BANDUNG, balebandung.com — Forum Masyarakat Kota Bandung Bebas Korupsi mengungkap keberadaan sosok berinisial ALF yang disebut mengaku dapat mengatur proyek di lingkungan Pemerintah Kota Bandung. Sosok yang disebut bukan ASN maupun pejabat Pemkot Bandung itu juga diduga meminta sejumlah dana operasional kepada pengusaha.
Koordinator Forum Masyarakat Kota Bandung Bebas Korupsi, M Ginanjar, mengatakan informasi tersebut diperoleh dari hasil investigasi forum selama sekitar dua bulan terakhir.
“Anggota forum kan ada yang berasal dari pengusaha. Hasil temuannya dilaporkan kepada kami untuk ditindaklanjuti dan dikaji. Kemudian kami akan laporkan kepada aparat penegak hukum,” kata Ginanjar.
Ginanjar belum mengungkap identitas lengkap sosok tersebut. Forum, kata dia, masih menjunjung asas praduga tak bersalah dan akan menyerahkan temuan tersebut kepada aparat penegak hukum apabila ditemukan unsur pelanggaran.
“Saya hanya bisa sebutkan inisialnya ALF. Dia bukan ASN dan bukan pejabat di Pemkot Bandung. Dia mengaku dekat dengan Wali Kota Bandung, tetapi benar atau tidaknya kedekatan tersebut saya belum tahu,” ujarnya.
Menurut Ginanjar, ALF disebut beberapa kali mengumpulkan sejumlah pelaku usaha. Namun, forum belum mengetahui secara pasti kapasitas ALF dalam pertemuan tersebut maupun tujuan utama pengumpulan para pengusaha.
Informasi yang diterima forum menyebut adanya pembicaraan mengenai kebutuhan operasional. Namun, Ginanjar mengatakan pihaknya masih perlu memastikan apakah permintaan tersebut benar berkaitan dengan kepentingan pribadi, kelompok, atau aktivitas tertentu.
“Keterangan mengenai posisi dan kewenangan ALF yang mengumpulkan pengusaha juga perlu diperjelas. Apabila seseorang mengatasnamakan atau menggunakan kedekatannya dengan kepala daerah saat menghubungi pelaku usaha, publik tentu berhak mengetahui dalam kapasitas apa yang bersangkutan bertindak,” katanya.
Ginanjar mengatakan keterlibatan dunia usaha dalam pembangunan Kota Bandung merupakan hal yang berbeda dengan dugaan permintaan dana operasional kepada pengusaha.
Pemerintah Kota Bandung, kata dia, memang mendorong kolaborasi dengan kalangan usaha. Wali Kota Bandung Muhammad Farhan pada Maret 2026 juga pernah mengajak pelaku usaha mengambil peran strategis dalam menggerakkan perekonomian kota.
“Ajakan kolaborasi pemerintah dengan dunia usaha berbeda dengan dugaan adanya permintaan dana untuk kebutuhan operasional pribadi atau kelompok. Karena itu, apabila benar terdapat permintaan dana kepada sejumlah pengusaha, perlu diperjelas siapa yang meminta, atas nama siapa, untuk kepentingan apa, berapa besarannya, serta bagaimana mekanisme pertanggungjawabannya,” ujar Ginanjar.
Forum, kata dia, mengingatkan para pengusaha agar tidak serta-merta memenuhi permintaan dana dari pihak yang mengaku memiliki akses atau kedekatan dengan pejabat pemerintah.
“Intinya, jangan mudah percaya dan jangan mau memberikan dana apabila ada pihak berinisial ALF yang meminta dengan mengatasnamakan kedekatan atau akses kepada pemerintah,” kata Ginanjar.***







