Bale Bandung

Orangtua Siswa SMPN 1 Rancaekek Cemaskan Pelaksanaan Program MBG, Minta SPPG Ditegur Karena Takut Anak Keracunan

×

Orangtua Siswa SMPN 1 Rancaekek Cemaskan Pelaksanaan Program MBG, Minta SPPG Ditegur Karena Takut Anak Keracunan

Sebarkan artikel ini
Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Bandung, Dr. H. Cecep Suhendar

RANCAEKEK, balebandung.com – Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMP Negeri 1 Rancaekek Kabupaten Bandung dipermasalahkan orang tua siswa karena menu yang dihidangkan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) diduga rawan keracunan.

Kekhawatiran ortu siswa ini cukup beralasan mengingat banyaknya kasus keracunan yang beredar luas di media massa maupun media sosial dengan korban ribuan siswa seperti yang pernah terjadi di Kabupaten Bandung Barat.

Beberapa orangtua siswa mempertanyakan hal ini setelah mereka mendapatkan curhat dari anak-anaknya, setiap sesudah mengkonsumsi MBG, anak-anak mereka mengeluh sakit perut bahkan sampai diare akibat makan nasi basi yang disajikan.

“Ini bukan yang pertamanya kali anak saya mengeluh sakit perut dan bulak balik toilet rumah setelah mengkonsumsi MBG. Kalau ini dibiarkan berulang kali terjadi, lama-lama anak kami bisa keracunan juga kalau begini keadaannya,” ungkap Ny Lina (40) salah satu orang tua siswa kepada balebandung.com, Jumat 30 Januari 2025.

Menurut Lina, saat ditanya kenapa buang air besar terus, anaknya menjawab gara-gara setelah mengkonsumsi nasi basi di sekolah dari MBG. Lina dan orangtua siswa yang lain mengaku cemas atas pelaksanaan Program MBG di SMPN 1 ini karena kejadian seperti ini masih juga berulang.

“Saking takutnya keracunan malah saya bawa anak saya ke dokter untuk diperiksa agar sakit perutnya tidak sampai parah. Saya minta ini jadi perhatian serius bagi pihak sekolah demi kesehatan anak-anak kami,” tandas Lina.

Dalam kasus ini, kata Lina, sebenarnya pihak sekolah sudah memberi pengumuman kepada siswa untuk tidak jadi menyantap menu yang sudah dibagikan SPPG karena terindikasi nasinya basi.

“Tapi, gurunya ini terlambat ngasih pengumumannya, karena nasinya sudah keburu di makan anak saya,” ungkap Lina. Karena itu Lina menduga kelalaian bukan pada pihak sekolahnya, tapi dari pihak SPPG.

Menanggapi hal ini, Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Bandung Cecep Suhendar menyatakan dirinya akan turun langsung menampung keluhan para orang tua siswa.

“Sekaligus mengecek dapur MBG yang menyuplai makanannya. Khusus untuk SMPN 1 Rancaekek, saya akan turun langsung menampung keluhan para orang tua siswa,” kata Cecep.

Sebenarnya dari hasil pengawasan di lapangan, imbuh Cecep, selama ini banyak juga anak sekolah yang tidak makan MBG atau dimakan hanya sebagian dikarenakan menunya yang tidak disukai.

“Selain menu yang tidak disukai oleh anak, kadang akibat makanannya basi dan karena larangan orang tuanya,” beber Cecep.

Atas temuan lapangan ini, Cecep menandaskan setiap dapur MBG yang abai terhadap Standar Operasional Prosedur (SOP) serta lalai dalam quality control yang mengancam terhadap kesehatan anak, maka pihaknyanya setuju kalau pihak berwenang mengambil tindakan tegas.

Lebih lanjut anggota Fraksi Golkar DPRD Kabupaten Bandung ini mengatakan, MBG adalah program pemerintah pusat untuk anak sekolah dan masyarakat pemerlu agar terjamin gizinya serta membantu meringankan ekonomi masyarakat.

Cecep mengakui berdasarkan fungsi pengawasan dewan di lapangan, Program MBG sudah berlangsung beberapa bulan yang lalu berjalan sesuai standar operasionalnya dan belum diketemukan indikasi keracunan khususnya di wilayah Kabupaten Bandung, termasuk di Kecamatan Rancaekek.

“Anggota DPRD Kabupaten Bandung diberikan tugas oleh pimpinan untuk terus memantau ke tiap satuan pendidikan penerima manfaat,” ungkap Cecep.

Dari hasil wawancara dengan para siswa, Cecep megugkapkan secara keseluruhan mereka sangat puas dan terbantu dengan adanya MBG hanya kadang-kadang ada menu yang kurang layak, seperti masakan basi atau pun buah busuk.

Untuk menghindari kejadian seperti di tempat lain, serta meningkatkan kepercayaan orang tua siswa terhadap kualitas menu makanan, Cecep menyarankan sebaiknya setiap dapur MBG memiliki seorang penguji kualitas makanan (quality control/qc), sebelum menu diberikan pada anak.

“Sehingga kerentanan keracunan bisa terhindari, guru atau kepala sekolah harus segera melapor ke pihak terkait, ke Badan Gizi Nasional (BGN), Dinas Pendidikan atau boleh k anggota Dewan, apabila kualitas MBG yang diterima kurang berkualitas yang mengancam kesehatan anak,” tandasnya.***

Example 300250

Respon (1)

  1. Sebaiknya untuk menjaga hal-hal tersebut diatas ya sudah uangnya di bagikan ajh ke orang tua masing” biar aman…!!! *

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bale Bandung

JAKARTA, balebandung.com – Komitmen PT Solusi Bangun Indonesia Tbk Pabrik Narogong dalam memperluas akses pendidikan dan mendorong pemberdayaan masyarakat kembali mendapatkan predikat Platinum melalui program Sinergi Jejak Baik untuk Negeri (SIJEBI), serta predikat Gold melalui program SARtiKa BERDAYA (Sahabat Perempuan Kepala Keluarga Berdaya) dalam ajang Indonesian SDGs Award (ISDA) 2026 di Binakarna Hall, Bidakara Jakarta, […]

Bale Bandung

SOREANG, balebandung.com – Pemerintah Kabupaten Bandung mendeklarasikan komitmen bersama menolak judi online dan judi konvensional di lingkungan aparatur negara. Deklarasi itu dibacakan langsung oleh Bupati Kabupaten Bandung Dadang Supriatna atau yang lebih akrab disapa KDS dalam Focus Group Discussion (FGD) yang diikuti 100 peserta dari ASN, pegawai BUMD, serta aparatur pemerintahan desa, di Grand Sunshine […]

Bale Bandung

SOREANG, balebandung.com – Pemerintah Kabupaten Bandung mendorong Badan Permusyawaratan Desa (BPD) semakin aktif menjalankan perannya sebagai mitra strategis pemerintah desa. BPD dinilai memiliki posisi penting dalam mengawal pemerintahan, pembangunan, serta kepentingan masyarakat di tingkat desa. Hal tersebut disampaikan Bupati Bandung, Dadang Supriatna yang akrab disapa KDS, saat mengukuhkan 435 anggota BPD dari 55 desa yang […]

Bale Bandung

JAKARTA, balebandung.com –  Pemerintah Kabupaten Bandung memperkuat komitmen percepatan penyusunan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) sebagai instrumen penting dalam memberikan kepastian pemanfaatan ruang, mengarahkan pembangunan, sekaligus mendukung kemudahan berusaha dan investasi di daerah. Komitmen tersebut ditandai dengan penandatanganan Komitmen Bersama Percepatan Penyusunan RDTR Region I Tahun 2026 oleh Bupati Bandung Dadang Supriatna dalam Rapat Koordinasi […]

Bale Bandung

BANDUNG, balebandung.com – Bupati Bandung, Dadang Supriatna memberikan kesaksian dalam persidangan perkara PT Bandung Daya Sentosa (BDS) di Pengadillan Negeri Kota Bandung, Selasa (29/9/2026). Kehadiran bupati yang akrab disapa KDS ini merupakan bagian dari proses hukum yang sedang berjalan dan bentuk pemenuhan kewajibannya untuk memberikan keterangan sesuai pengetahuan dan kapasitasnya. Dalam konteks kepemilikan Pemerintah Kabupaten […]

Bale Bandung

SOREANG, balebandung.com – Program rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) Kabupaten Bandung yang menargetkan 4.718 unit pada 2026 dinilai perlu diperkuat dari sisi kualitas agar bantuan benar-benar menghasilkan hunian layak bagi masyarakat penerima manfaat. Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bandung MA Hailuki mengatakan, program Rutilahu tidak cukup hanya mengejar jumlah rumah yang diperbaiki. Menurut dia, pemerintah […]