, Wangsit Siliwangi, hingga Kembang Gadung. Di sisi lain, mereka juga mulai beradaptasi dengan menambahkan instrumen modern seperti kendang, terompet, keyboard, serta menghadirkan juru kawih agar pertunjukan lebih diterima oleh generasi muda.

Kemampuan beradaptasi inilah yang menjadi salah satu kunci daya tahan Terbang Buhun. Tradisi tidak dipertahankan secara kaku, tetapi berkembang mengikuti perubahan zaman tanpa kehilangan nilai-nilai utamanya.

Strategi pelestarian juga memasuki ruang digital. Para pelaku seni mulai memanfaatkan Facebook, YouTube, hingga TikTok untuk mendokumentasikan dan memperkenalkan pertunjukan mereka kepada masyarakat yang lebih luas. Kehadiran media sosial membuat Terbang Buhun tidak lagi hanya dinikmati oleh warga Majalaya, tetapi juga dapat disaksikan oleh masyarakat dari berbagai daerah.

Dukungan pemerintah daerah juga memberi ruang bagi kesenian tradisional untuk tetap hidup. Salah satunya melalui penyelenggaraan Majalaya Car Free Night, yang tidak hanya menjadi ajang hiburan dan perputaran ekonomi masyarakat, tetapi juga panggung apresiasi bagi seni tradisi lokal. Kegiatan semacam ini menunjukkan bahwa pembangunan ekonomi dan pelestarian budaya tidak harus berjalan sendiri-sendiri.

Di tengah derasnya arus modernisasi, Terbang Buhun mengajarkan bahwa tradisi tidak selalu kalah oleh perubahan. Selama ada pelaku seni yang mau beradaptasi, masyarakat yang tetap menghargai warisan budaya, serta pemerintah yang memberikan ruang untuk berekspresi, kesenian tradisional akan terus menemukan jalannya untuk bertahan.

Terbang Buhun bukan hanya cerita tentang musik tradisional. Ia adalah cermin bagaimana identitas budaya mampu hidup berdampingan dengan perkembangan industri. Di tengah hiruk-pikuk pabrik tekstil Majalaya, bunyi rebana dan lantunan salawat masih terdengar—menjadi pengingat bahwa kemajuan tidak harus menghapus akar budaya yang telah diwariskan para leluhur.***

Oleh: Ilham Rahman Anwar¹, Pepep Didin Wahyudin², Program Studi Karawitan, Fakultas Seni Pertunjukan, ISBI Bandung

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bale Bandung

KUTAWARINGIN, balebandung.com – KONI Kabupaten Bandung tetap optimistis membidik 100 medali emas pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XV Jawa Barat 2026, meskipun menghadapi keterbatasan anggaran. Optimisme tersebut bertumpu pada pola pembinaan atlet yang telah berjalan sejak awal serta potensi sejumlah cabang olahraga andalan untuk mendulang medali. Ketua KONI Kabupaten Bandung, Yana Suryana yang akrab disapa […]

Bale Bandung

KUTAWARINGIN, balebandung.com – Kabupaten Bandung membidik 100 medali emas pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XV Jawa Barat 2026. Target tersebut menjadi sasaran 1.464 atlet, pelatih, dan ofisial yang dikukuhkan dan dilepas menuju ajang olahraga tingkat provinsi itu di Gedung Gymnasium SOR Si Jalak Harupat, Kecamatan Kutawaringin, Sabtu (24/10/2026). Dari total kontingen tersebut, sebanyak 929 merupakan […]

Bale Bandung

CIPARAY, balebandung.com – Bupati Bandung Dadang Supriatna (KDS) mengajak masyarakat memperkuat doa, rasa syukur, dan introspeksi diri sebagai ikhtiar bersama dalam menjaga keselamatan serta mendorong kemaslahatan Kabupaten Bandung. Ajakan tersebut disampaikan KDS saat menghadiri kegiatan istighosah dan doa bersama untuk keselamatan dan kemaslahatan Kabupaten Bandung di Pondok Pesantren Al-Munawwaroh Sapan, Desa Sumbersari, Kecamatan Ciparay, Sabtu […]

Bale Bandung

SOREANG, balebandung.com – Paduan suara FatNU Voice yang diinisiasi Pimpinan Cabang (PC) Fatayat NU Kabupaten Bandung melalui Bidang Seni dan Budaya tampil perdana dalam Upacara Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026 tingkat Kabupaten Bandung di Lapang Upakarti, Soreang, Kamis (22/10/2026). Kehadiran FatNU Voice menjadi langkah awal PC Fatayat NU Kabupaten Bandung dalam mengembangkan potensi kader perempuan […]

Bale Bandung

SOREANG, balebandung.com – Polresta Bandung menggelar operasi penindakan premanisme dan pelanggaran penyakit masyarakat di wilayah Kecamatan Banjaran dan Kecamatan Katapang, Kabupaten Bandung, Kamis (22/10/2026). Dalam kegiatan yang berlangsung mulai pukul 11.00 hingga 17.00 WIB tersebut, petugas mengamankan 21 orang yang diduga melakukan aktivitas berkedok pedagang asongan, juru parkir liar, dan pak ogah, serta menyita sebanyak […]

Bale Bandung

SOREANG, balebandung.com – Sebagai bentuk komitmen dalam membangun generasi Qur’ani, BAZNAS Kabupaten Bandung turut mendukung kesejahteraan 1.012 guru ngaji melalui program bisyarah BAZNAS. Dukungan ini menjadi wujud kepedulian terhadap para pendidik Al-Qur’an yang selama ini berperan penting dalam membimbing anak-anak dan masyarakat mempelajari kitab suci. Di tengah besarnya tantangan pendidikan keagamaan, keberadaan guru ngaji menjadi […]