Bale Bandung

Dipati Ukur; Pahlawan Anti Kolonisasi Tanah Pasundan [1]

×

Dipati Ukur; Pahlawan Anti Kolonisasi Tanah Pasundan [1]

Sebarkan artikel ini

Setelah jatuhnya Kerajaan Majapahit, ratusan tahun kemudian kerajaan-kerajaan taklukan di seluruh Nusantara bangkit memupuk kekuatan. Yang paling mencorong adalah Kerajaan Mataram, pengklaim pewaris kekuasaan Majapahit. Sementara kekuatan asing yakni Portugis, Belanda dan Inggris, mulai pula datang menancapkan kuku kekuasaan mereka. Masing-masing dengan kerakusan dan kekejamannya sendiri. Pada saat itu, di Tanah Sunda muncul kekuatan yang mencoba menolak penjajahan, dipimpin seorang bernama Dipati Ukur.

Balebandung.com – Mata kerbau jantan itu merah membara. Urat-urat kecil di bola mata yang biasanya sebening kelereng kaca itu kini padat dialiri darah, membentuk muka binatang itu menjadi garang menyeramkan. Berlaku seperti kuda liar, kaki-kaki depannya dikibas-kibaskan menggali tanah dengan kuku-kukunya yang tebal kokoh, sekuat ladam terbuat dari tulang keras.

Hanya dengan tiga-empat garukan, tanah di depannya telah tercakar membentuk semacam parit-parit kecil memanjang. Sementara dengus hidungnya tak hanya memperdengarkan suara keras, tapi diperjelas dengan terbangnya debu-debu tersemprot angin yang menghembus kuat dari kedua lubang hidung yang basah itu.

Kesemua itu membuat sang kerbau kini lebih serupa monster bertanduk, dibanding hewan ternak yang sehari-hari membantu pak tani membajak sawah, menarik garu, sebelum dilepas di tegalan untuk merumput dengan tenang sembari menikmati alunan bunyi seruling anak gembala yang duduk di punggungnya. Bukan. Kerbau jantan itu kini tak lagi makhluk jinak yang menikmati elusan tangan gembalanya waktu dimandikan.

Binatang itu telah menjelma hewan buas seiring rontaan jangkrik yang berlari kian kemari mencari jalan keluar dari saluran lubang telinganya. Seseorang telah memasukkkan seranggga kecil itu. Sengaja membuatnya gila.

Muak oleh perasaan aneh, geli dan sakit di kupingnya, membuat kerbau itu mencari pelampiasan. Dan itu tak lebih dari sekitar lima hasta di hadapannya. Seorang lelaki muda yang tegak berdiri dengan kuda-kuda tegar seolah terpatri dengan bumi yang dipijaknya. Di mata kerbau jantan yang dibuat setengah edan itu, sikap sang lelaki muda itu sudah melewati batas jumawa.

Kerbau itu kembali mendengus. Batu-batu kerikil di depan lubang hidungnya kontan berhamburan kena semprot. Setelah menggeleng-geleng keras dan jengkel, mata kerbau itu seolah hendak loncat memelototi pemuda di hadapannya.

Si pemuda tahu, tak lama lagi kerbau itu akan menyerangnya. Kini pandangan mata kedua makhluk berbeda jenis itu bertumbukan. Tatapan si pemuda menghunjam jauh ke belakang sikap nyalang yang diperlihatkan sorot mata kerbau jantan itu, seolah ingin merogoh langsung niat si kerbau jauh di dasar hati binatang itu. Semua harus ia lakukan agar bisa mengantisipasi apa yang akan kerbau edan itu perbuat, bahkan sebelum binatang itu melakukannya.

Kerbau itu kembali mendengus, kedua kaki depan yang sebelumnya tak henti menggaruk tanah dengan buas, kini diam kaku. Binatang bodoh itu dengan jelas memberikan tanda kepada lawannya bahwa ia siap menyerang. Si pemuda menggeser kuda-kudanya dari ajeg rengkuh menjadi ajeg suliwa yang lebih memungkinkannya bergerak bebas tanpa sedikit pun mengurangi kekokohan sikapnya menapak bumi.

Kerbau bukanlah harimau yang seringkali mengawali serangan dengan auman keras. Akan aneh pula bila untuk menerjang kerbau lebih dulu menguak kencang. Jadi tanpa peringatan apa pun, kerbau gila itu menubrukkan dirinya ke si pemuda.

Meski hanya berbekal naluri binatang dan sekian tahun pengalaman, dengan bobot tubuh yang ia jatuhkan sepenuhnya ke kedua bahu dan ujung-ujung tanduknya, kerbau itu tahu, dengan cara itu tanduknya bisa menembus dada si pemuda hingga punggungnya. Jadi dengan cara itulah ia menyeruduk pemuda itu, terarah langsung ke dada.

Tenang namun dengan kecepatan yang sulit diikuti mata orang biasa, si pemuda menggerakkan kakinya dua langkah, menyamping tusukan tanduk. Tangan kanannya yang leluasa segera menyarangkan pukulan menyamping, pada sebuah titik sekitar lima jari di bawah tanduk kanan kerbau itu. Keras menghantam kuping. Deg!

Pukulan itu membuat si kerbau limbung. Seakan bercanda, pemuda yang kini telah berada di belakang kerbau itu menambahkan satu tendangan keras ke pantat, yang mendorong binatang besar itu tersungkur mencium tanah. Kerbau itu melenguh kesakitan. [bersambung]

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bale Bandung

SOREANG, balebandung.om – Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bandung MA Hailuki menyoroti serius insiden robohnya plafon ruang kelas di SMKN 1 Soreang yang menyebabkan sejumlah siswa menjadi korban. Ia meminta Dinas Pendidikan (Disdik) Jawa Barat untuk bersikap terbuka dan transparan terkait pihak pelaksana proyek pembangunan tersebut, mengingat bangunan tersebut diketahui baru sekitar enam bulan digunakan. “Saya […]

Bale Bandung

KATAPANG, balebandung.com – Kondisi Jembatan Junti Hilir di Jalan Raya Katapang–Andir Baleendah, tepatnya di Kampung Junti Hilir, Kecamatan Katapang, Kabupaten Bandung, kini mengkhawatirkan. Jalan di sisi jembatan mulai ambles dan pondasi terancam tergerus aliran Sungai Cikasungka, namun hingga kini belum terlihat penanganan nyata dari Dinas PUTR Kabupaten Bandung. Air sungai yang terus mengikis badan jalan […]

Bale Bandung

BALEENDAH, balebandung.com – Jembatan Hijau Cijeruk yang menghubungkan Kecamatan Bojongsoang dan Baleendah kembali menjadi sorotan warga. Belum genap beberapa bulan sejak diresmikan Bupati Bandung Dadang Supriatna pada 9 Januari 2026, akses masuk jembatan itu justru harus diperbaiki karena dinilai terlalu curam, sempit, dan menyulitkan pengendara sepeda motor. Padahal saat peresmian, jembatan sepanjang 60 meter tersebut […]

Bale Bandung

JAKARTA, balebandung.com – Bupati Bandung Dadang Supriatna kembali menorehkan prestasi tingkat nasional dengan menerima Outstanding Achievement in Free Nutritious Meals & Food Security Award di Food Summit 2026 di Jakarta, Senin (27/4/2026). Penghargaan ini diberikan atas pencapaian luar biasa Pemerintah Kabupaten Bandung dalam menjalankan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah. Dalam […]

Bale Bandung

JAKARTA, balebandung.com – Bupati Bandung Dadang Supriatna menerima penghargaan dari Menteri Dalam Negeri M Tito Karnavian atas prestasinya meraih predikat “Berkinerja Tinggi” dalam hasil Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintah Daerah (EPPD) tahun 2025 yang digelar Kementerian Dalam Negeri. Penghargaan diberikan dalam rangka peringatan Hari Otonomi Daerah XXX Tahun 2026 yang digelar secara hybrid dan dipusatkan di Kantor […]

Bale Bandung

KERTASARI, balebandung.com – Memperingati Hari Lahir (Harlah) ke-76 Fatayat Nahdlatul Ulama, Pimpinan Cabang (PC) Fatayat Kabupaten Bandung menggelar giat penanaman 1.000 bibit pohon kopi, di Desa Cihawuk, Kecamatan Kertasari, Minggu 26 April 2026. Kegiatan ini terselenggara atas kolaborasi antara Kelompok Tani Fatayat Desa Cihawuk, Kecamatan Kertasari dengan Dinas Pertanian Kabupaten Bandung. Ketua PC Fatayat Kabupaten […]