Example
Bale Kota BandungPamong

Nih, Jurus Lain Emil Atasi Banjir Bandung

Wali Kota Bandung Ridwan Kamil saat berdialog bersama Dewan Pemerhati Kehutanan dan Lingkungan Tatar Sunda (DPKLTS) di Jalan Riau, Bandung, Jumat (4/11). by Humas Pemkot Bandung
Wali Kota Bandung Ridwan Kamil saat berdialog bersama Dewan Pemerhati Kehutanan dan Lingkungan Tatar Sunda (DPKLTS) di Jalan Riau, Bandung, Jumat (4/11). by Humas Pemkot Bandung

BANDUNG – Wali Kota Bandung Ridwan Kamil memaparkan rencana kerja Kota Bandung dalam pengelolaan lingkungan dan tata ruang dalam sebuah dialog bersama Dewan Pemerhati Kehutanan dan Lingkungan Tatar Sunda (DPKLTS) di Jalan Riau No. 189 Bandung, Jumat (4/11/16).

Walikota mengatakan, pihaknya akan bekerja sama dengan DPKLTS akan mengkampanyekan Gerakan Satu Rumah Satu Sumur Resapan. Pesan utamanya adalah Zero Rain Off di mana air hujan yang jatuh ke rumah-rumah agar tidak turut menyumbang air ke jalanan atau gorong-gorong. “Jadi sebisa mungkin air yang masuk ke gorong-gorong itu hanya yang jatuh ke aspal dan gorong-gorong,” jelas Ridwan.

Gagasan itu muncul dari hasil diskusi tersebut sebagai solusi mengatasi banjir di Kota Bandung. Rencana lainnya adalah pembangunan 5 danau resapan yang tersebar di berbagai wilayah. “Tahun 2017 akan ada 5 danau resapan. Letaknya di Jalan Bima, Sinaraga, Jalan Babakanjeruk, depan Pasar Gedebage, dan yang kelima yang pembebasan lahan di danau raksasanya di masjid terapung,” papar Ridwan.

Danau resapan tersebut akan berfungsi sebagai parkir air yang akan menampung dan mencegah aliran air sehingga tidak langsung mengalir ke saluran akhir. Saat ini, danau parkir air tersebut sudah diujicobakan di Taman Lansia dan sudah berfungsi dengan baik. “Bisa dilihat pas hujan, karena motretnya harus sedang hujan, agar terlihat bahwa itu berfungsi dengan baik,” ujanya.

Emil menambahkan, bahwa segala bentuk cara untuk mengatasi banjir sudah dilakukan sesuai dengan kemampuan Pemkot Bandung. Hanya saja, ada yang sudah bisa dipanen hasilnya, ada pula yang masih berproses. “Semua rencana itu diproses tapi ada yang sifatnya jangka pendek. Maka tidak betul tol air itu gagal, karena memang dari awalnya rencana jangka pendek itu harus dikombinasikan dengan rencana jangka panjang,” tukasnya.

Salah satu proses yang tengah dijalankan adalah proses pembebasan lahan untuk danau-danau resapan sebagai solusi jangka panjang. “Pembebasan lahan itu kan lama, dan warga tidak paham itu. Maka kami hanya bisa menghimbau agar warga bersabar. Percayalah kami tetap bekerja,” ucap Ridwan.

Tags

Baca Juga

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close