Bale Bandung

Standar Harga Gas di Pengecer Bakal Diatur

×

Standar Harga Gas di Pengecer Bakal Diatur

Sebarkan artikel ini
Kepala Diskoperindag Kab Bandung Popi Hopipah Malik didampingi Ketua Hiswana Gas DPC Bandung-Sumedang Opik Taufik saat sidak ke SPPBE PT Sampurna Gas, Jl Raya Cileunyi Km 19, Jumat (1/7). by iwa
Kepala Diskoperindag Kab Bandung Popi Hopipah Malik didampingi Ketua Hiswana Gas DPC Bandung-Sumedang Opik Taufik saat sidak ke SPPBE PT Sampurna Gas, Jl Raya Cileunyi Km 19, Jumat (1/7). by iwa

SOREANG – Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Bandung bersama PT Hiswana Migas berencana mengatur harga gas bersubsidi 3 kilogram di tingkat pengecer. Karena selama ini tidak adanya standar harga eceran itu jadi pemicu tingginya harga jual di pasaran.

“Kami telah membicarakannya dengan Petamina dan Hiswana Migas, bahwa di pengecer itu harus ada standar harga,” kata Kadisperindag Kabupaten Bandung, Popi Hopipah, Jumat (25/11/16).

Popi menduga adanya penimbunan terhadap gas elpiji 3 kilogram bersubsidi oleh pengecer, berdampak pada kelangkaan gas dan harganya makin meninggi hingga mencapai Rp 30 ribu.

“Kecurangan ini diindikasikan adanya di tingkat pengecer. Begitu pangkalan mengirim ke pengecer pertama, ada pengumpul dan harga bisa berlipat sampai Rp 30 ribu,”ujarnya.

Popi menyebut setiap harinya kurang lebih 100 ribu tabung gas elpiji bersubsidi disebarkan di wilayah Kabupaten Bandung. Tapi anehnya, kelangkaan terus terjadi, bahkan kelangkaan ini terjadi di seluruh Jawa Barat.

“Jangan sampai kelangkaan ini terulang. Jumat (25/11), pukul 13. 00 WIB akan dilakukan operasi pasar gas 3 kg yang digelar serentak di 31 kecamatan. Setiap kecamatan akan mendapat pasokan 360 tabung untuk disalurkan kepada masyarakat ekonomi bawah,”ungkapnya.

Ia meminta operasi pasar ini harus benar-benar dimanfaatkan oleh warga tidak mampu. Jangan sampai justru dimanfaatkan oleh warga kelas mengenah ke atas, agar operasi pasar ini efektif. Kepala desa dan camat pun harus turut mengawasi.

Popi menerangkan operasi pasar ini dilakukan serentak agar potensi kecurangan dengan melakukan penimbunan bisa diminimalisasi. Sebab jika tidak serentak, maka potensi para pembeli yang berniat menimbun bisa terjadi.

Ia menambahkan para pembeli yang tidak mampu bisa melampirkan Surat Keterangan Tidak Mampu untuk bisa membeli gas di operasi pasar. Selain itu, mereka yang berada di ekonomi menengah ke atas bisa beralih menggunakan gas 5,5 Kg.

“Kami membuka dalam operasi pasar itu bagi yang mempunyai 2 tabung 3 kg bisa ditukar dengan gas 5,5 kg ditambah uang Rp 100 ribu,” kata Popi.

Menurutnya, gas 5,5 kg relatif lebih aman. Sementara bagi mereka yang akan mengisi ulang gas di tingkat pangkalan hanya Rp 55 ribu dan di pengecer diusahakan Rp 65 ribu. Terkait dengan wacana pengalihan pemakaian gas 3 kg ke gas 5,5 kg menurutnya Pertamina belum memberikan arahan tersebut. Namun sifatnya hanya anjuran.

Seperti diketahui, kelangkaan gas elpiji bersubsidi 3 kilogram, terjadi hampir di seluruh daerah di Kabupaten Bandung. Selain langka, kalaupun ada harga jualnya mahal mencapai Rp 21-24 ribu. Padahal Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah adalah Rp 16.600.

Kepala Bidang Perdagangan Dalam dan Luar Negeri Diskoperindag Kabupaten Bandung, Ayi Kuswara mengakui, jika kelangkaan gas 3 kilogram ini memang sering terjadi diwilayahnya, maupun di daerah lain.

“Pada 2015 kuota Kabupaten Bandung yakni sebanyak 35 juta tabung per tahun. Pada 2016 ini turun jadi 30 juta sekian. Jadi, tentu saja antara kebutuhan dan suplai tidak sebanding,” sebut Ayi.

Ayi melanjutkan, pada 2015 saja, gas elpiji 3 kg di wilayahnya mencapai 56 juta lebih. Sedangkan tahun ini hingga 100 juta tabung kebutuhan untuk masyarakat di 31 Kecamatan di Kabupaten Bandung.

“Kalau di bilang langka tidak juga. Cuma harganya memang mahal di pengecer bisa sampai Rp 25 ribu. Kita menetapkan HET (Harga Eceran Tertinggi) itu di tingkat pangkalan Rp 16.600. Kalaupun di pengecer mahal, kami tidak bisa mengendalikan, karena tidak mengatur sampai ke tingkat pengecer,” jelasnya.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bale Bandung

BALERAME, balebandung.com – Bupati Bandung Dadang Supriatna menegaskan pentingnya kesiapsiagaan seluruh unsur dalam menghadapi potensi kekeringan, krisis air bersih, serta kebakaran hutan dan lahan (karhutla) selama musim kemarau. Hal tersebut disampaikan bupati yang akrab disapa KDS saat memimpin Apel Kesiapsiagaan Kekeringan serta Kebakaran Hutan dan Lahan Tingkat Kabupaten Bandung di Dome Balerame, Soreang, Selasa (11/8/2026). […]

Bale Bandung

balebandung.com – Pilihan Bupati Bandung Dadang Supriatna yang terus bekerja, meski diserang berbagai fitnah, memberi pesan kuat tentang sosok pemimpin daerah yang tulus, sabar dan tegar yang dibutuhkan rakyat. Demikian disampaikan Direktur Eksekutif Citra Komunikasi LSI Denny JA, Toto Izul Fatah, kepada pers di Jakarta, Selasa (11/8/2026). Ia menanggapi pertanyaan wartawan soal gencarnya serangan beraroma […]

Bale Bandung

SOREANG, balebandung.com – Bupati Bandung Dadang Supriatna menegaskan komitmennya memperkuat program Bisyarah Guru Ngaji sebagai bagian dari upaya membentuk generasi muda yang berkarakter dan berakhlakul karimah. Hal itu disampaikan KDS saat menghadiri Bimbingan Teknis (BIMTEK) Persatuan Guru Ngaji Indonesia (PGNI) Kabupaten Bandung, Senin (10/8/2026). Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari tersebut diikuti sekitar 200 peserta […]

Bale Bandung

SOREANG, balebandung.com – Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kabupaten Bandung meluncurkan Kartu Kredit Indonesia (KKI) Pemerintah Kabupaten Bandung sebagai bagian dari upaya memperkuat digitalisasi transaksi belanja daerah sekaligus meningkatkan efektivitas, efisiensi, transparansi, dan akuntabilitas pengelolaan keuangan daerah. Peluncuran KKI dilakukan Bupati Bandung Dadang Supriatna di Grand Sunshine Soreang, Senin (10/8/2026). Peluncuran ini menjadi bagian […]

Bale Bandung

SOREANG, balebandung.com – Bupati Bandung Dadang Supriatna menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung untuk menindak tegas tenaga kesehatan (nakes) yang diduga melakukan perundungan atau bullying terhadap pasien melalui media sosial. Bupati Kang Dadang Supriatna (KDS) menyatakan kecewa dan prihatin atas perilaku tersebut, terlebih terjadi sebelum pasien yang bersangkutan meninggal dunia. KDS pun meminta Badan Kepegawaian […]

Bale Bandung

SOREANG, balebandung.com – Bandung Bedas Run 2026 makin menunjukkan potensinya sebagai penggerak sport tourism di Kabupaten Bandung. Hingga Sabtu (8/8/2026), sebanyak 3.242 peserta telah mendaftar dan sekitar 20 persen di antaranya berasal dari luar Jawa Barat. Bupati Bandung Dadang Supriatna mengatakan tingginya peserta dari luar daerah menunjukkan Bandung Bedas Run yang bakal digelar 6 September […]