Bale Bandung

Pemkab Bandung Kelola DBHCHT Rp 11 Miliar

×

Pemkab Bandung Kelola DBHCHT Rp 11 Miliar

Sebarkan artikel ini
Sekda Kab Bandung, Ir. H. Sofian Nataprawira, MP saat Sosialisasi DBHCHT di Bale Sawala Soreang, Selasa (6/6). by Kominfo Kab Bdg
Sekda Kab Bandung, Ir. H. Sofian Nataprawira, MP saat Sosialisasi DBHCHT di Bale Sawala Soreang, Selasa (6/6). by Kominfo Kab Bdg

SOREANG – Pemkab Bandung tahun 2017 mengelola DBHCHT (Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau) sebesar Rp. 11.554.775.000. Selain itu terdapat Silpa (Sisa Lebih Penggunaan Anggaran) sampai dengan Tahun Anggaran 2016 sebesar Rp. 3.182.361.284.

Sekretaris Daerah Kabupaten Bandung, Ir. H. Sofian Nataprawira, MP., mengungkapkan pemanfaatan dana tersebut harus dilaksanakan sesuai ketentuan yang telah ditetapkan melalui Peraturan Menteri Keuangan Nomor 28/PMK.07 Tahun 2016 tentang Penggunaan, Pemantauan dan Evaluasi DBHCHT.

“Ketentuannya paling sedikit 50% untuk mendanai program, seperti peningkatan kualitas bahan baku, pembinaan industri, pembinaan lingkungan sosial, sosialisasi ketentuan bidang cukai dan pemberantasan barang kena cukai ilegal. Sedangkan paling banyak 50% untuk mendanai program sesuai kebutuhan dan prioritas daerah,” ungkap Sekda saat Sosialisasi DBHCHT di Bale Sawala Soreang, Selasa (6/6/17).

Di satu sisi, pemerintah menurut Sofian diuntungkan dengan adanya penerimaan negara dari cukai dan PPn. Namun di sisi lain pemerintah juga menanggung dampak negatif merokok, sehingga harus meningkatkan anggaran kesehatan.

“Regulasi pajak rokok itu ibarat dua mata pisau. Situasinya dilematis, tapi sebetulnya pendapatan negara dari cukai rokok ini tidak sebanding dengan nilai kerugian yang ditimbulkan karena merokok,” papar Sofian.

Ia mengatakan Pemkab Bandung berkewajiban untuk menjaga kesehatan masyarakatnya karena rokok membawa dampak kesehatan yang tidak baik bagi perokok itu sendiri maupun bagi orang lain.

Untuk melindungi masyarakat terhadap bahaya rokok maka diterapkan pajak rokok, di mana penerapan pajak rokok sebesar 10% dari nilai cukai dimaksudkan untuk memberikan optimalisasi pelayanan Pemkab Bandung dalam menjaga kesehatan masyarakat.

Pemkab Bandung telah memanfaatkan penggunaan DBHCHT tersebut dengan beragam program/kegiatan positif melalui perangkat-perangkat daerahnya. Disnaker, melakukan kegiatan pembinaan dan pelatihan keterampilan kerja bagi masyarakat di lingkungan daerah penghasil tembakau. Dinas Pertanian, melakukan kegiatan penanganan panen dan pasca panen bahan baku. Dinas Koperasi dan UKM, melakukan kegiatan pembinaan dan fasilitasi pembentukan dan/atau pengesahan badan hukum kelompok petani tembakau.

Dinas Pangan dan Perikanan, melakukan pembinaan dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia pada usaha industri hasil tembakau skala kecil. Dinas Kesehatan, melakukan penyediaan/pemeliharaan sarana pelayanan kesehatan bagi masyarakat yang terkena dampak konsumsi rokok dan penyakit lainnya.

Dinas Perdagangan dan Perindustrian, melakukan pengumpulan informasi hasil tembakau yang tidak dilekati pita cukai. RSUD Majalaya dan RSUD Cicalengka, melakukan penyediaan dan pemeliharaan sarana pelayanan kesehatan bagi masyarakat yang terkena penyakit akibat dampak konsumsi rokok dan penyakit lainnya. Serta Bagian Perekonomian, yang melakukan sosialisasi cukai tembakau.

“Tentunya dibutuhkan sinergitas Perangkat Daerah dan dukungan stakeholder terkait dalam pelaksanaannya. Selain itu, jika kita melihat kawasan industri pertanian tembakau di Kabupaten Bandung, peluang untuk pengembangannya masih terbuka dan memiliki prospek yang sangat menjanjikan,” pungkas Sofian.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bale Bandung

BANDUNG, balebandung.com — Keberhasilan Ketua BAZNAS Kabupaten Bandung Dr. Yusuf Ali Tantowi, Lc., M.A. meraih gelar doktor mendapat apresiasi dari berbagai kalangan. Salah satunya datang dari Pengasuh Pondok Tahfidz Daar El-Jannah Bandung, H. Andris Fajar, M.Pd., yang menyebut capaian akademik tersebut sebagai inspirasi bagi santri untuk terus menempuh jalan ilmu. Menurut Andris, keberhasilan Yusuf Ali […]

Bale Bandung

BANDUNG, balebandung.com — Persiapan Festival Al Jabar mulai memasuki tahap pematangan konsep. Sejumlah seniman lintas disiplin yang tergabung dalam Ikatan Alumni (IA) ISBI Bandung berkumpul di Sekretariat IA ISBI Bandung, Senin (27/7/2026), untuk menyatukan gagasan sekaligus merumuskan identitas artistik festival yang diharapkan menjadi agenda budaya Islam berskala nasional. Diskusi yang berlangsung sejak sore hingga menjelang […]

Bale Bandung

BANDUNG — Tepuk tangan panjang mengiringi berakhirnya Sidang Promosi Doktor Program Studi Linguistik Sekolah Pascasarjana Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Senin (27/7/2026). Ketua Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Bandung, Dr. Yusuf Ali Tantowi, M.A., resmi menyandang gelar doktor setelah berhasil mempertahankan disertasinya dengan predikat Cumlaude dan meraih Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,75. Namun bagi Yusuf, […]

Bale Bandung

BANDUNG — Ketua BAZNAS Kabupaten Bandung, Yusuf Ali Tantowi, resmi meraih gelar doktor dari Program Studi Linguistik Sekolah Pascasarjana Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), setelah berhasil mempertahankan disertasinya dalam Sidang Promosi Doktor di Auditorium Lantai 5 Sekolah Pascasarjana UPI, Senin (27/7/2026). Dalam sidang terbuka tersebut, Yusuf mempresentasikan disertasi berjudul “Ayat-Ayat Kinayah Berimplikasi Hukum: Suatu Kajian Berbasis […]

Bale Bandung

BANDUNG, balebandung.com — Bupati Bandung Dadang Supriatna (KDS) menegaskan komitmennya menjadikan Kabupaten Bandung sebagai destinasi sport tourism bertaraf internasional. Komitmen tersebut ditandai dengan penyelenggaraan World Boomerang Championship (WBC) 2026, kejuaraan boomerang tingkat dunia yang untuk pertama kalinya digelar di Indonesia, di Lanud Sulaiman, Margahayu, Senin (27/7/2026). Kejuaraan yang diikuti peserta dari 12 negara itu dinilai […]

Bale Bandung

KATAPANG, Balebandung.com – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian meminta kepala daerah tidak khawatir maupun beranggapan Pendapatan Asli Daerah (PAD) akan menurun akibat kebijakan pembebasan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) serta Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) bagi masyarakat berpenghasilan rendah dalam Program 3 Juta Rumah. Menurut Mendagri, kebijakan tersebut justru akan menggerakkan sektor […]