PERNAHKAH kita berjalan membelah sunyinya subuh, lalu mendapati saf-saf di dalam masjid sepi tanpa jiwa? Di luar sana, lampu rumah tetangga telah menyala benderang, namun ketukan langkah kaki mereka tak terdengar menuju rumah Allah. Di sudut lain, mungkin kita adalah musafir takdir yang beruntung. Meski rumah kita berjarak beberapa kelokan, seolah ada jemari tak kasatmata yang meringankan langkah kaki ini menuju mihrab-Nya.
Namun, tepat saat dahi kita meluruh menyentuh sajadah, sering kali bisikan halus nan beracun menyelinap ke dalam dada: “Aku lebih suci dari mereka yang terlelap di depan masjid.” Sungguh, itu adalah kepongahan spiritual yang paling senyap.
Kita kerap melupakan satu kebenaran absolut. Bahwa kemampuan kita untuk bersujud dengan tenang dan merindukan kebaikan, sama sekali bukan karena kehebatan ego kita. Semua itu bukan karena kecerdasan akal, melainkan murni karena dekapan hangat dari anugerah Allah SWT.
Mari sejenak menerbangkan ingatan pada bentangan garis takdir kita. Kita tidak pernah dilahirkan di bawah langit Mekah yang gersang namun berkilau. Rahim ibu kita bukanlah turunan Arab yang akrab dengan aroma padang pasir. Telinga kita pun tak pernah bergetar langsung mendengar khutbah perpisahan sang Nabi yang membuat air mata para sahabat luruh ke bumi.
Kita terpisahkan oleh samudera jarak, bentangan ribuan kilometer, dan sekat waktu yang melompati empat belas abad lamanya. Namun anehnya, hari ini, nama Muhammad begitu basah menghidupkan bibir kita lewat bait-bait solawat. Kita bersujud menghadap kiblat yang sama, merawat syariat yang beliau bawa dengan ketukan rindu yang tak kunjung padam.
Mengapa iman seindah ini bisa mekar di dada kita yang jauh? Jawabannya melampaui logika: itu adalah hadiah cuma-cuma, sebentuk cinta yang dikirim langsung dari langit-Nya. Jika Islam di dalam dada ini adalah anugerah yang jatuh begitu saja, lantas dengan alasan apa kita merasa lebih mulia dari jiwa-jiwa yang belum menjemput hadiah tersebut?***
Idat Mustari, adalah
– Pengurus MUI Kab Bandung
– Komisaris BUMD di Kab Bandung







