SOREANG, balebandung.com – Gerakan infak melalui program Jumat Berkah di Kecamatan Katapang tak sekadar mengumpulkan dana. Sebanyak 29 SD negeri dan swasta di wilayah tersebut berhasil menghimpun infak sebesar Rp17.746.500 yang kemudian diserahkan kepada BAZNAS Kabupaten Bandung.
Penyerahan infak berlangsung di SDN Juntigirang 3, Kamis (1/10/2026), dihadiri para pengawas, Ketua K3S Kecamatan Katapang Dindin Nurodin, Ketua PGRI Kecamatan Katapang Usep Iwan, kepala sekolah serta pengurus Unit Pengumpul Zakat (UPZ).
Ketua PGRI Kecamatan Katapang Usep Iwan mengatakan, gerakan tersebut melibatkan guru dan siswa serta digerakkan bersama oleh pengurus PGRI, UPZ dan kepala sekolah. Bagi sekolah, infak tidak hanya menjadi bentuk kepedulian sosial, tetapi juga dapat kembali dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan pendidikan.
“Adanya gerakan infak ini sangat bermanfaat bagi pihak sekolah karena bisa membantu kegiatan sekolah seperti perlombaan maupun bantuan kepada siswa yang kurang mampu ekonominya,” kata Usep.
Wakil Ketua IV BAZNAS Kabupaten Bandung H. Sarnapi mengatakan, gerakan infak di lingkungan sekolah memiliki fungsi yang lebih luas karena menjadi bagian dari pendidikan dan pembiasaan kepedulian sejak dini. Menurut dia, praktik infak belum banyak menjadi kebiasaan di lembaga pendidikan dibandingkan pembiasaan keagamaan lainnya.
“Salah satu pendidikan dan pembiasaan yang belum banyak dilakukan pihak sekolah adalah berinfak. Kalau pelatihan shalat, pembiasaan puasa maupun manasik haji sudah banyak dilakukan,” ujar Sarnapi.
Menurutnya, infak yang ditunaikan guru maupun orangtua siswa melalui lembaga resmi juga memberikan kepastian bahwa dana yang dihimpun dikelola melalui mekanisme yang jelas. Karena itu, keberadaan UPZ menjadi penting bagi sekolah yang menjalankan gerakan tersebut.
“Selama ini masih ada kekhawatiran dan ketakutan pihak sekolah mengumpulkan infak karena dianggap pungli,” katanya.
Sarnapi menegaskan, pengumpulan infak melalui UPZ memberikan jalur yang jelas dalam pengelolaan dana. Di sisi lain, infak yang dikeluarkan juga diyakini memberikan keberkahan bagi harta yang dimiliki para guru maupun orangtua siswa.
“Harta yang sudah dikeluarkan infaknya juga bertambah. Jangan khawatir harta kita akan berkurang kalau membayar zakat maupun infak,” ujarnya.
Gerakan infak di 29 SD Kecamatan Katapang tersebut sekaligus menunjukkan bahwa program Jumat Berkah tidak berhenti pada pengumpulan dana, tetapi mulai diarahkan menjadi pembiasaan kepedulian sosial di lingkungan sekolah.***







