SOREANG, balebandung.com – Bupati Bandung Dadang Supriatna mendorong Persatuan Ahli Gizi Indonesia (PERSAGI) memperkuat peran dalam percepatan penurunan stunting melalui edukasi gizi, pendampingan keluarga, dan intervensi berbasis data. Kolaborasi lintas sektor dinilai penting agar program kesehatan lebih tepat sasaran.
Pesan tersebut disampaikan Bupati Kang Dadang Supriatna (KDS) dalam pelantikan pengurus DPC PERSAGI Kabupaten Bandung periode 2026–2031 sekaligus seminar gizi di Gedung Mohamad Toha, Soreang, Sabtu (10/10/2026). KDS mengapresiasi kontribusi PERSAGI dalam meningkatkan pengetahuan masyarakat dan kualitas pelayanan gizi.
Berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024, prevalensi stunting di Kabupaten Bandung tercatat 24,1 persen. KDS menegaskan, stunting bukan sekadar persoalan tinggi badan anak, tetapi juga berkaitan dengan perkembangan, kemampuan belajar, dan kualitas sumber daya manusia pada masa depan.
Menurutnya, penanganan stunting tidak bisa hanya mengandalkan Dinas Kesehatan. Upaya tersebut membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, mulai dari pemenuhan gizi ibu hamil dan balita, pendampingan keluarga berisiko, perbaikan pola asuh, akses air bersih dan sanitasi, hingga penguatan ketahanan pangan keluarga.
KDS berharap PERSAGI mengambil peran lebih aktif melalui edukasi gizi berbasis masyarakat, peningkatan kapasitas tenaga kesehatan, serta pemanfaatan data untuk menentukan intervensi yang tepat. Ia juga mendorong optimalisasi pangan lokal Kabupaten Bandung sebagai sumber pangan bergizi, terjangkau, dan mudah diakses masyarakat.
Dalam seminar bertema Food Safety: Langkah Cerdas Memilih Pangan yang Aman, Bergizi dan Sehat, KDS turut mengingatkan pentingnya edukasi keamanan pangan di lingkungan keluarga, sekolah, pesantren, rumah sakit, hingga pelaku usaha pangan dan UMKM. Ia berharap kepengurusan PERSAGI yang baru mampu menghadirkan program konkret dan terukur untuk meningkatkan kualitas gizi masyarakat Kabupaten Bandung.
Sementara itu, Ketua DPC PERSAGI Kabupaten Bandung periode 2021–2026 Haris Nurdiana Sofyan menyampaikan terima kasih kepada seluruh anggota yang telah mendukung program dan memperkuat organisasi selama masa kepemimpinannya. Ia juga menyampaikan permohonan maaf atas kekurangan dalam pelaksanaan program maupun komunikasi selama menjalankan amanah. Haris menegaskan, pergantian kepemimpinan tidak boleh menghentikan kontribusi para ahli gizi bagi profesi dan masyarakat.
“Kepemimpinan boleh berganti, tetapi semangat pengabdian tidak boleh berhenti. Jabatan boleh berakhir, tetapi kontribusi untuk profesi dan masyarakat harus terus berlanjut,” ujarnya.
Ia berharap kepengurusan baru dapat melanjutkan program yang telah berjalan, meningkatkan kompetensi anggota, memperkuat solidaritas profesi, serta memperluas kontribusi PERSAGI dalam meningkatkan kualitas gizi masyarakat Kabupaten Bandung.***







