Bale Jabar

Festival Al Jabbar Mulai Dikeroyok Kampus, Seniman dan Tokoh Masyarakat

×

Festival Al Jabbar Mulai Dikeroyok Kampus, Seniman dan Tokoh Masyarakat

Sebarkan artikel ini

BANDUNG, balebandung.com — Dukungan terhadap penyelenggaraan Festival Al Jabbar terus menguat. Setelah digagas sebagai ruang kolaborasi seni, budaya, dan syiar Islam, festival tersebut kini mulai mendapat respons positif dari berbagai kalangan, mulai akademisi, seniman, budayawan, praktisi event, hingga pengurus Masjid Raya Al Jabbar.

Komitmen itu mengemuka dalam rapat koordinasi panitia Festival Al Jabbar di Ruang Edukasi Masjid Raya Al Jabbar, Kota Bandung, Selasa (29/7/2026). Sekitar 50 peserta menghadiri pertemuan tersebut dari total 70 undangan yang disebarkan panitia.

Ketua Lembaga Seni Budaya dan Peradaban Islam (LSBPI) MUI Jawa Barat, Bambang Melga Suprayogi menegaskan, langkah pertama yang harus segera diselesaikan panitia adalah menerbitkan Surat Keputusan (SK) Kepanitiaan. Dokumen tersebut dinilai penting sebagai dasar legal sekaligus pijakan seluruh panitia dalam menjalankan setiap tahapan persiapan festival.

Menurut Bambang yang juga Ketua Pelaksana Festival Al Jabbar ini mengatakan, antusiasme berbagai elemen masyarakat menjadi energi besar bagi panitia untuk menghadirkan festival yang berbeda dibanding agenda budaya lainnya.

Bambang bilang Festival Al Jabbar tidak hanya akan menghadirkan pertunjukan seni dan budaya, tetapi juga menjadi ruang pertemuan para pemikir Islam, akademisi, komunitas kreatif, hingga pelaku industri kreatif dalam satu panggung kolaborasi.

“Semakin banyak pihak yang terlibat, semakin kaya pula gagasan yang lahir. Festival Al Jabbar kami harapkan menjadi ruang bersama yang mampu mempertemukan nilai seni, budaya, ilmu pengetahuan, dan syiar Islam dalam satu ekosistem,” ujarnya.

Dukungan juga datang dari sejumlah perguruan tinggi yang menyatakan kesiapan bergabung dalam kepanitiaan maupun pengembangan konsep festival. Beberapa kampus yang hadir di antaranya Telkom University, Universitas Muhammadiyah Bandung, Ikatan Alumni ISBI Bandung, UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Institut Teknologi Nasional (Itenas), serta Digitech University.

Kehadiran kalangan akademisi tersebut diharapkan memperkuat kualitas konsep sekaligus memperluas jejaring kolaborasi Festival Al Jabbar.

Sementara itu, Ketua Harian Masjid Raya Al Jabbar KH Deden Fahrurozi mengingatkan agar identitas Festival Al Jabbar benar-benar mencerminkan visi dan fungsi Masjid Raya Al Jabbar sebagai pusat syiar Islam.

Menurutnya, penggunaan nama “Al Jabbar” harus dibarengi dengan konsep kegiatan yang kuat sehingga tidak menimbulkan penafsiran berbeda di tengah masyarakat.

Ia juga meminta panitia segera melengkapi seluruh administrasi kegiatan untuk dibahas dalam rapat pengurus Masjid Raya Al Jabbar sebagai bagian dari mekanisme perizinan penggunaan kawasan masjid.

Dalam forum tersebut, akademisi sekaligus praktisi event organizer Nuslih Jamiat dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Telkom University memaparkan rancangan Festival Al Jabbar secara komprehensif. Mulai dari konsep penyelenggaraan, tata kelola acara, pola kolaborasi lintas komunitas, hingga strategi penguatan identitas festival sebagai agenda budaya Islam berskala nasional.

Paparan tersebut memantik diskusi yang berlangsung dinamis. Para peserta menyampaikan beragam kritik, masukan, dan gagasan untuk memperkuat konsep festival agar memiliki karakter yang berbeda sekaligus memberi manfaat luas bagi masyarakat.

Rapat sempat dihentikan saat waktu Magrib untuk memberikan kesempatan seluruh peserta melaksanakan salat berjamaah, kemudian dilanjutkan kembali hingga menjelang Isya.

Pertemuan itu menjadi sinyal bahwa Festival Al Jabbar mulai dibangun melalui semangat gotong royong lintas profesi dan lintas institusi. Panitia berharap kolaborasi tersebut menjadi fondasi lahirnya sebuah festival yang tidak hanya menghadirkan pertunjukan seni dan budaya, tetapi juga memperkuat syiar Islam, membangun peradaban, serta menjadi ikon baru Jawa Barat.***

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bale Jabar

BANDUNG, balebandung.com — Interkulturalitas dalam teater tak lagi cukup dilihat sebagai pertemuan berbagai budaya untuk melahirkan karya artistik. Di balik pertukaran itu terdapat persoalan etika, identitas, hingga relasi kuasa yang membuat gagasan interkulturalitas terus diperdebatkan. Persoalan tersebut mengemuka dalam Seminar Nasional bertajuk “Interkulturalitas: Masih Mempesona atau Sudah Ditinggalkan?” yang digelar Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) […]

Bale Jabar

BANDUNG, balebandung.com – Komunitas motor tidak hanya dituntut tertib di jalan, tetapi juga dapat mengambil peran dalam menjaga kondusivitas dan membangun kepedulian sosial di Jawa Barat. Pesan itu disampaikan Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Kosasih saat menghadiri rangkaian The 2nd Indonesian Royal Enfield Jamboree 2026–Wingday dan Deklarasi Bandung Kondusif di Laswi Heritage, Kota Bandung, Sabtu (12/9/2026). […]

Bale Jabar

BANDUNG, balebandung.com – Sinergi TNI, Polri dan pemerintah daerah menjadi salah satu kekuatan penting dalam menjaga stabilitas sekaligus mendorong pembangunan Jawa Barat. Pesan itu mengemuka dalam Upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI tingkat Provinsi Jawa Barat di halaman Gedung Sate, Bandung, Senin (17/8/2026). Pangdam III/Siliwangi Mayor Jenderal TNI Kosasih hadir bersama jajaran Forkopimda Jawa Barat dalam upacara […]

Bale Jabar

JAKARTA, balebandung.com – Pengusaha Pontjo Sutowo mengajak anak-anak yatim mendoakan Presiden Prabowo Subianto agar diberi kesehatan, kelancaran dan kekuatan dalam memimpin Indonesia hingga akhir masa jabatannya pada 2029. Ajakan tersebut disampaikan Pontjo saat menghadiri acara “Doa Bersama Anak-anak Yatim untuk Keselamatan Bangsa” yang digelar Aliansi Kebangsaan di Aula Gedung RRI Jakarta, Sabtu malam (15/8/2026). Pontjo […]

Bale Jabar

JAKARTA, balebandung.com – Direktur Eksekutif Citra Komunikasi LSI Denny JA, Toto Izul Fatah, menilai sikap pengusaha Pontjo Sutowo dalam menghadapi sengketa Hotel Sultan menunjukkan bentuk nasionalisme yang tidak berhenti pada simbol, tetapi diuji ketika kepentingan pribadi berhadapan dengan kepentingan negara. Menurut Toto, sikap Pontjo yang tetap menempatkan kepentingan negara sebagai sesuatu yang harus dihormati, sekalipun […]

Bale Jabar

BANDUNG, balebandung.com – Dalam rangka memperingati hari jadinya yang ke-18, Yayasan Batik Jawa Barat (YBJB) menggelar acara jalan santai bertajuk Batik Walk, Minggu (9/8/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian acara menuju Jambore Batik Jawa Barat 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada akhir Oktober mendatang. Jambore tersebut nantinya akan diisi oleh berbagai program utama, mulai dari […]