Bale Bandung

Adakah Jejak Raja Majapahit Hayam Wuruk di Majalaya Bandung?

×

Adakah Jejak Raja Majapahit Hayam Wuruk di Majalaya Bandung?

Sebarkan artikel ini
Makuta Ulun Umbul peninggalan Raja Majapahit Hayam Wuruk

MAJALAYA – Mahkota Ulun Umbul ditemukan tahun 2009, di Kampung Leuwidulang, Desa Sukamaju, Kecamatan Majalaya, Kabupaten Bandung tepatnya di sekitar komplek SMA Pasundan Majalaya.

Kini makuta itu tersimpan di Ruang Kepala SMA Pasundan Majalaya. Makuta ini berukuran kurang lebih 40 cm dengan diameter sekitar 25 cm, berundak tiga. Memiliki totem ukiran motif bunga, melalui sistem tempa.

Menurut penemunya yang seorang guru SMA Pasundan Majalaya, Dede (50), mahkota ini merupakan kelengkapan raja saat upacara pelantikan, dan bukan untuk digunakan sehari-hari. Selain digunakan pada saat pelantikan, juga dikenakan pada upacara-upacara besar kerajaan.

Mahkota Ulun Umbul sempat dipakai oleh Raja Sungging Perbangkara dalam kisah mithologi Sangkuriang, terbuat dari unsur kuningan, emas, dan tembaga.

Entah ini hanya kisah forklore atau benar adanya, perlu dibuktikan dengan penelitian sejarah bahwa Kecamatan Majalaya di Kabupaten Bandung ternyata menyimpan sejarah tentang Kerajaan Majapahit. Namun bila memang terlalu jauh dugaannya, bisa jadi, makuta ini merupakan Makuta Ulun Umbul bekas Umbul Majalaya atau Camat Majalaya semasa Kabupaten Bandung masih bernama Tatar Ukur dengan pemimpinnya kala itu Dipati Ukur.

Tapi yang lebih banyak diceritakan, Majalaya disinyalir pernah menjadi tempat pengasingan Raja Majapahit, Hayam Wuruk. Bahkan disebutkan pula Hayam Wuruk moksa di Majalaya, tepatnya di Leuwidulang. Dugaan tersebut didasarkan pada penemuan mahkota Ulun Umbul yang juga diduga milik Hayam Wuruk.

“Mahkota Ulun Umbul ditemukan masyarakat sudah cukup lama sebenarnya, sekitar tahun 2009 silam. Untuk mengetahui sejarah dan keaslian mahkotanya, kami telah mengirimkan foto mahkota ini ke Balai Penelitian Arkeologi. Sementara mahkotanya sendiri hingga kini masih disimpan di rumah penemunya,” jelas Kepala Bidang Sejarah dan Kepurbakalaan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Bandung, Dedi Sutardi kepada Balebandung.com di ruang kerjanya, Senin (29/12/2014).

Menurut Dedi, dari hasil penelitian diketahui mahkota bukan peninggalan Kerajaan Sunda melainkan kerajaan di Jawa, entah dari Jawa Timur atau Jawa Tengah.

“Mahkota memang diduga milik kerajaan di Jawa. Sebab Kerajaan Sunda, khususnya di wilayah Kabupaten Bandung saat itu, tidak pernah ada mahkota dengan corak sedemikian rupa. Tapi untuk memastikan kerajaan mana, perlu ada penelitian mendalam dari ahli sejarah dan para arkeolog,” kata Dedi.

Meski belum dipastikan peninggalan kerajaan mana, lanjut Dedi, penuturan para tokoh dan sesepuh di Majalaya atau cerita rakyat yang turun temurun (folklore), mahkota ini diduga milik Raja Hayam Wuruk. Bahkan di Majalaya ada beberapa tokoh yang mengenal asal-muasal cerita tersebut, meski penyebarannya hanya dari mulut ke mulut.

Cerita tentang Raja Hayam Wuruk sampai di Majalaya, bermula ketika Kerajaan Majapahit pada abad ke-14 memerangi sejumlah kerajaan, termasuk Kerajaan Sunda untuk menguasai Nusantara. Saat memerangi Kerajaan Sunda yang dikenal dengan Perang Bubat, Hayam Wuruk merasa bersalah karena Majapahit telah menyerang Kerajaan Sunda. Dia berpikir untuk menaklukkan Kerajaan Sunda bukan lewat peperangan.

Ketika Kerajaan Majapahit mulai runtuh, untuk menebus penyesalan ini Raja Hayam Wuruk mengasingkan diri di suatu daerah yang disinyalir sekarang disebut Majalaya. Dalam pengasingan ini, Hayam Wuruk menjadi masyarakat biasa, meski ada sejumlah pengawal mengiringinya.

“Meski sudah tidak menjadi raja, namun jiwa dan pengabdiannya kepada Tanah Air tidak luntur hingga masyarakat menyebutnya Ulun Umbul. Makanya ketika mahkota milik Hayam Wuruk ini ditemukan, masyarakat menyebutnya mahkota Ulun Umbul,” tutur Dedi.

Bukti lain adanya peninggalan Raja Hayam Wuruk di Majalaya adalah situs Batu Talun. Menurut cerita tutur rakyat pula, Batu Talun adalah batu tempat Raja Hayam Wuruk dan Putri Diah Pitaloka menyembah.by iwa

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bale Bandung

SOREANG, balebandung.com — BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) Kabupaten Bandung bergerak merespons sebaran abu vulkanik yang mulai dirasakan di sejumlah wilayah. BTB membagikan masker kepada pengendara di kawasan Lampu Merah Al Fathu, Soreang, Senin, 7 September 2026. Pembagian masker dilakukan sebagai langkah mitigasi untuk mengurangi paparan abu vulkanik yang dapat mengganggu saluran pernapasan. BAZNAS mengingatkan masyarakat […]

Bale Bandung

KUTAWARINGIN, balebandung.com – Sebanyak 4.737 peserta ambil bagian dalam Bandung Bedas Run 2026 yang digelar di kawasan Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Minggu (6/9/2026). Peserta berasal dari berbagai daerah di Indonesia, bahkan sejumlah warga negara asing. Mereka turun dalam dua kategori lomba, yakni 5 kilometer (5K) dan 10 kilometer (10K). Bupati Bandung Dadang Supriatna […]

Bale Bandung

SOREANG, balebandung.com – Pemerintah Kabupaten Bandung mendorong pemenuhan kebutuhan penerangan jalan umum (PJU) melalui skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU), menyusul keterbatasan kemampuan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), terutama setelah adanya pengurangan Transfer ke Daerah (TKD). Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Bandung Hilman Kadar mengatakan, berdasarkan survei dan data panjang jalan dari Dinas […]

Bale Bandung

DAYEUHKOLOT, balebandung.com – Bupati Bandung Dadang Supriatna atau KDS menegaskan pentingnya integritas, kapasitas, dan pemahaman terhadap aturan bagi kepala desa dalam mengelola pemerintahan dan keuangan desa. Menurut KDS, besarnya anggaran yang dikelola pemerintah desa harus diimbangi dengan kualitas sumber daya manusia, akuntabilitas, serta kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan. Hal tersebut penting agar anggaran desa benar-benar memberikan […]

Bale Bandung

BANDUNG, balebandung.com – Berdasarkan Surat Keputusan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Nomor 963/B/O/2026 Telkom University (Tel-U) secara resmi membuka Fakultas Kedokteran (FK Tel-U) sebagai langkah strategis dalam menjawab kebutuhan layanan kesehatan nasional yang terus berkembang. Bertempat di Gedung N kampus Tel-U Bandung, pada Selasa (1/9/2026), peresmian ini menandai era baru pendidikan kedokteran di Indonesia […]

Bale Bandung

BANDUNG, balebandung.com – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jawa Barat mengecam keras aksi seorang oknum yang mengaku wartawan dan mengamuk di SDN 2 Sukaraja, Kabupaten Sukabumi. Ketua PWI Jawa Barat Terpilih Tantan Sulthon Bukhawan menegaskan, tindakan tersebut tidak mencerminkan perilaku seorang wartawan dan telah mencederai marwah profesi kewartawanan. “PWI Jawa Barat mengecam keras tindakan oknum yang […]