Bale Politik

Ada “Zombie” di Seleksi Komisioner KPU KBB

×

Ada “Zombie” di Seleksi Komisioner KPU KBB

Sebarkan artikel ini
Puluhan massa dari Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Jawa Barat menggelar demo di Kantor KPU Jawa Barat, Jalan Garut, Kamis (4/10/18).
Puluhan massa dari Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Jawa Barat menggelar demo di Kantor KPU Jawa Barat, Jalan Garut, Kamis (4/10/18).

PADALARANG – Sejumlah peserta seleksi calon anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bandung Barat (KBB) mempersoalkan proses seleksi calon komisioner untuk masa jabatan 2018-2023 itu.

Mereka menilai ada beberapa kejanggalan dalam proses seleksinya. Terutama pada saat saat penetapan 5 besar, ada kebijakan panitia seleksi (Pansel) yang tidak mereka pahami.

“Menjelang H-1 fit and proper tes untuk penetapan 5 besar, tiba-tiba ada perombakan nama-nama dari 10 besar yang sudah ditetapkan sebelumnya. Ini kan aneh bagi kita, karena tanpa alasan jelas,” ungkap salah seorang peserta komisioner yang masuk 10 besar, Mochamad Nurdin di Padalarang, Kamis (4/10/18) .

Dijelaskan Nurdin, hasil seleksi yang masuk 10 besar sebelum ada perombakan tertera nama Adie Saputro, Arif Nurhayat, Deden Ahmad Hidayat, Erlin Mulyansyah, Hasan Basri, Moch Nurdin, Imas Nurlatifah, Rahmat Sulaeman Zulkarnaen, Rifqi Ahmad Sulaeman dan Rovi’i.

Idealnya, kata Nurdin, ketika penetapan 5 besar, maka nama-nama yang keluar pun dari 10 orang tersebut. Justru anehnya, dari lima orang yang ditetapkan itu malahan hanya tiga orang saja yang masuk, yakni Adie Saputro, Rifqi Ahmad Sulaiman, Rovi’i.

Sedangkan M. YugaWirapraja dan Maman Resmana, sebelumnya tidak termasuk yang lolos seleksi pada 10 besar. Alhasil, yang masuk lima besar itu Adie Saputro, Rifqi Ahmad Sulaeman, Rovi’i, M. Yuga Wirapraja dan Maman Resmana. “Kok, seperti zombie saja ya, tiba-tiba bisa masuk untuk FPT (fit and proper tes),” tuturnya.

Sementara 7 orang lainnya hilang dari kompetisi tersebut tanpa alasan yang jelas. Padahal sambungnya, dari 7 peserta itu diantaranya memiliki ranking cukup bagus.  “Arif Nurhayat rangking 1, Erlin Mulyansyah ranking 3 dan Rahmat Sulaeman Zulkarnaen ranking 6. Pastinya ini jadi pertanyaan besar bagi kita,” ucapnya.

Baca Juga  Parpol Pengusung Siap Kawal Janji Politik Rindu

Sebenarnya jika diungkap dari awal, kejanggalan seleksi calon Komisioner tersebut telah terlihat juga. Nama-nama yang ditetapkan lolos fit and proper tes, hanya menduduki ranking di atas 10 besar yakni antara ranking 11-23.

Ia juga mengatakan, berdasarkan PKPU No 7 tahun 2018 bahwa Timsel harus mengusulkan 2 kali jumlah yang akan diganti. Mereka nanti bakal bertindak sebagai komisioner 5 orang dan untuk Pengganti Antar Waktu (PAW) 5 orang.

Sayangnya dalam revisi calon anggota KPU yang dinyatakan berhak mengikuti fit and proper tes, tidak diumumkan dan ditandatangani oleh Timsel. Padahal yang memiliki kewenangan tersebut adalah Timsel yang mempunyai kewenangan merevisi dan menetapkannya.

“Ini malah diumumkan dan ditandatangani oleh KPU RI. Kita sih hanya ingin transparansi dengan hasil tes psikologinya. Jangan sampai ini dijadikan alibi oleh KPU RI,” sesalnya. ***

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bale Politik

BANDUNG, Balebandung.com – Sebanyak 38 bakal calon kepala daeran (Balokada) dari 8 kabupaten/kota di Jawa Barat yang mendaftar melalui PDI Perjuangan mengikuti fit and proper tes di Sekretariat DPD PDI Perjuangan Jawa Barat, Jl Pelajar Pejuang 45 Kota Bandung, Sabtu (28/9/19). Ke-38 balon kada tersebut bersiap mengikuti Pilkada Serentak 2020 yang digelar di daerahnya masing-masing, […]

Bale Politik

BALEENDAH, Balebandung.com – Para bakal calon Bupati/Wakil Bupati Bandung 2020-2025 yang mendaftar ke PDI Perjuangan, akan mengikuti fit and proper test (uji kelayakan dan kepatutan) yang akan diselenggarakan di DPD PDI Perjuangan Jawa Barat pada 28 September mendatang. Hal ini menyusul berakhirnya masa penjaringan balonbup/wabup Bandung pada Jumat 20 September kemarin, di mana ada empat […]

Bale Politik

SOREANG, Balebandung.com – KPU Kabupaten Bandung mengajukan rencana anggaran biaya (RAB) untuk penyelengaraan Pilkada Kab Bandung 2020 sebesar lebih dari Rp99 miliar atau tepatnya Rp 99.032.378.543. RAB tersebut diajukan sesuai dengan pasal 8 Permendagri No 54 /2019 tentang pendanaan kegiatan pemilihan bupati dan wakil bupati yang bersumber dari APBD. Ketua KPU Kab Bandung Agus Baroya mengatakan nilai […]

Bale Politik

BANDUNG, Balebandung.com – Generasi Optimis (Go) Indonesia mendeklarasikan dukungannya kepada Yena Iskandar Ma’soem, untuk maju dalam Pemilihan Kepala Daerah Kabupaten Bandung. Go Indonesia menilai, sosok Yena Masoem, sejalan dengan apa yang diperjuangkan oleh Go Indonesia yakni anti korupsi dan anti intoleransi. Karenanya Yena perlu disuarakan kepada masyarkat luas khususnya masyarakat Kab Bandung dan kepada parpol […]

Bale Politik

BALEENDAH, Balebandung.com – PDI Perjuangan Jawa Barat menargetkan 5 kemenangan dari 8 kabupaten/kota yang menggelar Pilkada Serentak 2020. Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Barat Ono Surono mengatakan target bidikan kemenangan itu sesuai dengan yang telah diinstruksikan Dewan Pengurus Pusat (DPP). “Kita optimis menang di lima daerah. Misal di Kabupaten Pangandaran dan Tasik kita punya incumbent,” […]

Bale Jabar

BANDUNG, Balebandung.com – DPD PDI Perjuangan Jabar mengagendakan Roadshow Pilkada Serentak di delapan daerah di Jawa Barat yang akan melangsungkan Pilkada Serentak 2020. Dalam roadshow tersebut, Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Barat, Ono Surono akan hadir didampingi Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Barat Bidang Pemenangan Pemilu, Mochtar Mohamad, beserta jajaran BP Pemilu PDI Perjuangan […]