Bale Bandung

Ibu Kota Jawa Barat yang Baru Butuh Lahan 75 Ha, Tegalluar Bisa Siapkan

×

Ibu Kota Jawa Barat yang Baru Butuh Lahan 75 Ha, Tegalluar Bisa Siapkan

Sebarkan artikel ini
Kunjungan Pansus DPRD Jabar tentang rencana pemindahan ibu kota Provinsi Jabar, ke Desa Tegalluar.
Kunjungan Pansus DPRD Jabar tentang rencana pemindahan ibu kota Provinsi Jabar.

BOJONGSOANG, Balebandung.com – Kepala Desa Tegalluar H. Galih Hendrawan menyatakan, berdasarkan hasil kunjungan Tim Pansus DPRD Provinsi Jabar dan Bappeda Jabar ke Desa Tegalluar Kecamatan Bojongsoang Kabupaten Bandung pada beberapa waktu lalu, untuk pemindahan Ibu Kota Provinsi Jabar ke Desa Tegalluar membutuhkan lahan seluas 75 hektare. Sementara luas wilayah Desa Tegalluar mencapai 756 hektare.

“Tim Pansus DPRD Provinsi Jabar saat berkunjung ke Desa Tegalluar, mempertanyakan apakah masih ada lahan kosong seluas 75 hektare. Insya Allah, kami siap menyediakan lahan kosong, karena masih ada lahan kosong sekitar 150 hektare,” kata Galih kepada wartawan di Kantor Desa Tegalluar, Jumat (30/8/19).

Galih mengatakan, lahan kosong yang disiapkan untuk wacana pemindahan Ibu Kota Jawa Barat itu merupakan milik masyarakat. “Lokasi Tegalluar ini representatif, karena akses ke jalan tol sangat dekat dan berdekatan dengan akses Flyover Gedebage. Selain itu, dekat dengan wacana pembangunan akses jalan Tol Cisumdawu (Cileunyi-Sumedang-Dawuan) dan akses Tol Cigatas (Cileunyi-Garut dan Tasikmalaya),” kata Galih. Lebih dari itu juga berdekatan dengan akses jalan Stasiun Kereta Api Cepat Jakarta-Bandung.

Kendati begitu Galih mengakui Desa Tegalluar masih rawan banjir di musim hujan. Untuk penanggulangan banjir tersebut, pihaknya sudah sering melayangkan surat ke Balai Besar Wilayah Sungai Citarum (BBWSC) dan dinas terkait.

Selama ini, kata Galih, pelaksanaan normalisasi hanya di Sungai Citarum saja, sementara anak sungainya belum, seperti di Sungai Cinambo, Sungai Citarik dan Sungai Cikeruh yang bermuara ke Sungai Citarum.

“Di saat volume air membesar, di ketiga anak Sungai Citarum itu biasa meluap dan menggenangi hampir seluruh RW di Desa Tegalluar yang mencapai 14 RW,” ungkapnya.

Maka untuk solusi permasalahan banjir ini perlu dibangun embung-embung atau danau buatan sebagai daerah resapan dan penampung air di musim hujan.

Bahkan menurutnya di jembatan Sungai Cikeruh kerap jadi salah satu penyebab banjir karena sampah yang tertahan di jembatan selalu menghambat aliran air sungai saat musim hujan.***

Ibu Kota Jawa Barat Diwacanakan Pindah ke Tegalluar, Begini Kata Kadesnya

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bale Bandung

BALEBANDUNG.COM – Dalam naskah Kidung Sundayana, Bubat bukan sekadar perang. Ia adalah dakwaan berdarah terhadap mahapatih yang mengubah perkawinan menjadi penaklukan. Perang Bubat sering datang kepada kita dalam kalimat-kalimat pendek. Dalam Carita Parahyangan, ia hanya muncul sebagai jejak singkat: orang-orang berperang di Majapahit. Dalam Pararaton, ia dicatat lebih terang, tetapi tetap ringkas: ada peristiwa Pasunda […]

Bale Bandung

BALEBANDUNG.COM – Pangeran Wastu Kancana ditinggal wafat ayahnya, Prabu Maharaja Linggabuana, ketika ia berusia 9 tahun. Ayahnya meninggal dalam Perang Bubat tahun 1357 M. Karena Wastu masih terlalu muda untuk menjadi Raja Sunda, pemerintahan lalu dipegang oleh pamannya, Sang Bunisora, sebagai pejabat sementara raja. Perang Bubat bukan cuma tragedi gugurnya Prabu Linggabuana, Dyah Pitaloka, dan […]

Bale Bandung

BANDUNG, balebandung.com – Pusat Sumber Daya Komunitas atau PSDK DAS Citarum mendesak pemerintah mengevaluasi secara menyeluruh Peraturan Presiden Nomor 15 Tahun 2018 tentang Percepatan Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan DAS Citarum. Desakan itu disampaikan menjelang 10 Tahun Hari Citarum yang diperingati setiap 24 Mei. Ketua PSDK DAS Citarum Ahmad Gunawan mengatakan evaluasi diperlukan karena sejumlah program […]

Bale Bandung

PARARATON umumnya diartikan sebagai “Kitab Para Ratu”. Akar katanya adalah ratu. Dalam Jawa Kuno/Jawa Pertengahan, ratu tidak selalu berarti “ratu perempuan” seperti dalam bahasa Indonesia modern. Ratu bisa berarti penguasa, raja, raja perempuan, atau monark. Jadi lebih aman diterjemahkan sebagai penguasa kerajaan. Sumber ringkas juga menjelaskan Pararaton berasal dari “para ratu” yang berarti para penguasa, […]

Bale Bandung

balebandung.com – Tragedi Bubat tidak bisa terus-menerus dibaca sebagai kisah cinta yang gagal. Di balik rencana pernikahan Raja Majapahit, Hayam Wuruk, dengan putri Sunda, Dyah Pitaloka Citraresmi, ada perkara yang jauh lebih keras: kehormatan sebuah kerajaan yang dipaksa masuk ke dalam kalkulasi politik kekuasaan. Di titik itulah nama Gajah Mada tidak bisa dilepaskan. Ia bukan […]