Bale Bandung

Ribuan Buruh Kahatex Dukung Paslon Bedas

×

Ribuan Buruh Kahatex Dukung Paslon Bedas

Sebarkan artikel ini
Perwakilan buruh PT Kahatex Rancaekek Kab Bandung berfoto bersama Cabup/Cawabup Bandung no 3 Dadang Supriatna-Sahrul Gunawan usai deklarasi dukungan, Selasa (25/11/20) malam. by Tim Bedas
Perwakilan buruh PT Kahatex Rancaekek Kab Bandung berfoto bersama Cabup/Cawabup Bandung no 3 Dadang Supriatna-Sahrul Gunawan usai deklarasi dukungan, Selasa (25/11/20) malam. by Tim Bedas

RANCAEKEK, Balebandung.com – Ribuan buruh PT Kahatex Grup, Rancaekek, Kabupaten Bandung, mendeklarasikan dukungannya kepada pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Bandung nomor urut 3, Dadang Supriatna dan Sahrul Gunawan (Paslon Bedas).

Mereka beralasan di Paslon Bedas ada dua partai pengusung yang menolak Undang-undang Omnibus Law Cipta Kerja yakni PKS dan Demokrat. Deklarasi dukungan disampaikan perwakilan buruh Kahatex, saat acara bersilaturahmi dengan Paslon Bedas, di Aula Simpang Raya Jalan raya Sumedang- Garut, Selasa (24/11/20) malam.

“Melihat penolakan Partai Demokrat dan PKS, dua partai pendukung dari empat partai koalisi  Dadang-Sahrul, maka kami mengambil sikap mendukung Paslon Bedas, karena kami anggap ini adalah partai yang membela kaum buruh,” tandas Dede saat membacakan deklarasi.

“Jika Bedas menang nanti dan ada permasalahan buruh di perusahaan, kami minta ketegasan pasangan nomor 3 untuk menindak tegas perusahaan yang melanggar hak normatif buruh, seperti UMK dan regulasi lainnya,” harapnya.

Menjawab hal itu, Calon Bupati Bandung Dadang Supriatna yang didampingi Cawabup Sahrul Gunawan, menegaskan jika pasangan Bedas  memiliki semangat berjuang dan selaras dengan perjuangan buruh.

Kang DS, sapaan Dadang Supriatna menceritakan, selama dirinya menjadi anggota DPRD Kabupaten Bandung dan DPRD Jawa Barat, ia sering mengadvokasi para buruh, mengenai upah kerja dan hak normatif lain.

“Saya sendiri sering menjadi mediator para buruh semasa saya jadi anggota Dewan. Yang jelas kita berjuang, agar regulasi dan hak normatif buruh sesuai undang-undang agar dipenuhi perusahaan,” ujarnya.

Intinya, tandas  Kang DS, dengan diamanahkannyaPaslon Bedas oleh kaum buruh, ke depan bisa bekerja bersama buruh dalam menegakkan keadilan dan memperjuangkan hak buruh.***

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bale Bandung

BALEBANDUNG.COM – aum awighnam?stu (semoga tiada halangan / semoga selamat) Pupuh DHINGDANG  ndan kawana h sang r narendra haneng wilatika nagari hanma r hayamuruk prabhu subala…maka dikisahkanlah sang Sri Narendra yang berada di negeri Wilwatikta, bernama Sri Hayam Wuruk, raja yang perkasa… *** Dalam naskah Kidung Sundayana, Bubat bukan sekadar perang. Ia adalah dakwaan berdarah […]

Bale Bandung

BALEBANDUNG.COM – Pangeran Wastu Kancana ditinggal wafat ayahnya, Prabu Maharaja Linggabuana, ketika ia berusia 9 tahun. Ayahnya meninggal dalam Perang Bubat tahun 1357 M. Karena Wastu masih terlalu muda untuk menjadi Raja Sunda, pemerintahan lalu dipegang oleh pamannya, Sang Bunisora, sebagai pejabat sementara raja. Perang Bubat bukan cuma tragedi gugurnya Prabu Linggabuana, Dyah Pitaloka, dan […]

Bale Bandung

BANDUNG, balebandung.com – Pusat Sumber Daya Komunitas atau PSDK DAS Citarum mendesak pemerintah mengevaluasi secara menyeluruh Peraturan Presiden Nomor 15 Tahun 2018 tentang Percepatan Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan DAS Citarum. Desakan itu disampaikan menjelang 10 Tahun Hari Citarum yang diperingati setiap 24 Mei. Ketua PSDK DAS Citarum Ahmad Gunawan mengatakan evaluasi diperlukan karena sejumlah program […]

Bale Bandung

PARARATON umumnya diartikan sebagai “Kitab Para Ratu”. Akar katanya adalah ratu. Dalam Jawa Kuno/Jawa Pertengahan, ratu tidak selalu berarti “ratu perempuan” seperti dalam bahasa Indonesia modern. Ratu bisa berarti penguasa, raja, raja perempuan, atau monark. Jadi lebih aman diterjemahkan sebagai penguasa kerajaan. Sumber ringkas juga menjelaskan Pararaton berasal dari “para ratu” yang berarti para penguasa, […]

Bale Bandung

balebandung.com – Tragedi Bubat tidak bisa terus-menerus dibaca sebagai kisah cinta yang gagal. Di balik rencana pernikahan Raja Majapahit, Hayam Wuruk, dengan putri Sunda, Dyah Pitaloka Citraresmi, ada perkara yang jauh lebih keras: kehormatan sebuah kerajaan yang dipaksa masuk ke dalam kalkulasi politik kekuasaan. Di titik itulah nama Gajah Mada tidak bisa dilepaskan. Ia bukan […]