balebandung.com – PT Geo Dipa Energi (Persero) (GDE) kembali mencatatkan tonggak penting dalam pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Patuha Unit 2 berkapasitas 1 × 55 MW.
Pembangunan Proyek Strategis Nasional (PSN) ini resmi memasuki tahap krusial ditandai dengan suksesnya pengangkutan dan mobilisasi komponen utama pembangkit, yaitu generator listrik, menuju lokasi proyek.
Generator merupakan “jantung” dari sebuah pembangkit listrik yang berfungsi mengubah energi mekanik dari putaran turbin menjadi energi listrik. Kehadiran komponen utama ini menjadi milestone penting bagi PT Geo Dipa Energi (Persero) dalam mendukung percepatan transisi energi dan pencapaian target bauran energi baru terbarukan (EBT) nasional.
Sebagai ringkasan, tahapan yang telah dilalui antara lain pekerjaan persiapan lokasi untuk pembangkit, pekerjaan sipil dan mekanikal. Meliputi pembangunan pondasi, pendirian struktur baja, konstruksi power house, serta pemasangan berbagai fasilitas pendukung.
Untuk kemudian pada periode ini telah dihadirkan Generator yang merupakan komponen utama dari proyek ini, sebelum memasuki tahap pengujian (commissioning) dan pengoperasian komersial.
Berikut ini beberapa tahap krusial yang telah dilalui:
Proses Inspeksi Generator
Komitmen Safety dan Konsultasi Bermakna dengan Masyarakat Mobilisasi generator menjadi penanda bahwa pembangunan PLTP Patuha Unit 2 terus bergerak menuju tahap penyelesaian dan pengoperasian. Sebelum mobilisasi, GDE menetapkan standar mitigasi risiko yang ketat.
Pengecekan Kesehatan Sebelum Mobilisasi
Serangkaian inspeksi proses pra-mobilisasi dilakukan mencakup pengecekan ulang generator, pemeriksaan teknis armada, uji kesehatan pengemudi dan awak, hingga konsultasi bermakna (meaningful consultation) bersama pemangku kepentingan dan masyarakat dari Desa Sugihmukti, Alamendah, dan Panundaan pada Rabu (17/6/26).
HSE & Safeguard Superintendent, Aditya Rahman, menegaskan komitmen perusahaan keamanan dan kenyamanan warga sekitar. ”Kami (GDE) menganggap penting untuk diadakannya pertemuan ini. Harapannya adalah saat kita (GDE) melakukan mobilisasi, warga dalam kondisi aman dan nyaman, tidak terganggu,” kata Aditya.
Keandalan Infrastruktur & Rekayasa Teknis
Sebagai kargo berukuran dan berbobot super berat (Over Dimension Heavy Cargo / ODHC) yang mencapai ratusan ton, proses pengangkutan dari Gerbang Tol Soreang menuju lokasi PLTP Patuha Unit 2 pada Senin (6/7/26) membutuhkan persiapan teknis ekstra.
Mobilisasi Generator Menggunakan Multi-axle
Menggunakan armada prime moverdan multi-axle dengan kecepatan rata-rata 5 km/jam, perjalanan menempuh waktu dua hari dengan pengawalan ketat dan ambulans siaga. Guna memastikan keamanan infrastruktur jalan dan jembatan, GDE berkoordinasi dengan Balai Sistem Jaringan dan Lingkungan Jalan UPTD Ujungberung.
Berdasarkan rekomendasi teknis, perusahaan menerapkan metode Foot on Bridge—pemasangan pelat baja sementara di atas permukaan jembatan—di sejumlah titik krusial seperti Jembatan Cipadaruum agar beban terdistribusi merata dan berada dalam batas aman struktur.
Proses Rekayasa Lalu Lintas oleh Dinas Perhubungan
Sepanjang perjalanan, armada harus melintasi jalur dengan kontur yang menanjak, tikungan yang cukup tajam, hingga sejumlah jembatan yang secara keseluruhan telah melalui kajian teknis sebagai antisipasi belum mobilisasi dilaksanakan. Setiap tahapan dilakukan secara hati-hati dengan pengawasan ketat untuk memastikan keselamatan personel, masyarakat, serta infrastruktur yang dilalui.
Pengawasan Lingkungan dan Dukungan Penuh Warga
Sebagai bentuk kepatuhan terhadap pemantauan lingkungan, GDE telah mengumpulkan data dasar (baseline) terkait getaran, kebisingan, dan kualitas udara ambien sebelum serta selama mobilisasi. Hasil pengujian mengonfirmasi bahwa tingkat kebisingan dan getaran berada jauh di bawah ambang batas sesuai Keputusan Menteri Lingkungan Hidup No. 48 Tahun 1996 dan No. 49 Tahun 1996.
Selain itu tahapan lainnya juga telah dilalui meliputi;
– Konsultasi Bermakna Pre-Mobilisation
– Pengkondisian Jembatan Cipadaruum sebelum generator melintas
– Pengkondisian Jembatan Cipadaruum menggunakan Foot on Bridge
– Proses pengujian kualitas udara ambien, dan
– Proses pengujian getaran.
Proses mobilisasi berlangsung aman, tertib, dan tanpa kerusakan infrastruktur maupun keluhan warga. Kehadiran generator ini justru disambut antusias oleh warga setempat. Di beberapa titik, warga tampak
berkumpul hingga malam hari untuk menyaksikan melintasnya muatan utama tersebut, didampingi langsung oleh perangkat desa setempat.
Keberhasilan tahapan ini menjadi bukti nyata sinergi dan kolaborasi yang solid antara PT Geo Dipa Energi (Persero), pemerintah daerah, kepolisian, dinas perhubungan, serta masyarakat Kabupaten Bandung dalam mendukung suksesnya transisi energi hijau di Indonesia.***







