RANCAEKEK, balebandung.com — Ketua Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Bandung Dede Soemarsah menantang para peserta Pelatihan Kepemimpinan Dasar (PKD) VI PAC GP Ansor Kecamatan Rancaekek untuk aktif berkhidmat dan mengambil peran dalam organisasi setelah resmi menjadi kader Ansor.
Tantangan tersebut disampaikan Dede saat menutup kegiatan PKD VI PAC GP Ansor Kecamatan Rancaekek di Pondok Pesantren Al Huda Bojongkoneng, Desa Nanjungmekar, Kecamatan Rancaekek, Minggu, 21 Juni 2026.
Dede mengapresiasi seluruh peserta yang mampu mengikuti rangkaian pelatihan hingga tuntas tanpa ada yang mengundurkan diri sejak hari pertama hingga penutupan kegiatan.
“Alhamdulillah dari awal sampai akhir tidak ada yang pulang. Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh sahabat yang telah mengikuti PKD dari awal sampai akhir. Hari ini sahabat-sahabat telah dibaiat dan resmi menjadi kader Ansor,” kata Dede.
Menurutnya, selesainya PKD bukanlah akhir dari proses kaderisasi, melainkan awal perjalanan panjang sebagai kader Gerakan Pemuda Ansor dan Nahdlatul Ulama.
Ia mengatakan para peserta baru memasuki gerbang organisasi dan akan menghadapi berbagai proses pembelajaran, pengabdian, serta perjuangan dalam membesarkan Ansor dan NU di tengah masyarakat.
“Ini baru permulaan. Sahabat-sahabat baru masuk gerbang Ansor. Perjalanan ke depan masih panjang dan banyak ruang pengabdian yang harus dijalani,” ujarnya.
Karena itu, Dede secara khusus menantang seluruh peserta PKD untuk tidak berhenti hanya pada status sebagai kader, tetapi aktif terlibat dalam kegiatan dan program organisasi.
“Saya ini orang yang senang tantangan. Karena itu hari ini saya menantang seluruh sahabat peserta PKD Rancaekek untuk aktif di Gerakan Pemuda Ansor. Apakah sahabat-sahabat siap?” teriaknya yang langsung disambut seruan siap dari para peserta.
Menurut Dede, atribut dan identitas kader Ansor yang dikenakan para peserta merupakan hasil perjuangan selama mengikuti proses kaderisasi. Karena itu, status kader Ansor harus dijaga melalui komitmen dan keterlibatan nyata dalam organisasi.
“Yang sahabat kenakan hari ini bukan sesuatu yang didapat begitu saja. Ini hasil perjuangan selama dua hari, meluangkan waktu, tenaga, pikiran bahkan materi. Maka kader Ansor harus bangga dan siap mengabdi,” ujarnya.
Sementara itu, Rois Syuriah MWC NU Kecamatan Rancaekek KH Pepen Ma’ruf berharap para kader baru Ansor memiliki semangat tinggi untuk ikut berpartisipasi memajukan Nahdlatul Ulama.
Menurutnya, kader Ansor harus membekali diri dengan kompetensi, wawasan, dan pengalaman organisasi agar mampu menjadi penggerak di tengah masyarakat.
Selain itu, ia menegaskan bahwa keikhlasan menjadi fondasi utama dalam berorganisasi di lingkungan NU.
“Yang paling penting adalah keikhlasan. Jangan ada tujuan lain selain mengabdi dan membesarkan Nahdlatul Ulama,” kata KH Pepen Ma’ruf.
Ia berharap tiga modal utama, yakni semangat pengabdian, kompetensi organisasi, dan keikhlasan dapat terus dijaga oleh para kader muda Ansor Rancaekek.
Menurutnya, para peserta PKD yang hari ini resmi menjadi kader Ansor merupakan calon-calon pemimpin NU di masa depan yang akan melanjutkan estafet perjuangan organisasi.
PKD VI PAC GP Ansor Kecamatan Rancaekek diikuti puluhan peserta dari berbagai desa di Kecamatan Rancaekek. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya kaderisasi Ansor untuk menyiapkan generasi muda Nahdliyin yang memiliki komitmen kebangsaan, loyalitas organisasi, serta siap mengabdi kepada agama, bangsa, dan masyarakat.***







