Bale Bandung

Kamus Basa Sunda 1948: Ketika Bahasa Sunda Dipandang Sebagai Alat Pembangunan Bangsa

×

Kamus Basa Sunda 1948: Ketika Bahasa Sunda Dipandang Sebagai Alat Pembangunan Bangsa

Sebarkan artikel ini

balebadung.com – Pada Maret 1948, R. Satjadibrata menulis pengantar yang menarik dalam Kamus Basa Sunda terbitan Balai Pustaka. Pengantar itu bukan sekadar pembuka kamus, melainkan cerminan cara intelektual Sunda awal republik memandang bahasa sebagai alat pembangunan rakyat dan persatuan Indonesia.

Berikut versi ketik ulang dengan ejaan modern untuk dokumentasi sejarah bahasa Sunda.


Pendahuluan

Dalam pendahuluan pada cetakan pertama saya katakan, bahwa kamus ini mula-mula saya kerjakan atas bantuan teman-teman sejawat saja, yaitu W.J.S. Poerwadarminta, Aman Datuk Madjoindo, dan Raden Moehamad Saleh, pada permulaan bulan Maret tahun 1942, dan selesai di dalam bulan Desember 1943.

Barang siapa yang memaklumi akan kesulitan menyusun sebuah kamus, dan tahu juga akan kesusahan mencetaknya, tambahan pula penyusunan kamus ini ketika itu hanya menjadi pekerjaan sambilan saja, padahal diselesaikan dalam waktu sesingkat itu, maka maklumlah hendaknya bahwa cetakan pertama itu tak akan dapat memuaskan keadaannya.

Meskipun demikian halnya, karena banyak yang memerlukannya, maka cetakan pertama itu pada penghabisan tahun 1947 telah habis terjual juga, sehingga permulaan tahun 1948 mulai dikerjakan untuk dicetak lagi, dan isinya diperbaiki dan diperbanyak.

Juga di dalam pendahuluan yang tersebut di atas itu saya berharap untuk dapat perhatian para pembaca dan para pemakai, yang saya akan jadikan perbaikan.

Maka sumbangan yang terpenting yang saya pergunakan untuk cetakan kedua ini, dengan segala senang hati saya dapat dari Paduka Tuan Prof. Dr. K.A.H. Hidding. Beliau ini memberikan kepada saya catatan kata-kata yang amat banyak, lengkap dengan keterangannya, yang mulanya beliau sediakan untuk perbaikan kamus Soenda–Belanda Coolsma.

Daripada kata-kata yang amat banyak itu, ada sebagian besar yang saya ambil dan masukkan ke dalam Kamus Soenda–Indonesia cetakan kedua ini. Dan di sini saya sampaikan terima kasih saya atas sumbangan beliau yang amat berharga itu.

Lain daripada itu, saya telah menerima juga sumbangan dari Paduka Tuan R.A.A. Hasan Soemadipradja dan dari Tuan R. Ahdiat Kartamihardja. Tentu saja atas sumbangan tersebut tak akan saya lupakan mengucap terima kasih dan merasa gembira hati atas perhatian kedua tuan tersebut terhadap bahasa daerah yang tak boleh diabaikan begitu saja.

Apapula kamus ini memang perlu untuk masyarakat kita sekarang, dan untuk pembangunan rakyat Indonesia. Sekurang-kurangnya kamus ini menjadi sesuatu dari pada syarat-syarat untuk mengembangkan bahasa persatuan kita.

Dan saya yakin, bahwa orang Indonesia asal Pasundan akan tambah-tambah giat mempelajari bahasa Indonesia sebagai syarat persaudaraan dan kesatuan.

Pembaca yang terhormat!

Kita maklum bahwa sesuatu kamus ada berlainan sifatnya, umpamanya dengan sifat air anggur, yang menjadi tambah baik jika didiamkan lama. Kamus jadi tambah baik jika selalu dipergunakan dan selalu diikhtiarkan bagaimana jalan memperbaikinya.

Dengan usaha penyusunan dan sumbangan para pemakai, maka kamus kita ini tentu akan bertambah baik.

Saya masih terus berharap akan dapat perhatian dari sekalian pemakai kamus cetakan kedua ini, agar supaya pekerjaan saya ini makin lama makin lengkap dan makin baik keadaannya.

Untuk kritik yang bermaksud memperbaiki, saya sampaikan terima kasih lebih dahulu.

Djakarta, Maret 1948.

R. Satjadibrata


Bahasa Sunda dan Semangat Awal Republik

Pengantar ini menarik karena memperlihatkan suasana awal Indonesia merdeka. Satjadibrata tidak melihat bahasa Sunda sebagai lawan bahasa Indonesia. Justru sebaliknya, ia memandang kamus Sunda sebagai alat untuk membantu rakyat Pasundan mempelajari bahasa Indonesia dan ikut membangun negara baru.

Ada semangat kuat bahwa:

  • bahasa daerah harus dipelihara,
  • tetapi bahasa Indonesia menjadi alat persatuan nasional,
  • dan kamus menjadi sarana pendidikan rakyat.

Kalimat seperti: “bahasa Indonesia sebagai syarat persaudaraan dan kesatuan” menunjukkan kuatnya semangat nasionalisme intelektual Sunda pasca-kemerdekaan.

Di sisi lain, Satjadibrata juga menegaskan bahwa bahasa daerah “tak boleh diabaikan begitu saja.” Ini penting, karena memperlihatkan kesadaran awal tentang pentingnya pelestarian bahasa Sunda di tengah pembangunan Indonesia modern.


Artefak Intelektual Awal Republik

Terbitan Balai Pustaka tahun 1948 seperti ini bukan hanya buku pelajaran biasa. Ia adalah artefak sejarah:

  • sejarah bahasa Sunda,
  • sejarah ejaan Indonesia lama,
  • sejarah pendidikan rakyat,
  • sekaligus sejarah politik kebahasaan awal republik.

Di masa ketika Indonesia baru berdiri, kamus dianggap sebagai alat memajukan rakyat dan memperkuat persatuan bangsa. Dan di situlah letak pentingnya karya R. Satjadibrata.*** by iwa

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bale Bandung

SOREANG, balebandung.com – Bupati Bandung Dadang Supriatna menegaskan komitmennya memperkuat program Bisyarah Guru Ngaji sebagai bagian dari upaya membentuk generasi muda yang berkarakter dan berakhlakul karimah. Hal itu disampaikan KDS saat menghadiri Bimbingan Teknis (BIMTEK) Persatuan Guru Ngaji Indonesia (PGNI) Kabupaten Bandung, Senin (10/8/2026). Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari tersebut diikuti sekitar 200 peserta […]

Bale Bandung

SOREANG, balebandung.com – Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kabupaten Bandung meluncurkan Kartu Kredit Indonesia (KKI) Pemerintah Kabupaten Bandung sebagai bagian dari upaya memperkuat digitalisasi transaksi belanja daerah sekaligus meningkatkan efektivitas, efisiensi, transparansi, dan akuntabilitas pengelolaan keuangan daerah. Peluncuran KKI dilakukan Bupati Bandung Dadang Supriatna di Grand Sunshine Soreang, Senin (10/8/2026). Peluncuran ini menjadi bagian […]

Bale Bandung

SOREANG, balebandung.com – Bupati Bandung Dadang Supriatna menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung untuk menindak tegas tenaga kesehatan (nakes) yang diduga melakukan perundungan atau bullying terhadap pasien melalui media sosial. Bupati Kang Dadang Supriatna (KDS) menyatakan kecewa dan prihatin atas perilaku tersebut, terlebih terjadi sebelum pasien yang bersangkutan meninggal dunia. KDS pun meminta Badan Kepegawaian […]

Bale Bandung

SOREANG, balebandung.com – Bandung Bedas Run 2026 makin menunjukkan potensinya sebagai penggerak sport tourism di Kabupaten Bandung. Hingga Sabtu (8/8/2026), sebanyak 3.242 peserta telah mendaftar dan sekitar 20 persen di antaranya berasal dari luar Jawa Barat. Bupati Bandung Dadang Supriatna mengatakan tingginya peserta dari luar daerah menunjukkan Bandung Bedas Run yang bakal digelar 6 September […]

Bale Bandung

SOREANG, balebandung.com – Dandim 0624 Kabupaten Bandung Letkol Kav Samto Betah mengimbau masyarakat menghindari aktivitas di luar rumah pada malam hari jika tidak memiliki keperluan yang penting. Imbauan tersebut disampaikan sebagai bagian dari upaya bersama menjaga keamanan dan kenyamanan masyarakat Kabupaten Bandung. “Kalau tidak ada kepentingan yang terlalu penting, kalau bisa dihindari untuk keluar malam. […]

Bale Bandung

SOREANG, balebandung.com – Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bandung M.A. Hailuki menilai Operasi Berkala Besar yang digelar aparat gabungan TNI-Polri bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) merupakan bentuk responsivitas dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, terutama di tengah maraknya aksi begal. “Operasi Berkala Besar yang dilaksanakan semalam adalah wujud responsivitas aparat keamanan bersama Forkopimda untuk […]