JATINANGOR, balebandung.com — Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menegaskan lulusan Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) tidak cukup hanya menguasai teori pemerintahan. Mereka dituntut menjadi birokrat yang mampu melahirkan kebijakan berbasis ilmu pengetahuan sekaligus menjunjung tinggi integritas dalam melayani masyarakat.
Pesan tersebut disampaikan Tito saat menghadiri Sidang Senat Terbuka Wisuda IPDN Tahun Akademik 2025/2026 di Gedung Balairung Rudini, Kampus IPDN Jatinangor, Sumedang, Minggu (26/7/2026).
Sebanyak 1.404 lulusan dari program Sarjana Terapan, Magister Terapan, Doktor Ilmu Pemerintahan, dan Pendidikan Profesi Kepamongprajaan resmi diwisuda pada tahun akademik ini.
Bagi Tito, kehadiran para lulusan baru menjadi energi penting bagi masa depan birokrasi Indonesia yang semakin adaptif, profesional, dan berbasis pengetahuan.
“Kita berharap mereka menjadi pemikir-pemikir baru di bidang pemerintahan yang mampu melahirkan kebijakan berbasis ilmu pengetahuan, teori, dan kebutuhan masyarakat,” kata Tito.
Menurutnya, tantangan pemerintahan ke depan semakin kompleks sehingga aparatur negara tidak cukup hanya memahami administrasi, tetapi juga mampu membaca dinamika sosial yang berkembang di tengah masyarakat.
Karena itu, lulusan IPDN harus mampu menerjemahkan ilmu pemerintahan ke dalam kebijakan yang sesuai dengan karakter setiap daerah.
“Kondisi masyarakat sangat beragam. Mereka harus mampu beradaptasi ketika menerapkan ilmu pemerintahan di lapangan,” ujarnya.
Tito mengatakan sistem pendidikan di IPDN memiliki keunggulan karena tidak hanya membekali praja dengan kemampuan akademik, tetapi juga membangun karakter kepemimpinan, disiplin, integritas, nasionalisme, hingga ketahanan fisik melalui pendidikan kesamaptaan.
Kombinasi tersebut membuat lulusan IPDN semakin diminati oleh berbagai pemerintah daerah.
“Banyak kepala daerah yang meminta lulusan IPDN karena mereka tidak hanya belajar akademik, tetapi juga dibentuk mental, disiplin, integritas, nasionalisme, dan kepemimpinannya,” katanya.
Meski demikian, Tito menilai para lulusan sebaiknya memperoleh pengalaman bertugas di berbagai daerah sebelum kembali ke wilayah asalnya.
Pengalaman tersebut dinilai penting agar aparatur muda memiliki wawasan pemerintahan yang lebih luas dan mampu memahami keragaman persoalan daerah di Indonesia.
Sementara itu, Rektor IPDN Halilul Khairi melaporkan wisuda tahun ini meluluskan 1.204 sarjana terapan, 82 lulusan Program Pendidikan Profesi Kepamongprajaan, 73 lulusan Program Magister Terapan Studi Pemerintahan, serta 45 lulusan Program Doktor Ilmu Pemerintahan.
Lulusan terbaik Program Sarjana Terapan diraih Aji Bayu Ramadhan asal Provinsi Nusa Tenggara Timur dengan IPK 3,84 sekaligus memperoleh penghargaan Kartika Astha Brata.
Sedangkan lulusan terbaik Program Magister Terapan diraih Elliya Nurul Firdaus, Program Doktor Ilmu Pemerintahan diraih Dr. Iin Mutmainnah, dan Program Pendidikan Profesi Kepamongprajaan diraih Ridwan Mochamad Ramdhani.
Bagi Tito, wisuda tersebut bukan sekadar akhir proses pendidikan, melainkan awal lahirnya aparatur pemerintahan yang diharapkan mampu menghadirkan pelayanan publik yang semakin profesional, adaptif, dan berintegritas di seluruh Indonesia.***







