Bale Jabar

Melatih Paralimpian Pemanah, Latih Kebesaran Hati

×

Melatih Paralimpian Pemanah, Latih Kebesaran Hati

Sebarkan artikel ini
Aksi Paralimpian Pemanah di GOR Pajajaran, Kota Bandung, Rabu (19/10). by MCPeparnas
Aksi paralimpian pemanah di GOR Pajajaran, Kota Bandung, Rabu (19/10). by MCPeparnas

BANDUNG – Pelatih paralimpian kontingen panahan Yogyakarta, Sriiyono mengatakan, peralatan yang digunakan saat mendidik anak asuhnya sama dengan atlet reguler. Misalnya alat panah menggunakan merek Recurve atau Compoud yang satu set-nya hampir Rp50 juta. Sedangkan merek biasa kisaran Rp10 juta.

“Harus sama perlakuannya. Kan bentuk panahannya sama saja, pertandingannya juga sama persis. Yang dikirim ke Peparnas juga hasil seleksi ketat dulu. Mungkin kursi roda yang digunakan harus senyaman mungkin, sama seperti tenis lapangan kursi roda,” kata Sriyono saat ditemui di GOR Pajajaran, Kota Bandung, baru-baru ini.

Menurut dia, prinsip kesetaraan seperti berlatih intensif enam hari dalam sepekan juga harus ditegaskan karena bagaimanapun jam terbang paralimpian pemanah kurang. Pelatda pemanah ini sendiri baru dilakukan sejak Januari lalu atau belum genap setahun.

Bahkan, sambung Yono, beberapa anak didiknya baru kali ini ikut bertanding. Karena itulah, tim pelatih harus piawai membangkitkan arah dan motivasi bertanding para atletnya.

“Saat melatih, saya selalu beri mereka tujuan. Kami arahkan agar mereka harus dapat sesuatu, terutama prestasi. Ini penting karena melatih paralimpian lebih berat dari olimpian, kitalah yang harus menutupi kekurangan mereka,” bebernya.

Eks atlet PON XIII ini bisa berkata begitu karena dulunya dia pelatih atlet reguler. Meski awalnya sempat kesulitan melatih paralimpian, namun kini dia merasa makin hari lebih enak karena banyak menyentuh langsung nuraninya.

Sriyono mengatakan, paralimpian itu hatinya baik sekali, juga tegar karena banyak dari atletnya yang sebenarnya hidup normal awalnya namun kemudian musibah merundungnya.

“Ada paralimpian yang kecelakaan karena gempa hebat di Jogja beberapa tahun lalu. Dia jadi relawan, tetapi kemudian terkena musibah. Ada yang karena kecelakaan kerja di pabrik,” sebutnya.

Oleh karenanya, dia berharap, dengan seluruh proses yang tiada bedanya dengan olimpian, semua pihak harus memberi sokongan setara. Termasuk urusan bonus, jangan ada lagi perbedaan njomplang antara olimpian dengan paralimpian.

Apalagi Menpora Imam Nahrawi pun memberi bonus peraih perunggu Paralympic Rio 2016, Nengah Widiasih, sama dengan peraih perunggu Olimpiade Rio 2016 sebesar Rp1 miliar dan uang hari tua Rp10 juta/bulan.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bale Jabar

BANDUNG, balebandung.com — Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana atau DP3AKB Jawa Barat mendorong penguatan edukasi kesehatan reproduksi sebagai bagian dari upaya membangun keluarga berkualitas. Kepala DP3AKB Jawa Barat, Siska Gerfianti, mengatakan keluarga yang kuat menjadi fondasi penting pembangunan sumber daya manusia di Jawa Barat. Menurut dia, kesehatan reproduksi tidak boleh dipandang sebagai […]

Bale Jabar

BANDUNG, balebandung.com – Sekolah Bisnis dan Manajemen Institut Teknologi Bandung (SBM ITB) bersama PT Krakatau Steel Tbk membahas tantangan industri baja nasional menuju ekosistem net zero steel di tengah tekanan biaya energi dan persaingan global. Pembahasan tersebut digelar dalam Grand Final Net Zero Steel Pathways Cohort 2026 yang diselenggarakan Center for Policy and Public Management […]

Bale Jabar

BANDUNG, balebandung.com – Hari Tatar Sunda akan selalu diperingati setiap 18 Mei, dimulai tahun ini. Penetapan Hari Tatar Sunda telah diformalkan melalui Peraturan Gubernur (Pergub) Jawa Barat Nomor 13 Tahun 2026, tentang Penyelenggaraan Hari Tatar Sunda. Dalam Pergub itu disebutkan peringatan Hari Tatar Sunda meliputi kirab, yaitu prosesi perjalanan dari satu tempat ke tempat lainnya […]

Bale Jabar

BANDUNG, balebandung.com – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat (Jabar) secara resmi menetapkan 18 Mei sebagai Hari Tatar Sunda. Peringatan ini menjadi tonggak kebangkitan jati diri dan karakter warga Jawa Barat. Peneliti sejarah sekaligus Dosen Fakultas Ilmu Budaya Universitas Padjadjaran (Unpad) Nina Herlina mengatakan, penetapan Hari Tatar Sunda tanggal 18 Mei merujuk pada peristiwa digantinya nama […]

Bale Jabar

SUMEDANG, balebandung.co – Arak-arakan Mahkota Binokasih menjadi salah satu pertunjukkan yang dapat disaksikan masyarakat dalam Kirab Mahkota Binokasih di Kabupaten Sumedang, Sabtu (2/5/2026). Mahkota Binokasih merupakan mahkota yang sangat istimewa. Bukan hanya dari bentuknya yang terbuat dari emas, mahkota itu juga menyimpan makna kehidupan adiluhung. Radya Anom Karaton Sumedang Larang Luky Djohari Soemawilaya mengatakan, makna […]

Bale Jabar

Oleh: Prof. Dr. Nina Herlina, M.S., Ketua Tim Peneliti Hari Jadi Tatar Sunda Tidak semua kabupaten/kota di Jawa Barat ikut dalam kirab budaya, atau tidak diikutkan, sehingga masyarakat ada yang protes, misalnya Masyarakat Adat Kabupaten Garut. Oleh karena itu, saya, selaku Ketua Tim Peneliti Hari Jadi Tatar Sunda, merasa perlu menyampaikan informasi tentang kerajaan-kerajaan yang […]