Bale Bandung

268 Pemuda Terbaik Digembleng di Dikmaba TNI

×

268 Pemuda Terbaik Digembleng di Dikmaba TNI

Sebarkan artikel ini
Wadanrindam III/Slw Kolonel Inf Ali Aminudin, saat pembukaan Dikmaba TNI, di Lapangan Patriot Secaba Rindam III/Slw Bihbul Bandung, Jabar, Sabtu (25/9/21). by Pendam

CIMENYAN, Balebandung.com – Wadanrindam III/Slw Kolonel Inf Ali Aminudin, saat pembukaan Dikmaba TNI, di Lapangan Patriot Secaba Rindam III/Slw Bihbul Bandung, Jabar, Sabtu (25/9/21).(Pendam Slw)

Profesi Prajurit TNI AD merupakan ladang untuk pengabdian yang menuntut dedikasi, loyalitas, pengorbanan jiwa bahkan raga, yang sepenuhnya mengabdikan diri untuk kepentingan bangsa dan negara.

Hal itu dikatakan Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Agus Subiyanto, S.E., M.Si, pada amanat pembukaan Pendidikan Pertama Bintara (Dikmaba) TNI AD TA 2021, yang dibacakan Wadanrindam III/Slw Kolonel Inf Ali Aminudin, di Lapangan Patriot Secaba Rindam III/Slw Bihbul Bandung, Jabar, Sabtu (25/9/21).

Pangdam Siliwangi mengucapkan selamat kepada 268 Siswa yang telah lulus dalam seleksi penerimaan, sehingga dapat mengikuti Dikmaba TNI AD.

“Perjuangan kalian saat mengikuti seleksi akan menjadi modal utama, hingga mengikuti pendidikan ini,” kata Pangdam dibacakan Wadanrindam III/Slw Kolonel Inf Ali Aminudin.

Selain itu, niat dan tekad untuk bergabung menjadi prajurit TNI AD sangat tepat. Menjadi Prajurit TNI sungguh sangat mulia, kata Pngdam, karena bersentuhan dengan panggilan jiwa untuk membaktikan diri kepada bangsa dan negara.

“Disinilah di Kawah Chandra Dimuka, selama lima bulan kedepan, kalian akan dididik, dilatih dan ditempa mental kalian untuk menjadi prajurit tangguh, profesional yang berpegang teguh pada Sapta Marga, Sumpah Prajurit dan 8 Wajib TNI serta Pancasila,” tegasnya.

Pangdam pun berpesan, ikuti pendidikan dengan penuh disiplin dan rasa tanggung jawab disertai semangat pantang menyerah, tekad yang kuat serta keyakinan untuk meraih prestasi terbaik demi mewujudkan cita-cita untuk menjadi Prajurit TNI AD.

“Siapkan fisik dan mental kalian, jaga kekompakkan, kebersamaan sesama siswa, hilangkan rasa egois dan sikap arogan yang bisa merugikan diri serta orang lain. Selamat Berlatih,” pesan Pangdam. ***

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bale Bandung

BALEBANDUNG.COM – Dalam naskah Kidung Sundayana, Bubat bukan sekadar perang. Ia adalah dakwaan berdarah terhadap mahapatih yang mengubah perkawinan menjadi penaklukan. Perang Bubat sering datang kepada kita dalam kalimat-kalimat pendek. Dalam Carita Parahyangan, ia hanya muncul sebagai jejak singkat: orang-orang berperang di Majapahit. Dalam Pararaton, ia dicatat lebih terang, tetapi tetap ringkas: ada peristiwa Pasunda […]

Bale Bandung

BALEBANDUNG.COM – Pangeran Wastu Kancana ditinggal wafat ayahnya, Prabu Maharaja Linggabuana, ketika ia berusia 9 tahun. Ayahnya meninggal dalam Perang Bubat tahun 1357 M. Karena Wastu masih terlalu muda untuk menjadi Raja Sunda, pemerintahan lalu dipegang oleh pamannya, Sang Bunisora, sebagai pejabat sementara raja. Perang Bubat bukan cuma tragedi gugurnya Prabu Linggabuana, Dyah Pitaloka, dan […]

Bale Bandung

BANDUNG, balebandung.com – Pusat Sumber Daya Komunitas atau PSDK DAS Citarum mendesak pemerintah mengevaluasi secara menyeluruh Peraturan Presiden Nomor 15 Tahun 2018 tentang Percepatan Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan DAS Citarum. Desakan itu disampaikan menjelang 10 Tahun Hari Citarum yang diperingati setiap 24 Mei. Ketua PSDK DAS Citarum Ahmad Gunawan mengatakan evaluasi diperlukan karena sejumlah program […]

Bale Bandung

PARARATON umumnya diartikan sebagai “Kitab Para Ratu”. Akar katanya adalah ratu. Dalam Jawa Kuno/Jawa Pertengahan, ratu tidak selalu berarti “ratu perempuan” seperti dalam bahasa Indonesia modern. Ratu bisa berarti penguasa, raja, raja perempuan, atau monark. Jadi lebih aman diterjemahkan sebagai penguasa kerajaan. Sumber ringkas juga menjelaskan Pararaton berasal dari “para ratu” yang berarti para penguasa, […]

Bale Bandung

balebandung.com – Tragedi Bubat tidak bisa terus-menerus dibaca sebagai kisah cinta yang gagal. Di balik rencana pernikahan Raja Majapahit, Hayam Wuruk, dengan putri Sunda, Dyah Pitaloka Citraresmi, ada perkara yang jauh lebih keras: kehormatan sebuah kerajaan yang dipaksa masuk ke dalam kalkulasi politik kekuasaan. Di titik itulah nama Gajah Mada tidak bisa dilepaskan. Ia bukan […]