Bale Bandung

Pemkab Bandung Gelar Forum Rembug Stunting, Targetkan Penurunan Angka Prevalensi 17,81% Tahun 2024

×

Pemkab Bandung Gelar Forum Rembug Stunting, Targetkan Penurunan Angka Prevalensi 17,81% Tahun 2024

Sebarkan artikel ini
Ketua Harian TPPS Kab Bandung, Emma Dety Permanawati, menandatangani komitmen bersama saat Forum Rembug Stunting yang digelar di Grand Sunshine Soreang, Rabu (29/5/24).by bale1

SOREANG, Balebandung.com – Pembangunan sumberdaya manusia berkualitas merupakan pilar bagi pencapaian visi Indonesia Emas 2045, yaitu manusia yang memiliki kecerdasan yang komprehensif, damai dalam interaksi sosialnya.

Selain itu juga berkarakter kuat, sehat menyehatkan dalam interaksi alamnya dan berperadaban unggul, merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari pembangunan nasional.

“Visi Indonesia Emas 2045 tidak akan dicapai, jika permasalahan gizi dan stunting di negeri ini, di daerah kita ini tidak diatasi secara serius,” tandas Ketua Harian Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kabupaten Bandung, Emma Dety Permanawati, saat Forum Rembug Stunting yang digelar di Grand Sunshine Soreang, Rabu (29/5/2024).

Karena itulah, lanjut Emma, TPPS Kabupaten Bandung merasa memiliki tanggung jawab untuk mengkoordinasikan, menyinergikan dan mengevaluasi penyelenggaraan percepatan penurunan stunting secara efektif, konvergen dan terintegrasi dengan melibatkan lintas sektor di lingkup Pemerintah Kabupaten Bandung.

“Sebagai implementasi tugas dan fungsi TPPS tersebut, maka kami melaksanakan Forum Rembug Stunting, sebagai salah satu langkah guna memastikan pelaksanaan rencana kegiatan intervensi pencegahan dan penurunan stunting, yang dapat dilakukan secara bersama-sama antara perangkat daerah penanggung jawab layanan, dengan sektor/lembaga non-pemerintah dan masyarakat,” terang Emma yang juga Ketua TP PKK Kabupaten Bandung ini.

Forum Rembug Stunting yang digelar Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kabupaten Bandung ini juga sebagai upaya dalam memperkuat komitmen, sekaligus evaluasi program dan tindakan yang telah dilakukan TPPS, dalam percepatan penurunan stunting di Kabupaten Bandung.

Dalam forum ini juga ditandatangani “Komitmen Bersama dalam Percepatan Penuruan Stunting di Kabupaten Bandung tahun 2024.

“Semua upaya ini agar target nasional dalam penurunan prevalensi stunting nasional tahun 2024 sebesar 14% dan target Kabupaten Bandung tahun 2024 sebesar 17, 81% dapat kita capai,” tandas istri dari Bupati Bandung Dadang Supriatna ini.

Menurutnya, perlu perhatian bersama bahwa penurunan stunting tidak bisa terjadi cepat, karena stunting merupakan masalah gizi kronis, yang terjadi dikarenakan anak terpapar resiko kekurangan gizi dalam waktu yang lama.

“Namun pencegahan stunting harus dilakukan sedini mungkin dalam dua tahun pertama kehidupan (1.000 HPK),” kata Emma.

Sebab sesudahnya, tidak bisa diobati (tetap ada efek sisa), namun tetap harus dijaga untuk tetap baik status gizinya. Dengan demikian angka stunting perlahan akan turun seiring dengan perbaikan faktor resiko.

“Sehingga upaya yang dilakukan perlu berfokus pada pencegahan melalui perbaikan faktor resiko stunting. Antara lain perlu didorong capaian dan kualitas intervensi yang diberikan,” terang Emma.

Sebab menurutnya strategi kunci pencegahan stunting adalah pemenuhan intervensi. Baik pemenuhan intervensi spesifik dan sensitif; peningkatan konvergensi di kelurahan dan desa; pendampingan keluarga; perbaikan, monev dan data termasuk surveilans.

“Alhamdulillah, secara bertahap telah dapat kita laksanakan. Walaupun saat ini belum berjalan optimal, karena ada beberapa kendala. Sehingga belum dapat memaksimalkan sinergi dan kolaborasi para pihak, termasuk masih terdapatnya sanitasi yang buruk, terbatasnya layanan kesehatan serta belum tersedianya sumber air bersih,” ungkapnya.

Kendati demikian langkah-langkah TPPS dalam upaya penurunan stunting tetap terus berlanjut, kata Emma. Seperti pelaksanaan edukasi dan pemenuhan gizi, serta sanitasi perubahan perilaku, khususnya kepada ibu hamil dan memastikan pertumbuhan bayi tetap baik mulai dari dalam kandungan sampai lahir.

Seperti diketahui, data Study Status Gizi Indonesia (SSGI) Kementerian Kesehatan, pada tahun 2022 angka prevalensi stunting di Kabupaten Bandung menunjukan penurunan dari 31,1% menjadi 25%. Namun pada tahun 2023 mengalami kenaikan menjadi 29,2%.

Sedangkan berdasarkan data Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (EPPGM), kasus stunting di Kabupaten Bandung pada tahun 2022 mengalami penurunan dari 9,1% menjadi 7,4% di tahun 2023.

“Hal ini merupakan tamparan untuk kita. Untuk itu perlu dilakukan gebrakan, menyusun beberapa strategi kolaboratif dalam mengatasi permasalahan tersebut, dengan mengoptimalkan kinerja TPPS,” tegas Emma.

Karena itu pihaknya mengajak kepada para pengampu tugas pencegahan stunting ini, untuk lebih fokus dan menguatkan komitmen dengan melakukan langkah- langkah konkrit. Seperti terhadap peningkatan kualitas penyiapan kehidupan keluarga, menjamin pemenuhan asupan gizi, memperbaiki pola asuh, meningkatkan akses dan kualitas pelayanan kesehatan serta meningkatkan akses air minum dan sanitasi.

“Dalam menguatkan tugas dan upaya kita bersama, saya berharap dapat terbentuk TPPS di berbagai tingkatan mulai dari kecamatan, desa hingga lingkup RW secara terstruktur dan lebih menyentuh langsung terhadap permasalan yang ada di tengah masyarakat,” demikian arahan Emma Dety dalam Forum Rembug Stunting.***

***

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bale Bandung

JAKARTA, balebandung.com – Komitmen PT Solusi Bangun Indonesia Tbk Pabrik Narogong dalam memperluas akses pendidikan dan mendorong pemberdayaan masyarakat kembali mendapatkan predikat Platinum melalui program Sinergi Jejak Baik untuk Negeri (SIJEBI), serta predikat Gold melalui program SARtiKa BERDAYA (Sahabat Perempuan Kepala Keluarga Berdaya) dalam ajang Indonesian SDGs Award (ISDA) 2026 di Binakarna Hall, Bidakara Jakarta, […]

Bale Bandung

SOREANG, balebandung.com – Pemerintah Kabupaten Bandung mendeklarasikan komitmen bersama menolak judi online dan judi konvensional di lingkungan aparatur negara. Deklarasi itu dibacakan langsung oleh Bupati Kabupaten Bandung Dadang Supriatna atau yang lebih akrab disapa KDS dalam Focus Group Discussion (FGD) yang diikuti 100 peserta dari ASN, pegawai BUMD, serta aparatur pemerintahan desa, di Grand Sunshine […]

Bale Bandung

SOREANG, balebandung.com – Pemerintah Kabupaten Bandung mendorong Badan Permusyawaratan Desa (BPD) semakin aktif menjalankan perannya sebagai mitra strategis pemerintah desa. BPD dinilai memiliki posisi penting dalam mengawal pemerintahan, pembangunan, serta kepentingan masyarakat di tingkat desa. Hal tersebut disampaikan Bupati Bandung, Dadang Supriatna yang akrab disapa KDS, saat mengukuhkan 435 anggota BPD dari 55 desa yang […]

Bale Bandung

JAKARTA, balebandung.com –  Pemerintah Kabupaten Bandung memperkuat komitmen percepatan penyusunan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) sebagai instrumen penting dalam memberikan kepastian pemanfaatan ruang, mengarahkan pembangunan, sekaligus mendukung kemudahan berusaha dan investasi di daerah. Komitmen tersebut ditandai dengan penandatanganan Komitmen Bersama Percepatan Penyusunan RDTR Region I Tahun 2026 oleh Bupati Bandung Dadang Supriatna dalam Rapat Koordinasi […]

Bale Bandung

BANDUNG, balebandung.com – Bupati Bandung, Dadang Supriatna memberikan kesaksian dalam persidangan perkara PT Bandung Daya Sentosa (BDS) di Pengadillan Negeri Kota Bandung, Selasa (29/9/2026). Kehadiran bupati yang akrab disapa KDS ini merupakan bagian dari proses hukum yang sedang berjalan dan bentuk pemenuhan kewajibannya untuk memberikan keterangan sesuai pengetahuan dan kapasitasnya. Dalam konteks kepemilikan Pemerintah Kabupaten […]

Bale Bandung

SOREANG, balebandung.com – Program rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) Kabupaten Bandung yang menargetkan 4.718 unit pada 2026 dinilai perlu diperkuat dari sisi kualitas agar bantuan benar-benar menghasilkan hunian layak bagi masyarakat penerima manfaat. Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bandung MA Hailuki mengatakan, program Rutilahu tidak cukup hanya mengejar jumlah rumah yang diperbaiki. Menurut dia, pemerintah […]