Bale Bandung

KDI : New Normal Harus Berdasar Kajian Matang

×

KDI : New Normal Harus Berdasar Kajian Matang

Sebarkan artikel ini
Deding Ishak
Deding Ishak

CILEUNYI, Balebandung.com – Berdasarkan rencana pemerintah akan menerapkan kebijakan Normal Baru (New Normal) sebagai respon terhadap situasi pandemi Covid-19 di Indonesia. Bakal Calon Bupati Bandung dari Partai Golkar Deding Ishak menyatakan, penerapan kebijakan Normal Baru melalui beraktivitas seperti biasa dengan memerhatikan protokol kesehatan, harus melalui kajian yang matang.

“Harus dilaksanakan berdasarkan kajian dan pertimbangan yang matang. Sehingga kebijakan tersebut tidak mengakibatkan semakin parahnya kondisi penyebaran pandemi Covid-19 di Indonesia,” kata Deding dalam keterangan tertulisnya di Bandung, Rabu (27/5/20).

Deding yang juga menjabat Ketua Umum DPP Majelis Dakwah Islamiyah ini menambahkan, jika kebijakan New Normal ini dilaksanakan, pemerintah harus menerapkan di semua sektor kehidupan sosial masyarakat, termasuk tempat ibadah, kantor, dan tempat belajar, sehingga tidak ada kesan diskriminatif.

“Pemerintah juga harus menyediakan berbagai macam perangkat yang diperlukan, mulai dari regulasi sampai pada hal-hal teknis, guna memastikan kebijakan ini bisa dilaksanakan oleh seluruh masyarakat,” imbuh Deding.

Ia mengimbau kepada seluruh lapisan masyarakat yang harus keluar rumah untuk tetap mematuhi protokol kesehatan dengan senantiasa memakai masker, jaga jarak, dan sering cuci tangan.

“Mari kita terus berdoa ke hadirat-Nya untuk melimpahkan ma’unah-Nya untuk seluruh bangsa Indonesia, sehingga terbebas dari wabah Corona, marabahaya dan malapetaka. Aamiin,” ucap Ketua STAI Yapata Al-Jawami Kabupaten Bandung ini.***

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bale Bandung

BALEBANDUNG.COM – aum awighnam?stu (semoga tiada halangan / semoga selamat) Pupuh DHINGDANG  ndan kawana h sang r narendra haneng wilatika nagari hanma r hayamuruk prabhu subala…maka dikisahkanlah sang Sri Narendra yang berada di negeri Wilwatikta, bernama Sri Hayam Wuruk, raja yang perkasa… *** Dalam naskah Kidung Sundayana, Bubat bukan sekadar perang. Ia adalah dakwaan berdarah […]

Bale Bandung

BALEBANDUNG.COM – Pangeran Wastu Kancana ditinggal wafat ayahnya, Prabu Maharaja Linggabuana, ketika ia berusia 9 tahun. Ayahnya meninggal dalam Perang Bubat tahun 1357 M. Karena Wastu masih terlalu muda untuk menjadi Raja Sunda, pemerintahan lalu dipegang oleh pamannya, Sang Bunisora, sebagai pejabat sementara raja. Perang Bubat bukan cuma tragedi gugurnya Prabu Linggabuana, Dyah Pitaloka, dan […]

Bale Bandung

BANDUNG, balebandung.com – Pusat Sumber Daya Komunitas atau PSDK DAS Citarum mendesak pemerintah mengevaluasi secara menyeluruh Peraturan Presiden Nomor 15 Tahun 2018 tentang Percepatan Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan DAS Citarum. Desakan itu disampaikan menjelang 10 Tahun Hari Citarum yang diperingati setiap 24 Mei. Ketua PSDK DAS Citarum Ahmad Gunawan mengatakan evaluasi diperlukan karena sejumlah program […]

Bale Bandung

PARARATON umumnya diartikan sebagai “Kitab Para Ratu”. Akar katanya adalah ratu. Dalam Jawa Kuno/Jawa Pertengahan, ratu tidak selalu berarti “ratu perempuan” seperti dalam bahasa Indonesia modern. Ratu bisa berarti penguasa, raja, raja perempuan, atau monark. Jadi lebih aman diterjemahkan sebagai penguasa kerajaan. Sumber ringkas juga menjelaskan Pararaton berasal dari “para ratu” yang berarti para penguasa, […]

Bale Bandung

balebandung.com – Tragedi Bubat tidak bisa terus-menerus dibaca sebagai kisah cinta yang gagal. Di balik rencana pernikahan Raja Majapahit, Hayam Wuruk, dengan putri Sunda, Dyah Pitaloka Citraresmi, ada perkara yang jauh lebih keras: kehormatan sebuah kerajaan yang dipaksa masuk ke dalam kalkulasi politik kekuasaan. Di titik itulah nama Gajah Mada tidak bisa dilepaskan. Ia bukan […]