BANDUNG, balebandung.com – Ketua Harian DKM Masjid Raya Al Jabbar KH Tata Moch Tasdiq SH mengajak umat Islam memaknai Idul Adha tidak hanya sebagai ritual penyembelihan hewan kurban, tetapi juga sebagai momentum menyembelih sifat sombong, egoisme, dan kecintaan berlebihan terhadap dunia.
Hal itu disampaikan KH Tata Moch Tasdiq yang juga pimpinan Pondok Pesantren Al-Qur’an Fajar Ashshidiqi, Kec. Ciparay, Kab. Bandung , saat menyampaikan pesan Idul Adha di Masjid Raya Al Jabbar, Rabu, 27 Mei 2026.
Menurut Tata, hakikat kurban sesungguhnya terletak pada keikhlasan dan ketakwaan seorang hamba dalam menjalankan perintah Allah SWT.
“Qurban bukan hanya ketika pisau menyentuh hewan, melainkan ketika hati mampu memotong kesombongan, mematikan sifat tamak, dan menghidupkan rasa peduli terhadap sesama,” kata KH Tata.
Ia mengatakan Idul Adha menjadi pengingat tentang keteladanan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS dalam menjalankan ketaatan tanpa syarat kepada Allah SWT.
Menurut dia, kurban mengajarkan bahwa cinta kepada Allah harus lebih besar dibandingkan kecintaan terhadap apa pun yang dimiliki manusia.
KH Tata juga mengutip firman Allah SWT dalam Surat Al-Hajj ayat 37 yang menegaskan bahwa yang sampai kepada Allah bukanlah darah dan daging hewan kurban, melainkan ketakwaan umat manusia.
“Daging-daging unta dan darahnya itu sekali-kali tidak akan sampai kepada Allah, tetapi yang sampai kepada-Nya adalah ketakwaan kalian,” ujarnya mengutip ayat Al-Qur’an tersebut.
Selain itu, ia juga mengutip hadis Rasulullah SAW yang menyebutkan tidak ada amalan paling dicintai Allah pada hari raya kurban selain mengalirkan darah hewan kurban.
Namun demikian, menurut KH Tata, nilai utama dari ibadah kurban tetap terletak pada perubahan sikap dan kualitas spiritual umat Islam dalam kehidupan sehari-hari.
Ia mengatakan kurban mengajarkan keikhlasan, pengorbanan, dan kepedulian sosial kepada sesama, terutama kepada masyarakat yang membutuhkan.
“Qurban mengajarkan bahwa tidak semua yang kita cintai harus kita miliki,” tuturnya.
KH Tata berharap momentum Idul Adha tidak hanya menjadi perayaan tahunan semata, tetapi mampu menjadi jalan untuk membersihkan hati dan memperkuat kedekatan umat kepada Allah SWT.







