Bale Bandung

Masuk 57 Rencana Aksi, KDS Percepat Sertifikasi 10.000 Tanah Wakaf dan Sarana Keagamaan

×

Masuk 57 Rencana Aksi, KDS Percepat Sertifikasi 10.000 Tanah Wakaf dan Sarana Keagamaan

Sebarkan artikel ini
Bupati Bandung Dadang Supriatna saat Sosialisasi Sertifikasi Tanah Wakaf dan Tempat Ibadah di Rumah Dinas Bupati di Soreang, Senin (31/8/26).

SOREANG, balebandung.com – Bupati Bandung Dadang Supriatna menegaskan komitmennya untuk mempercepat sertifikasi sekitar 10.000 bidang tanah wakaf dan sarana keagamaan di Kabupaten Bandung. Program tersebut merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Bandung dalam memberikan kepastian hukum terhadap aset keagamaan sekaligus mewujudkan kemaslahatan bagi masyarakat.

Komitmen tersebut disampaikan KDS saat menghadiri Sosialisasi Sertifikasi Tanah Wakaf dan Tempat Ibadah di Wilayah Kabupaten Bandung, di rumah dinas Bupati Bandung, Soreang, Senin (31/8/2026).

KDS mengatakan, percepatan sertifikasi tanah wakaf telah tercantum dalam 57 Rencana Aksi Kabupaten Bandung, tepatnya Rencana Aksi ke-35 mengenai peningkatan sertifikasi aset pemerintah daerah, pemerintah desa, dan fasilitas keagamaan.

“Wakaf ini termasuk Rencana Aksi yang ke-35. Saya ingin sertifikasi sarana ibadah dan sarana keagamaan di Kabupaten Bandung bisa selesai, minimal dalam masa kepemimpinan saya yang kedua,” ujar KDS.

Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Bandung sebelumnya telah melakukan kerja sama dengan ATR/BPN dan Kementerian Agama sebagai salah satu langkah untuk mempercepat proses sertifikasi. Karena itu, ia meminta seluruh pihak segera bergerak dan tidak berhenti pada tahap kerja sama maupun sosialisasi.

KDS menginstruksikan Sekretariat Daerah, perangkat daerah terkait, camat, kepala desa, Kantor Urusan Agama (KUA), ATR/BPN, organisasi masyarakat Islam, serta Dewan Masjid Indonesia (DMI) untuk melakukan inventarisasi dan menyelesaikan berbagai persoalan administrasi di lapangan.

“Angka 10 ribu memang banyak, tetapi kalau kita kompak dan gotong royong, insya Allah bakal selesai. Yang penting pertemuan hari ini harus ada output dan tindak lanjutnya,” tegasnya.

Ia juga meminta agar segera dibentuk PIC yang mengawal proses sertifikasi, sehingga koordinasi antara Pemkab Bandung, Kementerian Agama, ATR/BPN hingga tingkat kecamatan dan desa dapat berjalan lebih efektif.

Menurut KDS, salah satu kendala yang perlu segera diselesaikan adalah persoalan pengukuran dan kelengkapan dokumen tanah wakaf. Untuk itu, camat dan kepala KUA diminta aktif turun ke lapangan mengidentifikasi tanah wakaf yang belum memiliki sertifikat serta membantu penyelesaian dokumennya.

KDS juga menegaskan dukungan Pemerintah Kabupaten Bandung terhadap kemudahan pembiayaan dan perpajakan bagi sarana ibadah sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Ia berkomitmen bahwa tanah untuk tempat ibadah dibebaskan pajaknya.

“Kalau memang ada biaya yang harus disiapkan sesuai aturan, kita siapkan anggarannya. Yang penting demi terwujudnya sertifikasi bidang keagamaan di Kabupaten Bandung,” katanya.

KDS berharap seluruh pihak dapat memanfaatkan momentum tersebut untuk menyelesaikan persoalan sertifikasi secara bersama-sama.

“Mumpung kita masih diberi kepercayaan oleh Allah menjadi pejabat dan pimpinan di masing-masing tingkatan, mari kita manfaatkan untuk kemaslahatan umat,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bandung, Ramlan Rustandi mengapresiasi komitmen Bupati Bandung dalam mempercepat sertifikasi tanah wakaf.

Ramlan menjelaskan, pada 2025 Kementerian Agama bersama ATR/BPN memiliki target sertifikasi sebanyak 312 titik, dengan realisasi 200 titik. Belum tercapainya target tersebut antara lain disebabkan sejumlah permohonan masih terkendala kelengkapan dokumen.

Untuk 2026, Kementerian Agama telah menyiapkan 114 titik dalam rangka akselerasi sertifikasi tanah wakaf melalui program yang berjalan secara nasional.

Di luar program tersebut, Ramlan menyebut terdapat program Pemerintah Kabupaten Bandung untuk mempercepat sertifikasi sekitar 10.000 titik, yang diprioritaskan bagi tempat ibadah dan sarana keagamaan.

“Tanah wakaf dan tempat ibadah adalah salah satu aset suci, aset umat yang bersifat kekal dan abadi. Bukan milik perorangan, juga bukan milik lembaga atau pengurus,” jelasnya.

Ramlan mengatakan Kementerian Agama Kabupaten Bandung telah membentuk tim dan menyiapkan PIC untuk memperkuat koordinasi dengan ATR/BPN. Pihaknya juga akan melibatkan KUA di setiap kecamatan untuk membantu mengidentifikasi serta melengkapi dokumen tanah wakaf.

Ia menambahkan, percepatan sertifikasi tidak hanya menyasar masjid dan tempat ibadah, tetapi juga madrasah, pondok pesantren, serta lembaga pendidikan keagamaan yang berdiri di atas tanah wakaf.***

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bale Bandung

SOREANG, balebandung.com – BAZNAS Kabupaten Bandung menggandeng Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Bandung untuk memperkuat pemberdayaan ekonomi umat. Kolaborasi ini diarahkan agar pengelolaan dana sosial keagamaan tidak hanya membantu masyarakat memenuhi kebutuhan dasar, tetapi juga membuka jalan bagi mustahik untuk mandiri dan pada akhirnya menjadi muzaki. Kerja sama tersebut dituangkan dalam nota kesepahaman (MoU) […]

Bale Bandung

SOREANG, balebandung.com — Bupati Bandung Dadang Supriatna mengapresiasi rekonsiliasi yang menyatukan kembali Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Bandung. Penyatuan tersebut ditandai dengan pelaksanaan Rapat Pimpinan Kabupaten (Rapimkab) I Kadin Kabupaten Bandung 2026 di Gedung Moh Toha, Soreang, Kamis (15/10/2026). Bupati yang akrab disapa KDS, mengatakan pertemuan yang mempertemukan dua putra daerah, Boni Anggara dan […]

Bale Bandung

JAKARTA, balebandung.com — Pengelolaan zakat dituntut tidak sekadar menghimpun dan menyalurkan dana, tetapi juga mampu menghadirkan perubahan nyata bagi kesejahteraan masyarakat. Semangat tersebut menjadi bagian dari keikutsertaan jajaran pimpinan BAZNAS Kabupaten Bandung dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) BAZNAS RI 2026 di Jakarta, 13–16 Oktober 2026. Hadir dalam agenda nasional tersebut, Ketua BAZNAS Kabupaten Bandung Dr. […]

Bale Bandung

CIWIDEY, balebandung.com – Warga Desa Lebakmuncang, Kecamatan Ciwidey, Kabupaten Bandung mengaku senang gembiri serta menggelar syukuran dengan berdo’a dan makan bersama di pinggir sebuah perkebunan teh dan pinus. Jalan perbatasan yang menghubungkan Kecamatan Ciwidey dan Kecamatan Gununghalu Kabupaten Bandung Barat (KBB) saat ini kondisinya sudah mulus. Bupati Bandung Dadang Supriatna yang mengusulkan pembangunan jalan perbatasan […]

Bale Bandung

SOREANG, balebandung.com — Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026 tingkat Kabupaten Bandung ditargetkan dihadiri hingga 20 ribu peserta. Kegiatan yang dipusatkan di Lapang Upakarti, Soreang, pada Kamis, 22 Oktober 2026, itu akan dirangkaikan dengan pembukaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat Kabupaten Bandung. Ketua Panitia Peringatan HSN 2026, KH Aang Syamsul Ulum, mengatakan daftar kehadiran sementara […]

Bale Bandung

ARJASARI, balebandung.com –Kepedulian TNI terhadap kesulitan rakyat kembali diwujudkan. Danpussenif Letjen TNI H. Iwan Setiawan, S.E., M.M. melaksanakan peresmian Jembatan Gantung Perintis Garuda Citiis Desa Baros disertai pembagian sembako kepada masyarakat setempat. Peresmian jembatan yang menghubungkan Desa Baros dengan Desa Mekarjaya, Kecamatan Arjasari, Kabupaten Bandung tersebut berlangsung pada Rabu (14/10/2026) dan dihadiri Camat Arjasari, Kepala […]