Bale Kab BandungEkonomi

BPJS Ketenagakerjaan Apresiasi BPR Kertaraharja

SOREANG – PT. Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Kertaraharja mendapat apresiasi khusus dari Badan Penjamin Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan. BUMD Kabupaten Bandung tersebut selalu membayar iuran BPJS Ketenagakerjaan secara rutin tiap bulan. Apresiasi khusus tersebut dituangkan dalam sebuah surat resmi dari BPJS Ketenagakerjaan pada 3 Agustus lalu.

Direktur Operasional PT. BPR Kertaraharja Ir. H.Boy Ferli Sumaatmaja SE mengaku bangga dengan apresiasi dari BPJS Ketenagakerjaan. Boy menjelaskan apresiasi tersebut didapat karena pihaknya selalu tepat membayar premi BPJS Ketenagakerjaan karyawannya.

“Sebagai perusahaan milik pemerintah, kami harus memberikan contoh kepada perusahaan lain untuk memberi jaminan karyawan dengan mendaftarkannya ke BPJS Ketenagakerjaan dan membayar iurannya tepat waktu tiap bulan,” tutur Boy kepada wartawan, Selasa (28/8/18).

Saat ini BPR Kertaraharja menampung 231 pegawai baik di pusat maupun di 15 kantor cabang, 12 Poskas dan 2 Kantor Kas yang tersebar di wilayah di Kabupaten Bandung dan Kabupaten Bandung Barat. “Sudah menjadi ketentuan sesuai undang-undang, kalau karyawan harus didaftarkan di BPJS Ketenagakerjaan,” kata dia.

Pemberian hak pegawai dengan mendaftarkannya kepada BPJS Ketenagakerjaan, lanjut H.Boy, tidak terlepas dari lancarnya usaha yang dijalankan. Walaupun berstatus sebagai bank milik Pemerintah Kabupaten Bandung, namun perusahaan telah membukukan keuntungan cukup besar.

Pada 2017, BPR Kertaraharja membukukan laba sebesar Rp 6,4 miliar. Jumlah tersebut melampaui target yang ditetapkan sebesar Rp 6 miliar. “Tahun ini kami ditargetkan mendapat laba Rp7miliar dan target aset senilai Rp 294 miliar,” ungkapnya.

Pihaknya meyakini target tersebut akan mudah diraih, mengingat BPR Kertaraharja memiliki performa cukup bagus. Hal tersebut terlihat dari jumlah nasabah yang terus berkembang hingga kini mencapai 45 ribu nasabah tabungan, 12.900 nasabah deposito dan 18.900 nasabah kredit.

“Nasabah kami 60 persen diantaranya adalah para pelaku UMKM. Ini berbeda dengan beberapa tahun sebelumnya, di mana 60 persen nasabah kami kebanyakan dari PNS dan instansi lainnya. Melihat perkembangan yang semakim hari makin baik, kami terus melakukan inovasi dan perbaikan di berbagai sektor, termasuk perbaikan infastruktur gedung. Perbaikan dan pembangunan gedung kami lakukan untuk memberikan kenyamanan kepada nasabah,” pungkasnya. ***

Tags

Baca Juga

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close