Bale Bandung

Stunting Jadi Ancaman Masa Depan Bangsa

×

Stunting Jadi Ancaman Masa Depan Bangsa

Sebarkan artikel ini

SOREANG, Balebandung.com – Anggota Komisi IX DPR RI Netty Prasetiyani Heryawan menyatakan, stunting atau tengkes bisa menjadi ancaman bagi masa depan bangsa. Sebab menurut Netty, anak yang tumbuh dengan stunting tidak bisa menjadi sumber daya manusia yang unggul, SDM yang tidak berkualitas, dan tidak sehat atau sakit-sakitan.

“Itu sebabnya kenapa saya katakan stunting ini menjadi ancaman bagi masa depan bangsa. Sebab anak-anak ini kan sebagai generasi penerus bangsa. Kalau di negara kita banyak kasus stuntingnya, tentu kita akan menjadi bangsa yang tertinggal dan terbelakang, dan anggaran untuk penanganan stunting yang besar juga akan membebani negara,” jelas Netty kepada wartawan seusai Sosialisasi Program Penurunan Stunting di GOR Desa Cingcin, Kecamatan Soreang, Kabupaten Bandung, Senin (19/9/2022).

Padahal, tukas Netty, hari ini kita hidup di tengah persaingan global yang tidak dapat dihindarkan dan berkompetisi di segala bidang. Netty mengungkapkan, di Jawa Barat sendiri, kasus stunting masih terbilang tinggi mencapai 26,5 persen, lebih tinggi dari kasus nasional yang di angka 24 persen.

“Kalau kasus stunting ini tidak ditangani dengan baik, di masa depan kita tidak akan memiliki generasi penerus bangsa yang unggul. Karena anak stunting ini kan pada gilirannya akan tumbuh dewasa berumur 20 – 30 tahun, yang seharusnya meneka generasi penerus ini bisa menggantikan para pemimpin bangsa di masa depan,” tutur anggota Fraksi PKS DPR RI ini.

Lebih lanjut Netty menjelaskan, stunting sebagaimana definisi yang disampaikan oleh para pakar kesehatan adalah kondisi gagal tumbuh yang disebabkan kekurangan energi atau gizi kronik selama 1.000 hari pertama kehidupannya.

Jadi, kurang lebih pada hari pertama terjadi pembuahan sampai si balita itu berusia dua tahun, ketika kekurangan energi kronik, maka akan mengalami stunting, yang bisa mengundang berbagai penyakit infeksi.

“Kalau sudah begitu, akibatnya perkembangan otaknya pun hanya sebatas anak yang duduk di bangku kelas 1 SD,” ujarnya.

Untuk kasus stunting ini menurutnya bisa dicegah dimulai dari edukasi sebelum pasangan calon pengantin menikah. Setelah itu seorang istri harus sudah menyiapkan dirinya untuk bisa hamil dengan sehat.

Sementara usia nikah ideal bagi anak perempuan umur 21 tahun dan anak laki-laki 25 tahun. Netty mengatakan, pencegahan ini bisa dilakukan di keluarga di mana suami istri saling mendukung untuk memiliki bayi yang sehat, dengan menyiapkan asupan yang bergizi bagi istrinya yang hamil dan bagi anaknya yang siap lahir.

Dengan upaya pencegahan ini, kata Netty, ke depan kita tidak perlu repot-repot lagi untuk melakukan penanganan kasus stunting.

Menurutnya, kasus stunting masih bisa ditangani selama bayi itu masih di bawah 1.000 hari pertama kehidupan dan sebelum dua tahun pertama kehidupan, maka kemungkinan besar masih bisa ditangani.

“Tapi kalau sudah di atas dua tahun usia bayinya, menurut para pakar tingkat kesembuhannya hanya bisa sampai 20 persen,” terangnya.

Bagaimana jika sudah ditemukan balita mengalami stunting? Menurutnya tim pendamping harus bisa merujuk dari bayi yang mengalami stunting maupun dengan penyakit penyertanya untuk dibawa ke fasilitas kesehatan.

Lebih dari itu juga harus tetap memberikan pendampingan agar keluarga atau pasangan suami istri bisa betul-betul bisa merawat bayinya. Tim pendamping juga harus memperhatiakan perubahan perilaku dari orangtua bayi penderita stunting.

Sebab menurut Netty stunting ini terjadi terkait perilaku masyarakatnya juga. Bagaimana menyiapkan asupan yang bergizi, rumah yang bersih dan sehat, sanitasi yang sehat. Semuanya itu menurut Netty berdampak pada upaya pencegahan dan penanggulangan kasus stunting.

Karena itu Netty menilai sosialisasi pencegahan dan penurunan stunting sangat penting dilakukan dan harus diperbanyak sehigga lebih massif.***

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bale Bandung

SOREANG, balebandung.com – Bupati Bandung Dadang Supriatna menegaskan komitmennya memperkuat program Bisyarah Guru Ngaji sebagai bagian dari upaya membentuk generasi muda yang berkarakter dan berakhlakul karimah. Hal itu disampaikan KDS saat menghadiri Bimbingan Teknis (BIMTEK) Persatuan Guru Ngaji Indonesia (PGNI) Kabupaten Bandung, Senin (10/8/2026). Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari tersebut diikuti sekitar 200 peserta […]

Bale Bandung

SOREANG, balebandung.com – Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kabupaten Bandung meluncurkan Kartu Kredit Indonesia (KKI) Pemerintah Kabupaten Bandung sebagai bagian dari upaya memperkuat digitalisasi transaksi belanja daerah sekaligus meningkatkan efektivitas, efisiensi, transparansi, dan akuntabilitas pengelolaan keuangan daerah. Peluncuran KKI dilakukan Bupati Bandung Dadang Supriatna di Grand Sunshine Soreang, Senin (10/8/2026). Peluncuran ini menjadi bagian […]

Bale Bandung

SOREANG, balebandung.com – Bupati Bandung Dadang Supriatna menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung untuk menindak tegas tenaga kesehatan (nakes) yang diduga melakukan perundungan atau bullying terhadap pasien melalui media sosial. Bupati Kang Dadang Supriatna (KDS) menyatakan kecewa dan prihatin atas perilaku tersebut, terlebih terjadi sebelum pasien yang bersangkutan meninggal dunia. KDS pun meminta Badan Kepegawaian […]

Bale Bandung

SOREANG, balebandung.com – Bandung Bedas Run 2026 makin menunjukkan potensinya sebagai penggerak sport tourism di Kabupaten Bandung. Hingga Sabtu (8/8/2026), sebanyak 3.242 peserta telah mendaftar dan sekitar 20 persen di antaranya berasal dari luar Jawa Barat. Bupati Bandung Dadang Supriatna mengatakan tingginya peserta dari luar daerah menunjukkan Bandung Bedas Run yang bakal digelar 6 September […]

Bale Bandung

SOREANG, balebandung.com – Dandim 0624 Kabupaten Bandung Letkol Kav Samto Betah mengimbau masyarakat menghindari aktivitas di luar rumah pada malam hari jika tidak memiliki keperluan yang penting. Imbauan tersebut disampaikan sebagai bagian dari upaya bersama menjaga keamanan dan kenyamanan masyarakat Kabupaten Bandung. “Kalau tidak ada kepentingan yang terlalu penting, kalau bisa dihindari untuk keluar malam. […]

Bale Bandung

SOREANG, balebandung.com – Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bandung M.A. Hailuki menilai Operasi Berkala Besar yang digelar aparat gabungan TNI-Polri bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) merupakan bentuk responsivitas dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, terutama di tengah maraknya aksi begal. “Operasi Berkala Besar yang dilaksanakan semalam adalah wujud responsivitas aparat keamanan bersama Forkopimda untuk […]