Bale Jabar

Nevi Zuairina : Virus Corona Ganggu Iklim Investasi

×

Nevi Zuairina : Virus Corona Ganggu Iklim Investasi

Sebarkan artikel ini
Anggota Komisi VI DPR RI Nevi Zuairina
Anggota Komisi VI DPR RI Nevi Zuairina

JAKARTA, Balebandung.com – Anggota Komisi VI DPR RI Komisi VI, Nevi Zuairina mengingatkan BKPM (Badan Koordinasi Penanaman Moda) ke depan punya tantangan berat yang berasal dari dalam maupun luar negeri.

Dengan adanya berbagai tantangan tersebut, Nevi meminta agar BKPM tetap berkomitmen menerapkan prinsip-prinsip tata kelola yang baik (Good Corporate Governance), pedoman perilaku (code of conduct), sesuai dengan peraturan dan perundang-undangan yang berlaku.

“Ada ganjalan besar dalam waktu dekat ini pada iklim investasi yang dipengaruhi pihak luar yang bersumber dari wabah virus corona,” ungkap Nevi dalam rilisnya, Minggu (29/2/20).

Pekan ini, kata Nevi, banyak kejadian luar biasa yang mengakibatkan terganggunya maskapai, yang sekaligus mengakibatkan guncangnya arus logistik dalam negeri maupun luar negeri. Bahkan dollar Amerika pun telah menembus angka Rp 14 ribu lebih. Ini tantangan besar BKPM, dalam waktu dekat dan menengah akibat faktor luar negeri.

“Semoga BKPM mampu mengatasi dan mampu mengantisipasi penurunan realisasi investasi global ke Indonesia akibat adanya penyebaran wabah virus Corona di seluruh Dunia”, ucap Nevi.

Sebagai gambaran umum secara global, papar Nevi, tantangan BKPM lainnya adalah serapan tenaga kerja pada tahun lalu mencapai 1.033.835 orang tenaga kerja. Capaian ini bersasal dari PMDN maupun PMA. Sektor yang menjadi primadona antara lain adalah listrik, gas, dan air dengan nilai investasi sebesar USD 1.350,5 juta.

“Ini sudah cukup baik, namun ke depannya berbagai tantangan menghadang telah muncul yang perlu diantisipasi bersama”, kata dia.

Sebagai gambaran tantangan dalam negeri, anggota Fraksi PKS DPR RI ini menyoroti regulasi perizinan di daerah. Hingga kini perizinan sangat tergantung dengan NSPK dari pusat. Secara bersamaan, Norma, Standar, Prosedur, dan Kriteria (NSPK) perizinan masih belum lengkap dan belum siap untuk diimplementasikan.

Di lain pihak, lanjut dia, negara kita masih menganut pakem dana dekonsentrasi dari APBN. Kemudian dana ini implementasinya dilaksanakan oleh gubernur sebagai wakil pemerintah yang mencakup semua penerimaan dan pengeluaran dalam rangka pelaksanaan dekonsentrasi, tidak termasuk dan yang dialokasikan untuk instansi vertikal pusat di daerah.

Nevi mengatakan pemerintahan tingkat propinsi, perlu diberikan keluangan yang lebih untuk pengawasan investasi di tingkat propinsi. Kondisi saat ini, kata dia, banyak kewenangan perizinan melakukan usaha tingkat daerah yang ditarik ke pusat.

“Saya meminta khusus kepada pemerintah agar ada evaluasi penyusunan NSPK perizinan berusaha dan pemberian fasilitas investasi yang di delegasikan oleh menteri/kepala Lembaga kepada BKPM,”, ujar Nevi.

Menurutnya, dukungan Komisi VI DPR pada pencapaian target peningkatan penanaman modal tahun 2020-2024, dengan peningkatan realisasi PMDN dan PMA secara bertahap dari Rp 886 triliun di tahun 2020 menjadi Rp1.500 triliun pada tahun 2024, dengan melibatkan seluruh duta-duta besar yang tersebar di seluruh dunia dan seluruh kementerian teknis terkait.***

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bale Jabar

BANDUNG, balebandung.com – Hari Tatar Sunda akan selalu diperingati setiap 18 Mei, dimulai tahun ini. Penetapan Hari Tatar Sunda telah diformalkan melalui Peraturan Gubernur (Pergub) Jawa Barat Nomor 13 Tahun 2026, tentang Penyelenggaraan Hari Tatar Sunda. Dalam Pergub itu disebutkan peringatan Hari Tatar Sunda meliputi kirab, yaitu prosesi perjalanan dari satu tempat ke tempat lainnya […]

Bale Jabar

BANDUNG, balebandung.com – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat (Jabar) secara resmi menetapkan 18 Mei sebagai Hari Tatar Sunda. Peringatan ini menjadi tonggak kebangkitan jati diri dan karakter warga Jawa Barat. Peneliti sejarah sekaligus Dosen Fakultas Ilmu Budaya Universitas Padjadjaran (Unpad) Nina Herlina mengatakan, penetapan Hari Tatar Sunda tanggal 18 Mei merujuk pada peristiwa digantinya nama […]

Bale Jabar

SUMEDANG, balebandung.co – Arak-arakan Mahkota Binokasih menjadi salah satu pertunjukkan yang dapat disaksikan masyarakat dalam Kirab Mahkota Binokasih di Kabupaten Sumedang, Sabtu (2/5/2026). Mahkota Binokasih merupakan mahkota yang sangat istimewa. Bukan hanya dari bentuknya yang terbuat dari emas, mahkota itu juga menyimpan makna kehidupan adiluhung. Radya Anom Karaton Sumedang Larang Luky Djohari Soemawilaya mengatakan, makna […]

Bale Jabar

Oleh: Prof. Dr. Nina Herlina, M.S., Ketua Tim Peneliti Hari Jadi Tatar Sunda Tidak semua kabupaten/kota di Jawa Barat ikut dalam kirab budaya, atau tidak diikutkan, sehingga masyarakat ada yang protes, misalnya Masyarakat Adat Kabupaten Garut. Oleh karena itu, saya, selaku Ketua Tim Peneliti Hari Jadi Tatar Sunda, merasa perlu menyampaikan informasi tentang kerajaan-kerajaan yang […]

Bale Jabar

SUMEDANG, balebandung,com – Binokasih Mulang Salaka mengawali Kirab Budaya Napak Tilas Padjadjaran. Mahkota Binokasih akan diarak dengan menggunakan kereta kencana dari titik awal Museum Geusan Ulun Sumedang. Prosesi penyerahan Mahkota Binokasih ke dalam kereta kencana berlangsung khidmat di halaman Museum Geusan Ulun, Sabtu (2/5/2026). Penyerahan itu disaksikan langsung Raja Sumedang H.R.I Lukman Soeriadisoeria dan jajarannya, […]

Bale Jabar

SUMEDANG, balebandung.com — Kirab Budaya Napak Tilas Padjadjaran perdana berlangsung meriah dan lancar dengan tema Binokasih Mulang Salaka. Kabupaten Sumedang menjadi titik awal kegiatan yang menampilkan kekayaan seni dan budaya Jawa Barat. Kirab yang digelar Sabtu malam (2/5/2026) dimulai dari kawasan Gedung Negara dan Museum Geusan Ulun menuju pusat pemerintahan Kabupaten Sumedang dengan jarak tempuh […]