Bale Bandung

Program Satata Sariksa dan Rampungnya Komplek Pemkab di Soreang

×

Program Satata Sariksa dan Rampungnya Komplek Pemkab di Soreang

Sebarkan artikel ini
hatta_lantik
Bupati H.U.Hatta saat dilantik oleh Gubernur Jabar Nuriana tahun 1995

SOREANG – Keberhasilan dari kepemimpinan Bupati Bandung periode 1990-2000 Kol. CZI.H.U Hatta Djatipermana, S.Ip secara personal mengarah pada gaya dan sikapnya yang mencoba untuk menjadi seorang demokrat kepada masyarakat, aparat dan lembaga-lembaga lainnya.

Kelebihan lain dari gaya kepemimpinan Hatta adalah mengarah pada kemampuannya untuk bekerja keras dan disiplin dalam melaksakan suatu program, serta kemampuan yang membaja untuk membawa masyarakat Kabupaten Bandung ke arah kemajuan, sesuai amanah yang dijanjikannya pada saat disumpah.

Menurut Bupati Bandung ke XIV ini, disiplin saja belum cukup sebagai modal dalam pembangunan pemerintahan dan kemasyarakatan. Pekerja keras dalam menghadapi tantangan dan persoalan merupakan refleksi diri Bupati Hatta.

Visi pada masa pemerintahannya adalah “Membangun Masyarakat yang Sejahtera, Cerdas, Tertib, Demokrasi, Bersih dan Menegakkan Pemerintahan yang Berlegitimasi dengan Mengedepankan Supremasi Hukum dan Keadilan”.

Selama menjabat sebagai bupati, Hatta mengawali kepemimpinannya dengan melahirkan program “Tahun Kualitas, Satata Sariksa, Bupati Saba Desa, Sautas dan Program Jaga Bumi”.

Makna program Tahun Kualitas yang digulirkan oleh Hatta pada tahun 1990 mengarah pada pengertian membangun kualitas manusia baik secara mental, teknis kerja maupun wawasan yang berguna untuk mendorong pembangunan yang berkualitas baik dalam proses pelaksanaanya maupun hasilnya.

Tujuan dari Tahun Kualitas yang dibangun olehnya adalah menciptakan, mencetak dan mendorong aparat yang berbobot dan menciptakan suasana kerja kondusif bagi gerak langkah pembangunan. Ruang lingkup dari tujuan Tahun Kualitas mencakup seluruh aspek kehidupan aparat pemerintah di daerah dalam menyelenggarakan bidang pemerintahan, pembangunan dan kemasyarakatan.

Pada tahun 1992 programnya yang dijadikan andalan pada masa kepemimpinannya adalah Satata Sariksa (Sarasa). Program ini berakar pada kultur masyarakat, yang terpola dalam kehidupan kolektifisme. Pola kehidupan yang yang mementingkan hubungan emosional dan batiniah. Satata Sariksa memiliki etos kebersamaan, kegotongroyongan masyarakat yang loyal pada kepentingan umum daripada mementingkan pribadi atau golongan.

Sasaran Program Satata Sariksa terdiri atas 3 hal :
1. Meningkatkan kesejahteraan rakyat
2. Mencegah kebocoran anggaran atau keuangan
3. Menciptakan pembangunan infrastruktur yang mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Komplek Perkantoran Pemerintah Kabupaten Bandung di Soreang pada masa Bupati H.U. HATTA di tahun 1990-1992 dirampungkan. Lokasi perkantoran berada di Desa Pamekaran Kecamatan Soreang seluas 24 Ha, dengan menampilkan artsitektur khas gaya Priangan sehingga komplek perkantoran ini disebut-sebut sebagai komplek perkantoran termegah di Jawa Barat.

Pembangunan fasilitas lain seperti Masjid Agung Soreang (Al-Fathu), Lapang Upakarti, Kantor DPRD Kabupaten Bandung, kantor-kantor dinas, lembaga lain dan fasilitas olahraga. Pada masanya dibangun pula Patung Monumen perjuangan di depan Gedung Moh. Toha yaitu “Esa Hilang Dua Terbilang” Patung Pejuang dan Rakyat Petani dipertigaan Soreang-Banjaran.

Untuk menjaga keseimbangan lingkungan diadakan program penghijauan dengan penanaman 1.000 pohon, areal pesawahan yang ada di Kota Soreang bertujuan sebagai paru-parunya Kota Soreang.

Rencana yang sempat digaungkan pada masa pemerintahannya diantaranya program membuat sarana olahraga stadion bertempat di Desa Cingcin yang ia beri nama “Stadion Aang Witarsa” atlet sepakbola legendaris asal Soreang yang menjadi pemain sepak bola tingkat internasional melawan Uni Soviet.

Program sarana olahraga ini ia sebut “Tool to The Cingcin” artinya Cingcin Komplek Olahraga (stadion lapangan terbuka dengan fasilitas kolam renang dan gedung tertutup) berdekatan dengan terminal dan pasarnya dipindahkan dekat Terminal Cingcin. Dari sanalah Soreang menjadi sebuah kota dengan nama Kota Soreang, komplek-komplek perumahan pun dibangun.

Sumber : Penelusuran Sejarah Pemerintah Kabupaten Bandung Tahun 1846 – 2010

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bale Bandung

SOREANG, balebandung.com – Pemerintah Kabupaten Bandung mendorong Persatuan Pencak Silat Indonesia (PPSI) untuk semakin memperkuat pembinaan pencak silat sebagai olahraga masyarakat sekaligus bagian dari pelestarian seni dan budaya daerah. Hal tersebut disampaikan Bupati Bandung, Dadang Supriatna atau yang lebih akrab disapa KDS saat menghadiri Pelantikan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PPSI Kabupaten Bandung periode 2026–2031 di […]

Bale Bandung

SOREANG, balebandung.com – Pemerintah Kabupaten Bandung melaksanakan Upacara Peringatan Hari Olahraga Nasional (HAORNAS) ke-43 sekaligus membuka secara resmi Pekan Olahraga Pemerintah Kabupaten Bandung (PORPEMKAB) Tahun 2026 di GOR Indoor Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Rabu (23/9/2026). Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mendorong budaya hidup aktif dan bugar sekaligus memperkuat kebersamaan, sportivitas, dan silaturahmi di lingkungan […]

Bale Bandung

SOREANG, balebandung.com – Bupati Bandung Dadang Supriatna (KDS) menyatakan Pemerintah Kabupaten Bandung mendukung pelaksanaan fungsi pembentukan peraturan daerah yang dilakukan DPRD melalui Raperda prakarsa DPRD. Namun, pembahasan regulasi tersebut diminta tidak berhenti pada pemenuhan aspek formal dan yuridis, melainkan harus responsif terhadap kebutuhan masyarakat dan dapat diterapkan. Pernyataan tersebut disampaikan KDS dalam Rapat Paripurna DPRD […]

Bale Bandung

2025 Hanya 46,85 Persen, Pemeriksaan 2024 Temukan 41 Bangunan Belum Ber-PBG dengan Potensi Retribusi Rp318,5 Juta SOREANG, balebandung.com – Retribusi Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) menjadi salah satu titik lemah penerimaan daerah yang bersumber dari Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kabupaten Bandung. Pada 2025, realisasi retribusi PBG hanya mencapai 46,85 persen dari target, jauh […]

Bale Bandung

SOREANG, balebandung.com – Bupati Bandung Dadang Supriatna melontarkan kritik terhadap kinerja Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR), khususnya dalam penataan jaringan utilitas telekomunikasi dan implementasi ducting. Bupati Kang Dadang Supriatna (KDS) mempertanyakan masih ditemukannya kabel telekomunikasi yang melintang dan tidak tertata dan semrawut, sementara Pemerintah Kabupaten Bandung telah memiliki regulasi yang mengatur pipa bersama […]

Bale Bandung

SOREANG, balebandung.com — Pendidikan dan Pelatihan Dasar (Diklatsar) atau Basic Class Korps Sukarela (KSR) PMI Kabupaten Bandung Angkatan XV diduga diwarnai praktik perpeloncoan dan kekerasan fisik terhadap peserta. Dugaan tersebut disampaikan salah seorang orang tua peserta berinisial Yn warga Kabupaten Bandung. Kepada balebandung.com, Yn mengaku anaknya mengalami trauma setelah mengikuti Diklatsar yang berlangsung sekitar setahun […]