Bale Bandung

Masjid Agung Al-Fathu Terinspirasi Hijrah Rasul dari Mekah ke Madinah

×

Masjid Agung Al-Fathu Terinspirasi Hijrah Rasul dari Mekah ke Madinah

Sebarkan artikel ini

SOREANG, Balebandung.com – Masjid Agung Al-Fathu Kabupaten Bandung dibangun sekitar tahun 1985 di Kecamatan Soreang, bertepatan dengan perpindahan Ibu Kota Kabupaten Bandung dari Baleendah ke Soreang. Hal ini dilakukan berdasarkan kesepakatan para ulama dan umaro Kabupaten Bandung pada waktu itu, dengan berpatokan kepada hijrahnya Rasulullah SAW dari Mekah ke Madinah di mana bangunan yang pertama didirikan adalah Masjid Quba.

Maka, perpindahan Ibu Kota Kabupaten Bandung ke Soreang, diawali dengan peletakan batu pertama Masjid Agung Kabupaten Bandung. Adapun penamaan Masjid Agung Al-Fathu berdasarkan hasil Istikharoh para ulama yang diambil dari Surat An-Nasr Ayat I : Al-Fathu berarti Kemenangan.

Masjid Agung Al-Fathu dibangun di area tanah pesawahan kurang lebih 2.000 m2 yang dibeli Pemerintah Daerah Kabupaten Bandung dari masyarakat saat itu. Dalam proses pembangunannya yang pertama dilaksanakan oleh PT. Sinar di bawah pimpinan Asep Sinar, hanya sampai setengah rangkai bangunan.

Kemudian pembangunan selanjutnya dilanjutkan oleh PT. Timur Sejahtera, di bawah pimpinan H. Syamsudin sampai selesai dengan menggunakan dana bantuan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD II) Kabupaten Bandung serta dari warga masyarakat Kabupaten Bandung melalui kupon infak, yang saat itu beberapa tokoh ulama dan masyarakat ikut memprakarsainya.

Namun demikian bentuk bangunan cenderung bergaya arsitektur bangunan khas Daerah Jawa Barat (Julang Ngapak). Sehingga pada bagian atap masjid tersebut tidak memakai kubah sebagaimana layaknya masjid. Masjid Agung Al-Fathu Kabupaten Bandung diresmikan Gubernur Jawa Barat R. Nuryana pada 25 Agustus 1995.

Selanjutnya Dinas Permukiman dan Tata Wilayah Kabupaten Bandung telah mengganggarkan pada tahun 2006 kegiatan perencanaan Renovasi Masjid Agung Al-Fathu dengan Konsultan Perencana PT. Cilcon Engineering Bandung. Dalam perencanaan tersebut pekerjaan utama adalah pemasangan kubah Masjid dengan sumber biaya dari Hibah Pemprov Jabar tahun anggaran 2006.

Pada tahun 2007, Dewan Kemakmuran Masjid Agung Al-Fathu Soreang Kabupaten Bandung mendapat bantuan dana dari Pemprov Jabar untuk renovasi Masjid Agung Al-Fathu. Adapun pelaksanaannya dengan cara swakelola, yaitu dengan membentuk Panitia Renovasi Masjid Agung Al-Fathu Soreang dan pengawasannya dilaksanakan oleh Konsultan Pengawas. Jadi, proses pembangunan renovasi Masjid Agung Al-Fathu baru dilaksanakan dua kali yaitu pada tahun 2006 dan 2007.

Adapun salah satu lembaga yang ikut menentukan arah kiblat Masjid Agung Al-Fathu adalah Departemen Agama Kabupaten Bandung dan melibatkan sebagian tokoh ulama yang mempunyai kemampuan di bidangnya.

Keberadaan Masjid Agung Al-Fathu Kabupaten Bandung dengan sendirinya menjadi sangat sentral sekaligus monumental. Harapannya, keberadaan Masjid Agung Al-Fathu dimasa yang akan datang menjadi Pusat Kegiatan Umat Islam di Kabupaten Bandung.

Masjid Agung Al-Fathu harus memancarkan ruh, yang memberikan semangat untuk mensyi’arkan agama Islam, membangun kemuliaan akhlak manusia dan memotivasi kesadaran warganya untuk berswadaya merevitalisasi kotanya sendiri, dalam upaya mewujudkan kota yang religius dan bermartabat. ***

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bale Bandung

BANDUNG, balebandung.com – Bupati Bandung, Dadang Supriatna memberikan kesaksian dalam persidangan perkara PT Bandung Daya Sentosa (BDS) di Pengadillan Negeri Kota Bandung, Selasa (29/9/2026). Kehadiran bupati yang akrab disapa KDS ini merupakan bagian dari proses hukum yang sedang berjalan dan bentuk pemenuhan kewajibannya untuk memberikan keterangan sesuai pengetahuan dan kapasitasnya. Dalam konteks kepemilikan Pemerintah Kabupaten […]

Bale Bandung

SOREANG, balebandung.com – Program rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) Kabupaten Bandung yang menargetkan 4.718 unit pada 2026 dinilai perlu diperkuat dari sisi kualitas agar bantuan benar-benar menghasilkan hunian layak bagi masyarakat penerima manfaat. Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bandung MA Hailuki mengatakan, program Rutilahu tidak cukup hanya mengejar jumlah rumah yang diperbaiki. Menurut dia, pemerintah […]

Bale Bandung

BANDUNG, balebandung.com – Bagi Bupati Bandung Kang Dadang Supriatna, kepedulian terhadap lingkungan hidup dan sanitasi bukan lagi sekadar program pelengkap, melainkan kebijakan mutlak yang tidak dapat ditawar-tawar. Demikian ditegaskan Toto Izul Fatah, Direktur Eksekutif Citra Komunikasi LSI Denny JA, dalam kajiannya yang menyoroti peran Bupati Bandung Dadang Supriatna di bidang sanitasi dan pelestarian lingkungan. Ada […]

Bale Bandung

PANGALENGAN, balebandung.com — Kondisi Jembatan Cisangkuy yang menjadi akses menuju kawasan Dodik Secata Rindam III/Siliwangi, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung, mendapat perhatian setelah bagian pondasi atau abutment dilaporkan bergeser lebih dari satu meter dan tanah di sekitar struktur mengalami penurunan. Kondisi tersebut mencuat pada 23 September 2026 setelah video kondisi pondasi jembatan beredar di media sosial. […]

Bale Bandung

BANDUNG — Nama KH. Yusuf Ali Tantowi dalam beberapa tahun terakhir tidak hanya dikenal dalam lingkungan Nahdlatul Ulama Kabupaten Bandung, tetapi juga melalui kiprahnya sebagai Ketua Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Bandung. Kedua posisi tersebut membuat pengalaman Yusuf berada pada persimpangan antara organisasi keumatan, pengelolaan lembaga, penghimpunan dana masyarakat, pemberdayaan, serta hubungan dengan berbagai […]

Bale Bandung

BOJONGSOANG, balebandung.com – Nonton bareng film Ibadah dan Cinta menjadi momen emosional bagi kader Fatayat NU Bandung Raya. Bukan hanya karena pesan keluarga, cinta dan keikhlasan yang dibawa film tersebut, tetapi juga karena kehadiran sosok almarhumah Margaret Aliyatul Maimunah yang ikut bermain dalam film itu. Ketua PC Fatayat NU Kabupaten Bandung Susanti mengatakan, keterlibatan Margaret dalam […]