SOREANG, balebandung.com — Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026 tingkat Kabupaten Bandung ditargetkan dihadiri hingga 20 ribu peserta. Kegiatan yang dipusatkan di Lapang Upakarti, Soreang, pada Kamis, 22 Oktober 2026, itu akan dirangkaikan dengan pembukaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat Kabupaten Bandung.
Ketua Panitia Peringatan HSN 2026, KH Aang Syamsul Ulum, mengatakan daftar kehadiran sementara mencatat sekitar 4.000 santri yang siap mengikuti upacara. Menurut Aang, jumlah peserta diproyeksikan bertambah karena kegiatan tersebut digabung dengan pembukaan MTQ Tingkat Kabupaten Bandung 2026 yang melibatkan unsur masyarakat dan kalangan keagamaan.
“Kalau berdasarkan list daftar hadir yang siap hadir itu ada 4.000 santri. Tapi memang ditargetkan 20 ribu karena peringatan HSN disatukan dengan pembukaan MTQ Tingkat Kabupaten Bandung,” kata Ustadz Aang kepada Balebandung.com, Rabu (14/10/2026).
Peserta yang telah terdata diprioritaskan berasal dari pondok pesantren di daerah pemilihan (dapil) I Kabupaten Bandung. Mereka berasal dari berbagai latar belakang organisasi Islam, di antaranya Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah, Persatuan Islam (Persis), Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII), dan Syarikat Islam.
Selain menjadi ajang peringatan Hari Santri, panitia menyiapkan apresiasi bagi pondok pesantren yang berpartisipasi dengan mengirimkan santri dalam jumlah besar. Penilaian juga akan mempertimbangkan penampilan, pakaian khas santri, serta kreasi yang ditampilkan masing-masing pesantren.
“Forum Pondok Pesantren (FPP) Kabupaten Bandung akan memberi apresiasi kepada ponpes yang turut berpartisipasi bagi yang mengirimkan santri terbanyak di peringatan HSN. Bukan saja dari segi banyaknya santri, tapi dilihat juga penampilan gaya dan pakaian khas santrinya termasuk penampilan kreasi mereka,” ujar Aang yang juga Ketua FPP Kabupaten Bandung.
FPP Kabupaten Bandung, yang menurut Aang menaungi 384 pondok pesantren, juga akan memberikan penghargaan kepada santri berprestasi di tingkat nasional dan internasional. Penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi terhadap capaian santri sekaligus dorongan agar pesantren terus mengembangkan potensi pendidikan dan prestasi para peserta didiknya.
Panitia juga menyiapkan fasilitas makan gratis dan pemeriksaan kesehatan gratis bagi peserta yang sudah mendaftarkan diri melalui FPP.
Menurut Ajengan Ageung, sapaan ajengan Aang, peringatan HSN tidak semestinya berhenti pada seremoni tahunan. Momentum ini perlu dimanfaatkan untuk memberikan ruang apresiasi kepada santri sekaligus mempersiapkan mereka agar mampu berkontribusi dalam pembangunan bangsa dan menyongsong Generasi Emas 2045.
Secara nasional, Hari Santri 2026 mengusung tema “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas”. Kementerian Agama menempatkan peringatan ini sebagai momentum untuk memperkuat peran santri dalam pembangunan, termasuk melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta penguatan kemandirian ekonomi.***







