KUTAWARINGIN, balebandung.com – Pengasuh Pondok Pesantren Daar El Jannah, H. Andris Fajar, mendorong semakin banyak masyarakat, khususnya pekerja informal, tenaga pendidik, dan lingkungan pesantren untuk mendapatkan perlindungan melalui program BPJS Ketenagakerjaan.
Hal itu disampaikan Andris Fajar saat kegiatan sosialisasi dan rekrutmen kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan yang digelar di GOR Saluyu, Desa Gajahmekar, Kecamatan Kutawaringin, Kabupaten Bandung, Kamis (4/6/2026).
Menurut Andris, perlindungan sosial ketenagakerjaan menjadi kebutuhan penting di tengah tingginya aktivitas ekonomi masyarakat. Dengan adanya jaminan sosial, para pekerja dapat menjalankan aktivitasnya dengan lebih tenang tanpa dibayangi risiko kecelakaan kerja maupun ketidakpastian ekonomi.
“Kami menyambut baik kegiatan ini karena memberikan pemahaman kepada masyarakat bahwa bekerja dengan rasa aman adalah hak setiap orang. Dengan perlindungan yang baik, produktivitas juga akan meningkat,” kata Andris.
Ia menilai literasi mengenai pentingnya jaminan sosial masih perlu terus diperluas, terutama bagi masyarakat yang bekerja di sektor informal. Menurutnya, masih banyak pekerja yang belum memahami manfaat perlindungan ketenagakerjaan bagi diri dan keluarganya.
Karena itu, Andris mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memanfaatkan program tersebut sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan dan ketahanan keluarga.
Sementara itu Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bandung, H. Ramlanul Sandi, menyatakan dukungannya terhadap upaya perluasan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan di lingkungan lembaga pendidikan keagamaan.
Menurut Ramlanul, selama ini aspek perlindungan kerja bagi pengasuh pesantren, tenaga pendidik, maupun staf pendukung di lingkungan pesantren masih belum mendapatkan perhatian optimal.
“Kami berharap kegiatan seperti ini terus berlanjut sehingga semakin banyak tenaga pendidik dan pekerja yang memperoleh perlindungan sosial ketenagakerjaan,” ujar Ramlanul.
Ia menegaskan keselamatan dan kesejahteraan pekerja harus menjadi perhatian bersama. Dengan adanya perlindungan yang memadai, para pendidik dan pengelola lembaga pendidikan dapat lebih fokus menjalankan tugas pengabdian dan mencetak generasi yang berkualitas.
Kegiatan sosialisasi tersebut diikuti masyarakat, tenaga pendidik, serta berbagai unsur di Kecamatan Kutawaringin sebagai bagian dari upaya meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap pentingnya jaminan sosial ketenagakerjaan.***







