JAKARTA, balebandung.com – Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) terus memperluas cakupan layanan kesehatan di Indonesia. Hingga akhir 2025, jumlah peserta JKN mencapai 282,7 juta jiwa atau 98,62 persen dari total penduduk Indonesia.
Direktur Utama BPJS Kesehatan Prihati Pujowaskito mengatakan sepanjang 2025 Program JKN mencatat 725,3 juta pemanfaatan layanan kesehatan, atau rata-rata 1,9 juta layanan setiap hari.
“Program JKN bukan sekadar menjamin pembiayaan pelayanan kesehatan, tetapi menjadi fondasi dalam membangun sumber daya manusia Indonesia yang sehat, produktif, dan berdaya saing,” kata Prihati dalam Public Expose Laporan Pengelolaan Program dan Laporan Keuangan BPJS Kesehatan Tahun 2025 di Jakarta, Kamis (2/7/2026).
Menurutnya, perluasan kepesertaan diikuti peningkatan akses layanan melalui transformasi digital, di antaranya aplikasi Mobile JKN, layanan PANDAWA, dan Care Center 165.
BPJS Kesehatan juga didukung jaringan 23.770 fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP), 3.194 rumah sakit rujukan, serta 6.190 fasilitas kesehatan penunjang yang tersebar di seluruh Indonesia.
Di sisi keuangan, Dana Jaminan Sosial (DJS) Kesehatan mencatat aset bersih Rp30,04 triliun hingga akhir 2025 dengan hasil investasi mencapai Rp3,94 triliun.
Prihati mengatakan BPJS Kesehatan kembali meraih opini Wajar Tanpa Modifikasi (WTM) untuk ke-12 kali berturut-turut sebagai bentuk pengelolaan keuangan yang akuntabel.
Sepanjang 2025, biaya pelayanan kesehatan Program JKN mencapai Rp191,3 triliun. Sekitar 26,42 persen di antaranya digunakan untuk pembiayaan penyakit katastropik.
Karena itu, BPJS Kesehatan akan terus memperkuat upaya promotif dan preventif, meningkatkan kualitas layanan, serta menjaga keberlanjutan Program JKN melalui pengelolaan keuangan yang sehat.
“Keberhasilan Program JKN merupakan hasil gotong royong seluruh pemangku kepentingan. Kami akan terus memperkuat kolaborasi agar manfaatnya semakin dirasakan masyarakat,” ujar Prihati.***







