Jumat, Agustus 19, 2022
BerandaBale Bandung106 Penderita Thalasemia Menanti UTD di RSUD Majalaya

106 Penderita Thalasemia Menanti UTD di RSUD Majalaya

MAJALAYA, balebandung.com – Persaudaraan Donor Darah Majalaya (PDDM) Kabupaten Bandung sudah 27 kali melaksanakan kegiatan sosial kemanusiaan donor darah, setelah setahun lebih terbentuk. Bakti sosial PDDM ini untuk memfasilitasi 106 penderita thalasemia dengan kebutuhan 180 labu darah setiap bulannya.

“PDDM kembali melaksanakan kegiatan sosial donor darah dengan pendaftar 105 orang dan yang lolos 79 orang,” kata Pembina PDDM Adang Gumilar di sela-sela pelaksanaan kegiatan sosial donor darah di Thee Matic Mall Majalaya Kabupaten Bandung, Sabtu (30/7/2022).

Didampingi pengurus PDDM lainnya Elis, Adang Gumilar mengatakan, pelaksanaan kegiatan sosial donor darah merupakan bentuk keprihatinan terhadap para penderita thalasemia yang menjalani transfusi darah rutin di RSUD Majalaya.

Pelaksanaan kegiatan sosial donor darah yang dilaksanakan satu hingga dua kali dalam sebulan ini, untuk pemenuhan kebutuhan transfusi darah bagi para penderita thalasemia.

“Kita tahu, penderita thalasemia itu membutuhkan transfusi darah satu Minggu sekali, ada juga satu kali dalam dua Minggu, yang saat ini menjalani perawatan transfusi darah rutin di RSUD Majalaya,” kata Adang.

Ia menyebutkan tidak ada obat yang bisa menyembuhkan penderita thalasemia, selain transfusi darah. Makanya, stok darah tidak boleh kosong di RSUD Majalaya untuk memberikan pelayanan terbaik kepada penderita thalasemia untuk menjalani transfusi darah.

Awalnya, penderita thalasemia yang menjalani transfusi rutin di RSUD Majalaya itu mencapai 120 orang. Saat ini, 106 orang dan 14 orang meninggal dunia.

“Ketika kita mendengar ada pasien thalasemia yang meninggal dunia karena lambat memberikan pelayanan transfusi darah, kita pun sangat prihatin,” ucap Adang.

Ia pun berharap kepada Pemerintah Kabupaten Bandung melalui kebijakan Bupati Bandung HM Dadang Supriatna untuk mempercepat mendirikan Unit Transfusi Darah (UTD) di RSUD Majalaya, sebagai Cabang PMI Kabupaten Bandung.

Untuk itu, Pemkab Bandung segera menganggarkan untuk pendirian UTD, karena UTD bagian dari kebutuhan prioritas dalam penyelamatan generasi muda karena memiliki hak yang sama mendapatkan pelayanan pemerintah.

“Dengan adanya UTD di RSUD Majalaya itu supaya bisa memfasilitasi masyarakat yang ingin donor darah. Sekaligus memfasilitasi dan memberikan kemudahan kepada keluarga pasien thalasemia untuk melakukan transfusi darah secara rutin jika ada UTD,” jelasnya.

Dikatakannya, jika ada UTD, PDDM pun tak perlu lagi mengadakan kegiatan sosial donor darah bekerjasama dengan PMI Kota Bandung.

“Karena target kita (PDDM) adalah mendirikan UTD, setelah UTD ada ya bubar. Kita semata-mata kerja sosial, tidak ada niatan lain selain membantu para penderita thalasemia. Jangan sampai mereka kesulitan untuk mendapatkan donor darah saat hendak melaksanakan transfusi darah rutin,” tuturnya.

Sejumlah orang tua dari anak-anak penderita thalasemia pun mengungkapkan rasa kasih sayang dan cintanya terhadap anak-anaknya, yang menderita thalasemia. Sebelum ada giat sosial PDDM, para orang tua dari penderita thalasemia harus merogoh kocek cukup besar antara Rp 700.000 sampai Rp 2 juta, untuk biaya transfusi darah dalam kurun waktu satu hingga dua Minggu pelayanan transfusi darah. Semua anggaran yang dikeluarkan itu untuk biaya operasional.

“Dengan adanya kegiatan sosial donor darah yang dilaksanakan PDDM ini, tentunya sangat membantu para penderita thalasemia dan meringankan beban materi yang dikeluarkan para orang tua penderita thalasemia. Kita ketahui, penderita thalasemia seumur hidup membutuhkan transfusi darah untuk bertahan hidup,” ungkapnya.

Untuk itu, PDDM terus berbakti melaksanakan kegiatan sosial donor darah hingga pemerintah daerah merealisasikan UTD untuk fasilitas pelayanan donor darah kepada masyarakat, selain memberikan kemudahan kepada para penderita thalasemia dalam kebutuhan transfusi darah.

“Semoga semua pihak tersentuh untuk sama-sama peduli terhadap para penderita thalasemia sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama. Kita ingat, setetes darah sangat berguna untuk kelangsungan hidup para penderita thalasemia,” pungkasnya. ***

BERITA TERKAIT

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

TERKINI