Bale Jabar

BBKSDA Jabar Tegur Keras Kebon Binatang Bandung

×

BBKSDA Jabar Tegur Keras Kebon Binatang Bandung

Sebarkan artikel ini
Kepala BBKSDA Jabar Dr Sylvana Ratina
Kepala BBKSDA Jabar Dr Sylvana Ratina

BANDUNG – Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Barat Dr Sylvana Ratina menegaskan pihaknya memberikan teguran keras kepada Yayasan Margasatwa Taman Sari Bandung akibat matinya Gajah Sumatera (Elephas Maximus Sumatranus), satwa penghuni Kebon Binatang Bandung bernama Yani.

“Tentu kami beri teguran keras meski baru secara lisan, menyusul kami akan beri peringatan secara tertulis. Sekarang kami sedang fokus pada otopsi satwanya dulu untuk mengetahui penyebab kematian sebenarnya,” tandas Sylvana kepada Balebandung.com, Rabu (11/5/16).

Menurutnya BBKSDA Jabar membentuk tim khusus bersama Dinas Peternakan Jawa Barat, Dinas Peternakan Kota Bandung, Rumah Sakit Hewan Jawa Barat, Persatuan Dokter Hewan Indonesia, dan Taman Safari Indonesia, untuk meneliti lebih lanjut kematian gajah betina berumur 34 tahun itu.

“Sekarang sisa tiga gajah lagi di Kebun Binatang Bandung yang akan kita pastikan menjalani perawatan dengan baik sebagai antisipasi jangan sampai kematian satwa di Kebun Binatang itu terulang lagi. Sebab bagaimana pun satwa yang ada di Kebun Binatang itu dilindungi dan merupakan aset negara,” tandas Sylvana.

BBKSDA juga memperingatkan pengelola Kebun Binatang itu jika memang tidak mampu mengurus satwa yang ada di dalamnya agar menyerahkan saja pengelolaannya ke negara atau dititipkan ke lembaga lainnya seperti Taman Safari Indonesia.

“Kita kasih peringatan ini, dan apabila sudah dikasih peringatan lagi belum juga ada perubahan yang signifikan terhadap pengelolaannya, ya terpaksa negara ambil alih dengan pencabutan izinnya. Jadi, kita kasih peringatan dulu, karena kasus kematian satwa di Kebun Binatang Bandung ini baru pertama kali terjadi,” tandasnya.

Berdasar pengakuan pihak pengelola Kebun Binatang, kata Sylvana, gajah yang mati itu sakit sejak 3 Mei lalu dan tidak mendapat perawatan khusus karena dokter hewannya sudah resign. Namun Sylvana menyayangkan kenapa pihak pengelola tidak melaporkan sakitnya satwa itu dan tidak ada dokter hewan khusus yang menanganinya.

“Tapi yang terjadi kan satwanya sudah sakit parah baru kita ketahui. Memang tim dokter hewan sempat menangani dan kondisinya sempat membaik, setelah dirawat lukanya dan diberi infus. tapi menjelang magrib kondisinya makin nge-drop sampai akhirnya mati pukul 18.36,” tutur Sylvana.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bale Jabar

JAKARTA, balebandung.com – Direktur Eksekutif Citra Komunikasi LSI Denny JA, Toto Izul Fatah, menilai sikap pengusaha Pontjo Sutowo dalam menghadapi sengketa Hotel Sultan menunjukkan bentuk nasionalisme yang tidak berhenti pada simbol, tetapi diuji ketika kepentingan pribadi berhadapan dengan kepentingan negara. Menurut Toto, sikap Pontjo yang tetap menempatkan kepentingan negara sebagai sesuatu yang harus dihormati, sekalipun […]

Bale Jabar

BANDUNG, balebandung.com – Dalam rangka memperingati hari jadinya yang ke-18, Yayasan Batik Jawa Barat (YBJB) menggelar acara jalan santai bertajuk Batik Walk, Minggu (9/8/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian acara menuju Jambore Batik Jawa Barat 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada akhir Oktober mendatang. Jambore tersebut nantinya akan diisi oleh berbagai program utama, mulai dari […]

Bale Jabar

BANDUNG, balebandung.com – Seniman, budayawan, sekaligus pendekar silat Abah Nanu menitipkan filosofi kepemimpinan Sunda “Wana, Wani, Wanoh” kepada Ketua Pelaksana Festival Al Jabbar, Bambang Melga, sebagai bekal mengawal penyelenggaraan festival yang akan memadukan seni, budaya, dan spiritualitas Islam. Dalam perbincangan yang berlangsung penuh kehangatan, Abah Nanu menekankan bahwa memimpin sebuah perhelatan besar tidak cukup hanya […]

Bale Jabar

Tantangan yang dihadapi dunia pers hari ini benar-benar tidak main-main. Di tengah gempuran teknologi digital dan kecerdasan buatan (AI), ruang redaksi dituntut bergerak secepat kilat. Tapi, di balik kecepatan itu, ada harga mahal yang dipertaruhkan: kepercayaan publik. Realitas inilah yang mendasari pandangan Tantan Sulthon B, M.Sos., calon Ketua PWI Jawa Barat periode 2026-2031. Baginya, organisasi […]

Bale Jabar

BOGOR, balebandung.com – Calon Ketua PWI Jawa Barat periode 2027–2031 yang juga Pemimpin Redaksi InilahKoran, Tantan Sulthon Bukhawan menyambangi Sekretariat PWI Kota Bogor, Jalan Tirto Adhi Soerjo nomor 4, Kecamatan Tanah Sareal pada Senin (3/8/2026). Tantan berdiskusi dengan jajaran PWI Kota Bogor perihal visi mewujudkan ‘PWI Jabar Istimewa’ dengan tagline ‘Wartawannya Kompeten, Organisasinya Hebat, Anggotanya […]

Bale Jabar

BANDUNG, balebandung.com – Tidak banyak orang yang memilih menjadikan musik sebagai jalan untuk mendekatkan masyarakat kepada Al-Qur’an. Di tengah perkembangan berbagai metode pembelajaran, Drs. H. Ahmad Kholid HS, M.Li. justru mengambil jalur yang berbeda. Ia memadukan irama, seni baca Al-Qur’an, dan pendekatan pembelajaran yang lebih mudah diterima berbagai kalangan. Nama Ahmad Kholid dikenal sebagai pendiri Metode […]