Bale Bandung

Siaga Darurat Bencana Diperpanjang Hingga 29 Mei

×

Siaga Darurat Bencana Diperpanjang Hingga 29 Mei

Sebarkan artikel ini
Kepala Pelaksana BPBD Kab Bandung Tata Irawan memimpin Rakor Siaga Darurat di Ruang Rapat Assisten Pemerintahan Setda Kabupaten Bandung, Kamis (23/3). by Denny Humas Pemkab Bandung
Kepala Pelaksana BPBD Kab Bandung Tata Irawan memimpin Rakor Siaga Darurat di Ruang Rapat Assisten Pemerintahan Setda Kabupaten Bandung, Kamis (23/3). by Denny Humas Pemkab Bandung

SOREANG – Pemprov Jabar menetapkan Siaga Darurat sampai 31 Mei 2017, sementara Pemkab Bandung dalam Keputusan Bupati tentang Perpanjangan Penetapan Status Siaga Darurat Bencana tanah longsor, banjir dan puting beliung di wilayah Kabupaten Bandung berakhir pada 30 Maret 2017.

Namun hingga kini di Baleendah dan Dayeuhkolot masih terdapat pengungsi. Sebanyak 145 KK, 471 jiwa, 56 lansia, 48 balita, 3 ibu hamil, 10 ibu menyusui dan 1 org sakit. Data tercatat pada Kamis pagi, karena BPBD melakukan assessment ke wilayah tersebut 2 kali dalam sehari yaitu pagi dan sore dan dirilis setiap jam 8 pagi dan jam 8 malam.

Karenanya, Kepala Pelaksana BPBD Kab Bandung Tata Irawan menyatakan Status Siaga Darurat Bencana diperpanjang hingga 29 Mei 2017.

“Pihak Badan Meteorologi dan Geofisika (BMKG) sengaja kita undang, juga perangkat daerah terkait, sehingga nantinya penetapan ini menjadi komprehensif dan menjadi Keputusan Bupati, sehingga apabila situasi bencana meningkat, maka kita bisa meningkatkan status dari siaga menjadi tanggap darurat,” kata Tata saat memimpin Rapat Koordinasi Siaga Darurat di Ruang Rapat Assisten Pemerintahan Setda Kabupaten Bandung, Kamis (23/3/17).

Forecaster dari BMKG, Jadi Hendarmin memaparkan bencana hidrometeorologi pada saat ini rawan terjadi. Dari hasil prediksi BMKG dan dari data klimatologis yang dirilis BMKG tahun 1981 sampai 2010, untuk wilayah Jawa Barat pada Maret ini masih dalam kondisi musim penghujan. Untuk wilayah Bandung dan sekitarnya, menurut Jadi, puncak musim hujan terjadi di bulan November dan Maret.

“Jadi wajar jika pada bulan November dan Maret intensitas hujan lebih tinggi, namun dari press release BMKG sampai sejauh ini masih memonitor perkembangan dinamika atmosfir yang ada di wilayah Indonesia,” ungkap Jadi.

Jadi menambahkan, awal Maret kondisi suhu muka laut dengan atmosfir yang berada di Pasifik Tengah, lalu juga dengan adanya pengaruh indeks yang ada di wilayah barat Sumatera nampaknya masih dalam kondisi yang normal, sehingga potensi penambahan massa uap air khususnya di wilayah Bandung masih dalam kisaran normal.

Bulan Maret ini curah hujan di wilayah Jawa Barat dalam kisaran tinggi dan sangat tinggi karena berada dalam kisaran di atas 300 mm dalam satu dasarian nya (satuan waktu meteorologi, yang lamanya adalah sepuluh hari).

“Untuk bulan Juni, Juli, Agustus ada peluang el Nino dalam kisaran lemah, sehingga suhu muka laut di wilayah Jawa dan selatan Jawa akan mendingin dan berpotensi bulan September akan lebih kering dari biasanya,” lanjut Jadi.

Tahun 2015 terjadi el Nino dalam skala lemah menengah hingga pengaruhnya di Indonesia kering, kemudian pada Tahun 2016 terjadi la Nina dalam kisaran lemah sehingga pengaruhnya di Indonesia basah.

“Hujan sepanjang tahun 2016 dan puncaknya telah terjadi di bulan Maret ini, untuk April peluang secara gradual ada sedikit penurunan sehingga potensi di bulan Mei untuk Jawa Barat pada umumnya akan memasuki awal musim kemarau. Sedangkan untuk Bandung sendiri peluangnya (musim kemarau) terjadi di dasarian pertama bulan Juni,” terang Jadi.

BMKG, lanjut Jadi, masih memonitor dan akan selalu meng-update hasil monitoring ini dan akan share ke instansi terkait untuk mengantisipasi kebencanaan yang diakibatkan oleh bencana hidro meteorologi.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bandung, Heru Kiatno mengatakan, bencana banjir yang intensitasnya timbul tenggelam puncaknya terjadi pada minggu kedua bulan Maret.

“Namun demikian kami mengamati pada tanggal 25 Februari 2017 sudah ada tanda-tanda akan terjadi bencana banjir dan memang itu sudah terjadi tepatnya tanggal 27 Februari 2017 dikarenakan curah hujan yang tinggi di wilayah Kabupaten Bandung, sehingga mengakibatkan terjadinya banjir dan longsor di beberapa kecamatan,” papar Heru.

BPBD Kabupaten Bandung langsung turun ke lapangan dan membentuk posko bencana banjir di Baleendah tepatnya di Gedung Inkanas. Awal Maret sudah terjadi banjir di wilayah segitiga banjir (Kecamatan Baleendah, Bojongsoang dan Dayeuhkolot) yang memberikan dampak buruk dan terdapat korban bencana banjir yang mengungsi.

“Kami bekerjasama dan berkoordinasi dengan perangkat perangkat daerah terkait, dari Dinas Sosial untuk penyaluran logistik, Dinas Lingkungan Hidup untuk penanganan masalah sampah, Dinas Kesehatan untuk masalah kesehatan dan pengobatan di tempat pengungsian, dari PDAM untuk penyediaan sarana air bersih, Dinas Kebakaran untuk membersihkan jalan dan selokan,” lanjut Heru.

Akhir Februari sampai dengan saat ini masih ada pengungsi di wilayah segitiga banjir namun jumlahnya tidak seperti pada minggu kedua bulan Maret yang jumlahnya mencapai 2.500 jiwa dan 1.600 KK.

“Sampai saat ini pengungsi di tiga Kecamatan tersebut tinggal sedikit yaitu di Kecamatan Baleendah dan Dayeuhkolot yang ada di tiga titik pengungsian yaitu Kelurahan Baleendah, Gedung Inkanas, dan SKB dengan 154 KK 550 jiwa, dan personil BPBD belum beranjak dari posko-posko tersebut,” ujar Heru.

Selain peristiwa itu telah terjadi beberapa banjir di luar segitiga banjir, yang statusnya tidak terdengar tapi merupakan lintasan yang cukup ekstrim yaitu Kecamatan Majalaya, Solokanjeruk, Ciparay, Rancaekek dan beberapa wilayah Kecamatan lain yang sifatnya mengalir luapan air yang cukup tinggi dan berakibat kemacetan, air masuk ke pemukiman penduduk, namun tidak memberikan dampak adanya pengungsian di wilayah kecamatan tersebut.

Nih, inti bahasan pada Rakor Siaga Darurat, Kamis (23/3);
1. Siaga Darurat Bencana masih berlangsung dan diperkirakan sampai dengan tanggal 29 Mei 2017.
2. Untuk semua kabupaten, agar SK Bupati mengenai Siaga Darurat Banjir dan Longsor, diperpanjang sampai dengan tanggal 29 Mei 2017.
3. Untuk semua perangkat daerah agar terus menerus menginformasikan kepada masyarakat tentang Siaga Darurat Banjir dan Longsor.
4. BPBD tetap berkoordinasi dengan perangkat daerah lainnya dalam hal pelaksanaan Siaga Bencana.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bale Bandung

KATAPANG, Balebandung.com – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian meminta kepala daerah tidak khawatir maupun beranggapan Pendapatan Asli Daerah (PAD) akan menurun akibat kebijakan pembebasan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) serta Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) bagi masyarakat berpenghasilan rendah dalam Program 3 Juta Rumah. Menurut Mendagri, kebijakan tersebut justru akan menggerakkan sektor […]

Bale Bandung

SOREANG, balebandung,com – Bupati Bandung Dadang Supriatna (KDS) menegaskan komitmennya membangun generasi yang sehat, cerdas, dan berkarakter melalui pemenuhan hak-hak anak sejak usia dini. Komitmen tersebut disampaikan saat Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 tingkat Kabupaten Bandung di Kompleks Pemerintah Kabupaten Bandung, Soreang, Sabtu (25/7/2026). Peringatan HAN tahun ini berlangsung semarak dengan melibatkan sekitar 5.000 […]

Bale Bandung

KATAPANG, balebandung.com — Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait memastikan Jawa Barat menjadi salah satu daerah prioritas Program 3 Juta Rumah. Hal itu ditandai dengan lonjakan kuota rumah subsidi melalu Skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) yang meningkat dari sekitar 6.000 unit tahun sebelumnya menjadi 46.000 unit pada tahun ini. “Peningkatan kuota rumah […]

Bale Bandung

balebandung.com – Majalaya dikenal sebagai salah satu kawasan industri tekstil terbesar di Kabupaten Bandung. Julukan sebagai “Kota Dolar” pernah melekat karena geliat ekonominya yang tumbuh pesat sejak dekade 1960-an. Di balik deretan pabrik dan aktivitas industri yang tak pernah berhenti, ternyata masih hidup satu warisan budaya yang usianya jauh lebih tua dari mesin-mesin produksi itu: […]

Bale Bandung

RANCAEKEK, Balebandung.com – Tabuhan rebana berpadu kembali menggema di sejumlah kampung di Kecamatan Rancaekek. Masyarakat setempat lebih akrab menyebut kesenian ini sebagai teureubangan atau terbangan. Teureubangan merupakan salah satu kesenian tradisional Islam yang telah lama berkembang di berbagai daerah di Jawa Barat. Terbangan adalah kesenian tradisional yang memakai tabuhan rebana atau terbang, di mana irama […]

Bale Bandung

SOREANG, balebandung.com – Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) Ketua DPRD Kabupaten Bandung Renie Rahayu Fauzi kembali menjadi perhatian publik. Berdasarkan data resmi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), total harta kekayaan yang dilaporkan mencapai Rp20.555.150.000. Laporan tersebut disampaikan kepada KPK pada 19 Maret 2025 untuk periode pelaporan tahun 2024. Berdasarkan dokumen LHKPN, harta kekayaan Ketua DPRD […]