Bale Bandung

SKD Tes CPNS Tidak Lolos, Masih Ada Harapan Ikut SKB

×

SKD Tes CPNS Tidak Lolos, Masih Ada Harapan Ikut SKB

Sebarkan artikel ini
Kabid Formasi dan Informasi BKPPD Kab Bandung Elly Agustini (tengah) saat Ngawangkong Bari Ngopi di Taman Uncal Soreang, Jumat (23/11/18). by Humas Pemkab

SOREANG – Para peserta tes Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) yang tidak lolos nilai ambang batas dalam Seleksi Kemampuan Dasar (SKD), masih memiliki harapan untuk mengikuti Seleksi Kemampuan Bidang (SKB).

Kepala Bidang Formasi dan Informasi Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKPPD) Kabupaten Bandung Elly Agustini mengungkapkan hal ini seiring dikeluarkannya Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Permenpan-RB) RI Nomor 61 Tahun 2018 tentang Optimalisasi Pemenuhan Kebutuhan/Formasi Pegawai Negeri Sipil (PNS) dalam Seleksi CPNS Tahun 2018.

Di Kabupaten Bandung, kata Elly, dari 10.785 peserta, yang lolos nilai ambang batas yang dipersyaratkan berdasarkan Permenpan Nomor 37 tahun 2018, hanya 393 peserta dari 402 formasi yang disediakan. Jumlah 393 ini pun menurutnya tidak mengindikasikan jumlah kursi.

Sebagai contoh untuk formasi analis kepegawaian di BKPPD itu 1 formasi berbanding 24. Ini artinya, terang Elly, untuk formasi lain ada dua kemungkinan, tidak ada peminat atau tidak ada peserta yang lolos.

“Para peserta yang tidak lolos ini, berdasarkan Permenpan Nomor 61 tahun 2018, akan dilakukan pemeringkatan untuk dapat mengikuti SKB,” kata Elly, saat menjadi narasumber Ngawangkong Bari Ngopi di Taman Uncal Soreang, Jumat (23/11/18).

Permenpan mengeluarkan kebijakan itu karena tingkat kesulitan soal SKD tahun ini terbilang sangat tinggi, sehingga mengakibatkan minimnya jumlah peserta yang lolos. Akan tetapi, tukas Elly, Permenpan nomor 61 tidak mencabut atau menghapuskan Permenpan sebelumnya.

“Idealnya, untuk peserta SKB adalah 1 formasi berbanding 3 peserta. Jadi kalau untuk 402 formasi itu idealnya 1.206 peserta SKB. Namun, bila dalam 1 formasi terdapat 1 orang yang lolos nilai ambang batasnya, maka dalam SKB ia tidak akan bersaing lagi dengan peserta yang melalui proses pemeringkatan. Jadi intinya Permenpan 61 tidak mementahkan Permenpan 37,” kilah Elly.

SKB yang awalnya dijadwalkan tanggal 22-28 November, mengalami keterlambatan karena keluarnya kebijakan baru tersebut. Proses pemeringkatan menurutnya membutuhkan pewaktuan dalam mengolah agar formasi yang minim kelulusan dapat memenuhi kuota SKB.

“Tadinya bila ada satu formasi, yang pesertanya tidak ada yang lolos, maka akan dibiarkan kosong. Dengan kebijakan baru, ini merupakan upaya pemenuhan terhadap kuota yang memang kosong peminat atau nol kelulusan. Kemungkinan SKB dimulai tanggal 26, namun kami belum bisa memastikan, karena yang menentukan adalah BKN pusat. Pantau terus saja web-nya, mudah-mudahan yang kemarin tidak lulus ambang batas, bisa lolos dalam pemeringkatan dan punya harapan untuk mengikuti SKB,” pungkas Elly.***

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bale Bandung

KATAPANG, Balebandung.com – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian meminta kepala daerah tidak khawatir maupun beranggapan Pendapatan Asli Daerah (PAD) akan menurun akibat kebijakan pembebasan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) serta Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) bagi masyarakat berpenghasilan rendah dalam Program 3 Juta Rumah. Menurut Mendagri, kebijakan tersebut justru akan menggerakkan sektor […]

Bale Bandung

SOREANG, balebandung,com – Bupati Bandung Dadang Supriatna (KDS) menegaskan komitmennya membangun generasi yang sehat, cerdas, dan berkarakter melalui pemenuhan hak-hak anak sejak usia dini. Komitmen tersebut disampaikan saat Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 tingkat Kabupaten Bandung di Kompleks Pemerintah Kabupaten Bandung, Soreang, Sabtu (25/7/2026). Peringatan HAN tahun ini berlangsung semarak dengan melibatkan sekitar 5.000 […]

Bale Bandung

KATAPANG, balebandung.com — Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait memastikan Jawa Barat menjadi salah satu daerah prioritas Program 3 Juta Rumah. Hal itu ditandai dengan lonjakan kuota rumah subsidi melalu Skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) yang meningkat dari sekitar 6.000 unit tahun sebelumnya menjadi 46.000 unit pada tahun ini. “Peningkatan kuota rumah […]

Bale Bandung

balebandung.com – Majalaya dikenal sebagai salah satu kawasan industri tekstil terbesar di Kabupaten Bandung. Julukan sebagai “Kota Dolar” pernah melekat karena geliat ekonominya yang tumbuh pesat sejak dekade 1960-an. Di balik deretan pabrik dan aktivitas industri yang tak pernah berhenti, ternyata masih hidup satu warisan budaya yang usianya jauh lebih tua dari mesin-mesin produksi itu: […]

Bale Bandung

RANCAEKEK, Balebandung.com – Tabuhan rebana berpadu kembali menggema di sejumlah kampung di Kecamatan Rancaekek. Masyarakat setempat lebih akrab menyebut kesenian ini sebagai teureubangan atau terbangan. Teureubangan merupakan salah satu kesenian tradisional Islam yang telah lama berkembang di berbagai daerah di Jawa Barat. Terbangan adalah kesenian tradisional yang memakai tabuhan rebana atau terbang, di mana irama […]

Bale Bandung

SOREANG, balebandung.com – Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) Ketua DPRD Kabupaten Bandung Renie Rahayu Fauzi kembali menjadi perhatian publik. Berdasarkan data resmi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), total harta kekayaan yang dilaporkan mencapai Rp20.555.150.000. Laporan tersebut disampaikan kepada KPK pada 19 Maret 2025 untuk periode pelaporan tahun 2024. Berdasarkan dokumen LHKPN, harta kekayaan Ketua DPRD […]