Rabu, Oktober 20, 2021
BerandaBale BandungWarga Protes Akses Jalan Desa Berlumur Lumpur

Warga Protes Akses Jalan Desa Berlumur Lumpur

jatuh-motorCIPARAY – Para pengguna jalan yang melintasi Jalan Bumi Asih, akses menuju Desa Bumiwangi, Kec. Ciparay, Kab. Bandung, mengeluhkan jalan yang berlumur lumpur. Jalan sepanjang 50 meter itu belepotan lumpur akibat ada pembangunan perumahan di lokasi jalan tersebut. Para pengguna jalan yang akan menuju Kantor Desa Bumiwangin jadi terganggu. Jalanan jadi licin banyak pengguna motor yang terjatuh di situ.

“Saat musim hujan, pasti lumpur yang berasal dari pembangunan perumahan meluber ke jalan. Akibatnya jalan tertutupi lumpur dan kondisi jalan jadi licin. Ini sudah sejak lama terjadi, sudah hampir sebulan dan sampai sekarang belum ada upaya pengerukan lumpur,” ungkap Andi (54), warga Kp. Sukasari RT 01/RW 09, Desa Bumiwangi, Kec. Ciparay kepada Balebandung.com, Kamis (28/4/16).

Nyaris saban hari ada saja pengguna jalan yang jatuh. “Para pengguna jalan yang melintas jalan ini, bukan hanya warga sekitar. Bahkan banyak juga pengguna jalan yang berasal dari luar desa yang akan menuju kantor desa maupun yang melintas menuju perkampungan lainnya,” kata dia.

Apalagi jalan alternatif ini menghubungkan tiga desa yakni, Desa Bumiwangi, Ciheulang dan Gunung Leutik. “Sudah tidak terhitung berapa jumlah korban yang mengalami kecelakaan di jalan ini. Pengembang perumahan harus bertanggung jawab atas kondisi yang terjadi,” tegasnya.

jalan desa berlumpurTokoh masyarakat Desa Gunung Leutik, E. Saefudin menambahkan, akibat kondisi jalan berlumur lumpur, jalan jadi rusak dan licin. Saefudin mjengaku pernah jatuh dari motor. Beruntung ia tidak mengalami luka serius.

Saefudin berharap pihak pengembang untuk segera membersihkan jalan yang belepotan lumpur. “Ini merupakan jalan akses desa, jika dibiarkan berlarut-larut, akan banyak korban berjatuhan dan aktivitas warga jadi terganggu,” tegasnya.

Kepala Desa Bumiwangi, Kec. Ciparay, H. Caca mengatakan kondisi jalan yang berlumur lumpur tersebut akibat hujan yang mengguyur kawasan ini. Sedangkan lumpurnya berasal dari perumahan yang sedang dibangun. Kata ia, hampir setiap hari perangkat desa menerima laporan keluhan dari warga akibat kondisi jalan tersebut sebab membahayakan keselamatan pengguna jalan.

“Persoalan ini sudah disampaikan kepada pihak pengembang. Bahkan beberapa waktu lalu sudah dilakukan rapat antara warga, pengembang dan pemerintah desa. Rapat tersebut juga disaksikan petugas Babinkamtibmas dan Babinsa. Selanjutnya hasi rapat ditembuskan kepada pihak Muspika Ciparay,” jelasnya.

Dari hasil rapat, lanjut kades, pihak pengembang menyanggupi akan membersihkan dengan melakukan pengerukan serta akan melakukan perbaikan jalan yang mengalami kerusakan. “Namun, sampai saat ini sudah tiga pekan lamanya sejak rapat tersebut, pihak pengembang belum merealisasikannya,” sesal Caca.

Karenanya dalam waktu dekat pihaknya akan kembali melakukan upaya pemanggilan terhadap pengembang untuk membahas kondisi jalan yang terjadi. “Diharapkan pengembang, secepatnya melakukan pembersihan lumpur dari jalan dan melakukan pembangunan tembok penahan tanah (TPT) yang tinggi, supaya lumpur dari perumahan tidak meluber ke jalan,” tandas kades.

BERITA TERKAIT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

TERKINI