BANDUNG, balebadung.com – Dewan Pakar Majelis Musyawarah Sunda (MMS) Yudi Latif menilai Indonesia membutuhkan revolusi Pancasila yang mampu menghadirkan pemerataan keadilan ekonomi sekaligus memperkuat pemahaman nilai-nilai Pancasila di kalangan generasi muda.
Hal itu disampaikan Yudi Latif saat menyampaikan Pidato Kebangsaan pada peringatan Hari Lahir Pancasila yang digelar MMS di Gedung Indonesia Menggugat, Kota Bandung, Senin (1/6/2026).
Menurut mantan Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) itu, demokrasi Indonesia pascareformasi cenderung berkembang sebagai demokrasi politik yang belum sepenuhnya menghadirkan keadilan sosial bagi masyarakat.
“Kalau demokrasi tidak menghasilkan persatuan dan keadilan sosial, berarti ada masalah dalam cara kita mengembangkannya,” kata Yudi.
Ia mengatakan semangat Pancasila harus diwujudkan melalui penguatan demokrasi ekonomi yang mampu mengurangi kesenjangan dan memperluas akses kesejahteraan bagi masyarakat.
Menurut Yudi, persatuan dan keadilan merupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan. Persatuan tanpa keadilan akan rapuh, sementara keadilan membutuhkan persatuan untuk dapat diwujudkan secara berkelanjutan.
Yudi juga menyoroti pentingnya membangun pemahaman Pancasila yang lahir dari kesadaran, bukan sekadar kewajiban formal atau kegiatan seremonial.
“Belajar Pancasila harus membuat orang merasa ikut memiliki, bukan kewajiban yang dipaksakan. Itu panggilan nurani,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Badan Pagawe MMS Andri Perkasa Kantaprawira mengatakan MMS terus mendorong implementasi nilai-nilai Pancasila, terutama sila keempat dan sila kelima, melalui penguatan sistem demokrasi serta pemerataan keadilan sosial.
Menurut dia, salah satu agenda yang terus diperjuangkan adalah penguatan sistem perekonomian nasional yang berlandaskan Pasal 33 UUD 1945 serta peningkatan perhatian terhadap pembangunan dan keadilan fiskal bagi Jawa Barat.
Melalui peringatan Hari Lahir Pancasila tersebut, MMS berharap lahir ruang-ruang diskusi kebangsaan yang mampu melahirkan gagasan serta pemimpin-pemimpin baru yang memiliki komitmen terhadap persatuan, demokrasi, dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.***







