Bale Bandung

Khoiril Anwar Dilantik sebagai Anggota DPRD Kabupaten Bandung Fraksi PKB PAW 

×

Khoiril Anwar Dilantik sebagai Anggota DPRD Kabupaten Bandung Fraksi PKB PAW 

Sebarkan artikel ini
Khoiril Anwar resmi dilantik sebagai anggota DPRD Kab Bandung Fraksi PKB PAW, di Gedung DPRD Kab Bandung, Senin (27/10/2025).

SOREANG, balebandung.com – Khoiril Anwar resmi dilantik sebagai Pengganti Antar Waktu (PAW) anggota DPRD Kabupaten Bandung dari Fraksi PKB sisa masa jabatan 2024-2029. Khoiril menggantikan almarhumah Tiktik Kartika yang meninggal dunia beberapa bulan lalu.

Pelantikan Khoiril digelar dalam Rapat Paripurna Peresmian PAW anggota DPRD Kabupaten Bandung di Gedung Paripurna DPRD Kabupaten Bandung, Senin (27/10/2025).

Setelah dilantik, Khoiril yang juga kader Ansor Kabupaten Bandung itu juga berjanji akan menjalankan kewajiban dan bekerja dengan sungguh-sungguh dan akan memperjuangkan aspirasi rakyat yang diwakili terutama dari daerah pemilihan (dapil) 1 yaitu Soreang, Pasirjambu, Ciwidey, Rancabali, Kutawaringin dan Cangkuang.

Dalam sambutannya dalam video resmi, Khoiril Anwar menyampaikan komitmennya untuk melanjutkan perjuangan almarhumah Tiktik Kartika dan bekerja yang terbaik bagi masyarakat Kabupaten Bandung.

“Saya merasa terhormat dan bertanggung jawab atas amanah ini. Saya akan berusaha sekuat tenaga untuk mewakili aspirasi masyarakat dan melanjutkan apa yang telah dilakukan oleh almarhumah Bu Tiktik,” tandas Khoiril.

Sementara itu, Ketua DPRD Kabupaten Bandung Renie Rahayu Fauzi mewakili jajaran DPRD Kabupaten Bandung menyampaikan selamat datang dan selamat bertugas kepada Khoiril Anwar yang baru saja dilantik.

“Semoga yang terhormat saudara Khoiril Anwar dapat menjalankan tugas dengan sebaik-baiknya. Dan semoga dapat menjawab semua harapan masyarakat yang diwakili,” ujar Renie yang juga politisi PKB.

Dengan dilantiknya Khoiril Anwar, komposisi anggota DPRD Kabupaten Bandung kembali lengkap. Khoiril Anwar selanjutnya akan ditugaskan di Komisi A DPRD Kabupaten Bandung.

Prosesi pelantikan dipimipin Ketua DPRD Kabupaten Bandung Renie Rahayu Fauzie dan dihadiri oleh Bupati Bandung Dadang Supriatna, Wakil Bupati Ali Syakieb, jajaran Forkopimda, anggota DPRD, para kepala OPD, Camat, dan perwakilan oraganisasi masyarakat. ***

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bale Bandung

BALEBANDUNG.COM – Dalam naskah Kidung Sundayana, Bubat bukan sekadar perang. Ia adalah dakwaan berdarah terhadap mahapatih yang mengubah perkawinan menjadi penaklukan. Perang Bubat sering datang kepada kita dalam kalimat-kalimat pendek. Dalam Carita Parahyangan, ia hanya muncul sebagai jejak singkat: orang-orang berperang di Majapahit. Dalam Pararaton, ia dicatat lebih terang, tetapi tetap ringkas: ada peristiwa Pasunda […]

Bale Bandung

BALEBANDUNG.COM – Pangeran Wastu Kancana ditinggal wafat ayahnya, Prabu Maharaja Linggabuana, ketika ia berusia 9 tahun. Ayahnya meninggal dalam Perang Bubat tahun 1357 M. Karena Wastu masih terlalu muda untuk menjadi Raja Sunda, pemerintahan lalu dipegang oleh pamannya, Sang Bunisora, sebagai pejabat sementara raja. Perang Bubat bukan cuma tragedi gugurnya Prabu Linggabuana, Dyah Pitaloka, dan […]

Bale Bandung

BANDUNG, balebandung.com – Pusat Sumber Daya Komunitas atau PSDK DAS Citarum mendesak pemerintah mengevaluasi secara menyeluruh Peraturan Presiden Nomor 15 Tahun 2018 tentang Percepatan Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan DAS Citarum. Desakan itu disampaikan menjelang 10 Tahun Hari Citarum yang diperingati setiap 24 Mei. Ketua PSDK DAS Citarum Ahmad Gunawan mengatakan evaluasi diperlukan karena sejumlah program […]

Bale Bandung

PARARATON umumnya diartikan sebagai “Kitab Para Ratu”. Akar katanya adalah ratu. Dalam Jawa Kuno/Jawa Pertengahan, ratu tidak selalu berarti “ratu perempuan” seperti dalam bahasa Indonesia modern. Ratu bisa berarti penguasa, raja, raja perempuan, atau monark. Jadi lebih aman diterjemahkan sebagai penguasa kerajaan. Sumber ringkas juga menjelaskan Pararaton berasal dari “para ratu” yang berarti para penguasa, […]

Bale Bandung

balebandung.com – Tragedi Bubat tidak bisa terus-menerus dibaca sebagai kisah cinta yang gagal. Di balik rencana pernikahan Raja Majapahit, Hayam Wuruk, dengan putri Sunda, Dyah Pitaloka Citraresmi, ada perkara yang jauh lebih keras: kehormatan sebuah kerajaan yang dipaksa masuk ke dalam kalkulasi politik kekuasaan. Di titik itulah nama Gajah Mada tidak bisa dilepaskan. Ia bukan […]