SOREANG, balebandung.com – Bupati Bandung Dadang Supriatna melalui Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung memberikan penghargaan kepada SDIT Assaidiyyah Desa Gajahmekar, Kecamatan Kutawaringin, atas kontribusinya dalam mendukung akses pendidikan bagi siswa berprestasi dan kurang mampu.
Penghargaan tersebut diberikan dalam kegiatan Kick Off Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) jenjang TK, SD dan SMP Tahun Ajaran 2026/2027 di Gedung Moh Toha Kompleks Pemkab Bandung, Selasa (19/5/2026).
Kepala SDIT Assaidiyyah, Andris Fajar mengatakan penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi atas komitmen sekolah yang selama hampir 20 tahun konsisten memberikan subsidi silang dan bantuan pendidikan bagi masyarakat kurang mampu.
Menurutnya, pendidikan berkualitas seharusnya dapat diakses seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali.
“Sejak awal berdiri, kami berupaya agar anak-anak yang memiliki semangat belajar tetap bisa mendapatkan pendidikan yang layak meskipun berasal dari keluarga dengan keterbatasan ekonomi,” ujar Andris Fajar.
Ia mengatakan sistem subsidi silang yang diterapkan sekolah menjadi salah satu upaya menjaga keseimbangan antara kualitas pendidikan dan kepedulian sosial terhadap masyarakat sekitar.
Selain fokus pada pendidikan akademik dan karakter, SDIT Assaidiyyah juga dikenal aktif membangun budaya sekolah berbasis kepedulian lingkungan.
Sebelumnya, SDIT Assaidiyyah berhasil meraih peringkat pertama dalam penilaian Program Adiwiyata tingkat Kabupaten Bandung sebagai sekolah peduli dan berbudaya lingkungan.
Penghargaan tersebut diberikan atas komitmen sekolah dalam menjaga kebersihan lingkungan, pengelolaan sampah hingga penerapan program zero waste di lingkungan sekolah.
“Kami ingin membangun budaya disiplin dan kepedulian lingkungan sejak dini kepada para siswa. Hal-hal kecil seperti membawa tumbler dan tidak membuang sampah sembarangan terus kami biasakan,” katanya.
Selain itu, sekolah juga secara konsisten mengelola lubang biopori dan menjalin kerja sama dengan bank sampah di lingkungan sekitar sekolah.
Tak hanya di bidang lingkungan, sekolah yang telah terakreditasi A tersebut juga aktif mengembangkan program pendidikan keagamaan melalui program Tahfidz Al-Qur’an bagi siswa.
Menurut Andris, pendidikan karakter dan akhlak tetap menjadi fondasi utama dalam membentuk generasi masa depan.
“Kami berharap sekolah tidak hanya melahirkan siswa yang cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki karakter, kepedulian sosial dan nilai-nilai keagamaan yang kuat,” pungkasnya.***







