Bale Jabar

Pelaku Industri Tak Sadar Lingkungan Hambat Perbaikan Kualitas Air Sungai Citarum

×

Pelaku Industri Tak Sadar Lingkungan Hambat Perbaikan Kualitas Air Sungai Citarum

Sebarkan artikel ini
Wakil Bupati Bandung Gungun Gunawan jadi narasumber “Upaya Perbaikan Kualitas Air Sungai di Jawa Barat,” di Aula Barat Gedung Sate, Rabu (6/12). by ist
Wakil Bupati Bandung Gungun Gunawan jadi narasumber “Upaya Perbaikan Kualitas Air Sungai di Jawa Barat,” di Aula Barat Gedung Sate, Rabu (6/12). by ist

BANDUNG – Program 300 doktor yang digulirkan Pemerintah Provinsi Jawa Barat sejak tahun 2012, telah menelurkan lulusan. Sebut saja Luthfiandi dan Arif Dhani, lulusan doktoral Redbud University Belanda dan Victoria Unversity Australia ini terpilih menjadi dua dari 10 riset terbaik yang disertasinya diangkat dan didiskusikan dalam acara gelar riset dan seminar bertema “Upaya Perbaikan Kualitas Air Sungai di Jawa Barat,” di Aula Barat Gedung Sate, Rabu (6/12/17).

Mewakili Pemerintah Kab. Bandung, Wakil Bupati Bandung Gungun Gunawan diundang sebagai narasumber guna membahas isu lingkungan di Kab. Bandung, utamanya mengenai persoalan Sungai Citarum yang diangkat dalam gelar riset tersebut melalui sub tema “Upaya Perbaikan Kualitas Air Sungai Citarum”.

Menurut Gungun, Kabupaten Bandung selalu dihadapkan pada permasalahan seputar air. Ketika hujan air mudah sekali meluap dan ketika musim kemarau justru malah kekeringan. Belum lagi, isu penurunan kualitas air juga kerap terjadi akibat masih banyak para pelaku industri yang tidak sadar lingkungan dengan membuang limbah cair yang dihasilkan ke sungai dan DAS Citarum.

Gungun lalu memaparkan data dari 169 industri yang menghasilkan limbah cair; 96 industri taat administrasi, 104 taat teknis dan 26 yang taat keseluruhan. “Jadi, ini masih PR bagi kami. Makanya tadi tidak akan ada bantah membantah. Memang itu adanya,” ujar Gungun.

Pemerintah Kabupaten Bandung pernah melakukan upaya pembinaan dan pendataan bagi industri polutif yang akan melalukan recycle. Beberapa industri tekstil di daerah Kab. Bandung juga pernah dihimbau untuk merelokasi pekerjaan dari tekstil ke garmen sehingga tidak ada limbah. Sementara untuk proses produksi tekstil harus dikhususkan berada di wilayah berkumpulnya industri tekstil sehingga IPAL-nya bisa diolah di IPAL terpadu.

Namun hal itu menjadi sangat sulit, karena bagi mereka para pengusaha tekstil akan menjadi cost yang tinggi dengan memindahkan pabriknya itu. “Sehingga mereka tidak mau lokasi kawasan tersendiri dan IPAL terpadu. Dan ancamannya bagi kami Pemerintah Kabupaten Bandung adalah terjadinya PHK besar-besaran. Itu yang paling berat. Mungkin perasaannya harus dirasakan juga oleh bapak ibu semuanya,” tutur Gungun.

Beberapa dari industri yang nakal dan tetap melakukan pelanggaran telah diberikan sanksi oleh Pemkab Bandung, bahkan diantaranya yang sudah terbukti melakukan perusakan lingkungan sudah dimejahijaukan.

“Namun terkadang berhasil di daerah, namun tidak lolos ketika naik banding ketika di pengadilan yang lebih tinggi. Sehingga kita dikalahkan,” ungkapnya.

Oleh karena itu, Pemkab Bandung sangat mengapresiasi dan berharap kepada para doktor atau mahasiswa yang masih berjuang menjadi doktor, agar ilmunya dapat diimplementasikan untuk perbaikan lingkungan di wilayah Jawa Barat, khususnya Kabupaten Bandung. “Ini sangat menentukan sekali, dan pasti akan kami pakai,” kata dia.

Bagi Gungun permasalahan lingkungan di Kab Bandung ini harus diatasi dengan sinergitas yang dibangun antara stake holder pemerintah daerah dengan pemerintah pusat. Pemerintah provinsi dan pusat, harus memfasilitasi kebijakan untuk menyelesaikan permasalahan yang ada dan jangan sampai program kerja tidak bersinergi dengan realisasi perencanaannya.

“Walaupun keberadaan Sungai Citarum ada di Kabupaten Bandung, namun harus berkolaborasi dengan semua pemerintahan, baik kota, kota adminitratif, dan kabupaten,” ungkap Gungun.

Beberapa regulasi telah dibuat agar lingkungan di Kab Bandung lebih terjaga sehingga bisa dirasakan oleh generasi mendatang. Salah satu yang sedang dilakukan adalah pembuatan rekayasa teknik, pembangunan danau retensi Cieunteung. Hal tersebut menurut Gungun, diharapkan bisa mengurangi percepatan genangan air di beberapa titik di Kabupaten Bandung.

Gungun menilai pembuatan danau retensi ini akan memakai konsep air hujan yang turun ke anak sungai ditampung terlebih dahulu melalui penampungan yang disebut embung-embung. Sehingga air hujan tidak langsung mengalir ke Sungai Citarum.

“Sudah ada pembebasan wilayah sekitar Cieunteung yang kerap tergenang kalau kita lihat di tivi-tivi. Sekarang di sana sudah tidak ada penduduk, karena akan dibuatkan danau retensi,” urainya.

Luthfiandi salah satu peserta dengan riset terbaik rupanya sependapat dengan Gungun. Luthfi merekomendasikan kepada multi stake holder untuk melakukan kolaborasi antar stake holder dengan melakukan perbaikan data, ilmu pengetahuan, dan manusia. Lalu ia juga menyarankan agar pemerintah membuat monitoring sistem dan sharing data untuk menyelesaikan permasalahan sungai yang ada di Jawa Barat ini.

“Tidak ada satu institusi yang bisa melakukan perbaikan sendiri, karena memerlukan metode yang tepat dari data yang terkumpul,” tandas Luthfi.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bale Jabar

BANDUNG, balebandung.com – Polda Jawa Barat akhirnya menangkap Taufik Hidayat (TH), tersangka pelaku penyekapan dan penganiayaan terhadap Yuvita, perempuan asal Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung, yang kasusnya menyita perhatian publik dalam beberapa hari terakhir. Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Rudi Setiawan mengatakan, penangkapan dilakukan setelah tim penyidik berhasil melacak keberadaan tersangka melalui aktivitas transaksi perbankan yang […]

Bale Jabar

BANDUNG, balebadung.com – Dewan Pakar Majelis Musyawarah Sunda (MMS) Yudi Latif menilai Indonesia membutuhkan revolusi Pancasila yang mampu menghadirkan pemerataan keadilan ekonomi sekaligus memperkuat pemahaman nilai-nilai Pancasila di kalangan generasi muda. Hal itu disampaikan Yudi Latif saat menyampaikan Pidato Kebangsaan pada peringatan Hari Lahir Pancasila yang digelar MMS di Gedung Indonesia Menggugat, Kota Bandung, Senin […]

Bale Jabar

SORONG, balebandung.com – Ketua Umum Aliansi Kabupaten/Kota Peduli Sanitasi (AKKOPSI) Dadang Supriatna menghadiri dan menyambut baik Deklarasi 42 Kepala Daerah se-Tanah Papua dalam Gerakan Nasional Pemberantasan Tuberculosis (TBC) Berbasis Komunitas di Kota Sorong, Provinsi Papua Barat Daya, Sabtu 30 Mei 2026. Kang Dadang Supriatna (KDS) yang juga menjabat sebagai Bupati Bandung ini mengatakan, deklarasi ini […]

Bale Jabar

BANDUNG, balebandung.com — Ganesha Business Festival (GBF) 2026 yang diselenggarakan Sekolah Bisnis dan Manajemen Institut Teknologi Bandung (SBM ITB) berhasil menarik lebih dari 7.000 pengunjung di Sawarga Courtyard Summarecon Mall Bandung, Sabtu (30/5/2026). Ajang tahunan yang menampilkan berbagai inovasi, karya bisnis, dan kreativitas mahasiswa itu mengusung tema “Human Edge: The Power Beyond Technology”. Tema tersebut […]

Bale Jabar

BANDUNG, balebandung.com – Ketua Harian DKM Masjid Raya Al Jabbar KH Tata Moch Tasdiq SH mengajak umat Islam memaknai Idul Adha tidak hanya sebagai ritual penyembelihan hewan kurban, tetapi juga sebagai momentum menyembelih sifat sombong, egoisme, dan kecintaan berlebihan terhadap dunia. Hal itu disampaikan KH Tata Moch Tasdiq yang juga pimpinan Pondok Pesantren Al-Qur’an Fajar Ashshidiqi, […]

Bale Jabar

BANDUNG, balebandung.com — Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana atau DP3AKB Jawa Barat mendorong penguatan edukasi kesehatan reproduksi sebagai bagian dari upaya membangun keluarga berkualitas. Kepala DP3AKB Jawa Barat, Siska Gerfianti, mengatakan keluarga yang kuat menjadi fondasi penting pembangunan sumber daya manusia di Jawa Barat. Menurut dia, kesehatan reproduksi tidak boleh dipandang sebagai […]