Bale Jabar

PUSPA Jelekong, Lokasi Rintisan Pengelolaan Sampah Skala Kawasan

×

PUSPA Jelekong, Lokasi Rintisan Pengelolaan Sampah Skala Kawasan

Sebarkan artikel ini
Bupati Bandung Dadang M Naser bersama Gubernur Jabar Ridwan Kamil saat Expose Incinerator Ramah Lingkungan di Gedung Pakuan, Bandung. by Humas Pemkab
Bupati Bandung Dadang M Naser bersama Gubernur Jabar Ridwan Kamil saat Expose Incinerator Ramah Lingkungan di Gedung Pakuan, Bandung. by Humas Pemkab

BANDUNG, Balebandung.com – Hingga kini sampah menjadi persoalan yang cukup berat bagi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung. Sejumlah program penanganan sampah telah digulirkan Dinas Lingkungan Hidup (DLH), seperti Program Pojok Edukasi, Lubang Cerdas Organisasi (LCO), Rintisan Pengembangan Bank Sampah Tematik, Kampung Sabilulungan Bersih (Saber) dan Program Pengurangan Sampah Plastik.

Guna mempercepat penyelesaian masalah itu, kini Pemkab Bandung bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat (Jabar) berencana menjadikan Pusat Edukasi Pengelolaan dan Pemanfaatan Sampah (PUSPA) Jelekong sebagai lokasi rintisan pengelolaan sampah berbasis zero waste.

“Alhamdulillah, Kabupaten Bandung akan menjadi lokasi uji coba pengelolaan sampah berbasis zero waste dengan menggunakan incinerator (stungta) dari Pemprov Jabar,” ucap Bupati Bandung Dadang M Naser dirilis Humas Pemkab Bandung, Senin (7/9/2020).

Saat menghadiri Expose Incinerator Ramah Lingkungan di Gedung Pakuan, Bandung, bupati menerangkan, stungta tersebut merupakan generasi ketiga yang dikembangkan anak bangsa, yakni PT Top Tekno Indo (Hejotekno) dengan PT Pindad (Persero).

“Untuk cara kerjanya, incinerator pemusnah sampah tanpa asap ini akan membakar sampah dengan sempurna (double burner), kemudian di filter dan treatment asap. Sehingga stungta tidak menyisakan zat yang berbahaya, baik bagi manusia maupun lingkungan,” jelasnya.

Bupati berharap, kehadiran incinerator ramah lingkungan dapat membantu pemerintah daerah dalam mengatasi permasalahan sampah.

“Stungta bukan satu-satunya solusi mengatasi sampah, karena yang terpenting adalah pola perilaku masyarakat itu sendiri. Di Kabupaten Bandung sekitar 60 persen karakteristik sampah yang dihasilkan berupa sampah organik. Jika seluruh masyarakat bijak dalam mengelola sampah, misalnya dengan menjadikan sampah organik sebagai kompos atau pupuk. InsyaAllah, persoalan ini sedikit demi sedikit dapat teratasi,” ungkap Dadang

Kepala DLH Kabupaten Bandung Asep Kusumah menerangkan, PUSPA Jelekong merupakan fasilitas pengelolaan sampah berbasis edukasi, melalui penerapan prinsip reuse, reduce and recycle (3R),

“Dalam pengelolaannya, PUSPA Jelekong memanfaatkan sejumlah metode dan teknologi pengelolaan sampah yang terintegrasi. Sehingga dapat menciptakan circular economy dan menjadi prototype pengelolaan sampah skala kawasan berbasis zero waste,” papar Asep.

Asep memaparkan, PUSPA Jelekong yang terletak di Kecamatan Baleendah dilengkapi dengan fasilitas berupa Pusat Daur Ulang sampah (PDU), bank sampah, pengelolaan sampah organik melalui biokonversi maggot serta pemanfaatan maggot menjadi pakan ternak.

“Tak hanya itu, di sini juga terdapat pengolahan Ngopi Kancing (Ngolah Kotoran Sapi jadi Cacing dan Kascing) juga pengolahan sampah organik dan anorganik melalui TOSS (Tempat Olahan Sampah Sungai) atau peyeumisasi menjadi briket,” ungkapnya.

Sementara untuk alur pengelolaan sampah, Asep menerangkan, sampah rumah tangga atau pasar akan dipilah berdasarkan jenis (organik, anorganik dan residu). Untuk sampah organik, ia melanjutkan, akan melalui proses komposter dan biokonversi maggot. Sehingga menghasilkan maggot segar, kering/oven, tepung maggot dan pellet.

“Sedangkan untuk sampah anorganik, akan dikirim ke bank sampah dan TOSS untuk diolah menjadi briket. Nantinya, briket yang dihasilkan bisa menjadi bahan bakar oven maggot. Dan terakhir, untuk sampah residu atau yang tidak memiliki nilai kami olah di stungta. Dalam artian lain, seluruh sampah yang masuk PUSPA Jelekong akan diolah dan dimanfaatkan, tanpa menyisakan limbah,” jelas Asep.***

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bale Jabar

BANDUNG, balebandung.com — Interkulturalitas dalam teater tak lagi cukup dilihat sebagai pertemuan berbagai budaya untuk melahirkan karya artistik. Di balik pertukaran itu terdapat persoalan etika, identitas, hingga relasi kuasa yang membuat gagasan interkulturalitas terus diperdebatkan. Persoalan tersebut mengemuka dalam Seminar Nasional bertajuk “Interkulturalitas: Masih Mempesona atau Sudah Ditinggalkan?” yang digelar Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) […]

Bale Jabar

BANDUNG, balebandung.com – Komunitas motor tidak hanya dituntut tertib di jalan, tetapi juga dapat mengambil peran dalam menjaga kondusivitas dan membangun kepedulian sosial di Jawa Barat. Pesan itu disampaikan Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Kosasih saat menghadiri rangkaian The 2nd Indonesian Royal Enfield Jamboree 2026–Wingday dan Deklarasi Bandung Kondusif di Laswi Heritage, Kota Bandung, Sabtu (12/9/2026). […]

Bale Jabar

BANDUNG, balebandung.com – Sinergi TNI, Polri dan pemerintah daerah menjadi salah satu kekuatan penting dalam menjaga stabilitas sekaligus mendorong pembangunan Jawa Barat. Pesan itu mengemuka dalam Upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI tingkat Provinsi Jawa Barat di halaman Gedung Sate, Bandung, Senin (17/8/2026). Pangdam III/Siliwangi Mayor Jenderal TNI Kosasih hadir bersama jajaran Forkopimda Jawa Barat dalam upacara […]

Bale Jabar

JAKARTA, balebandung.com – Pengusaha Pontjo Sutowo mengajak anak-anak yatim mendoakan Presiden Prabowo Subianto agar diberi kesehatan, kelancaran dan kekuatan dalam memimpin Indonesia hingga akhir masa jabatannya pada 2029. Ajakan tersebut disampaikan Pontjo saat menghadiri acara “Doa Bersama Anak-anak Yatim untuk Keselamatan Bangsa” yang digelar Aliansi Kebangsaan di Aula Gedung RRI Jakarta, Sabtu malam (15/8/2026). Pontjo […]

Bale Jabar

JAKARTA, balebandung.com – Direktur Eksekutif Citra Komunikasi LSI Denny JA, Toto Izul Fatah, menilai sikap pengusaha Pontjo Sutowo dalam menghadapi sengketa Hotel Sultan menunjukkan bentuk nasionalisme yang tidak berhenti pada simbol, tetapi diuji ketika kepentingan pribadi berhadapan dengan kepentingan negara. Menurut Toto, sikap Pontjo yang tetap menempatkan kepentingan negara sebagai sesuatu yang harus dihormati, sekalipun […]

Bale Jabar

BANDUNG, balebandung.com – Dalam rangka memperingati hari jadinya yang ke-18, Yayasan Batik Jawa Barat (YBJB) menggelar acara jalan santai bertajuk Batik Walk, Minggu (9/8/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian acara menuju Jambore Batik Jawa Barat 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada akhir Oktober mendatang. Jambore tersebut nantinya akan diisi oleh berbagai program utama, mulai dari […]