Bale Bandung

Kapolda Jabar Tinjau Pos Pam Cikaledong, Nagreg

×

Kapolda Jabar Tinjau Pos Pam Cikaledong, Nagreg

Sebarkan artikel ini
Kapolda Jabar Irjen Pol Suntana meninjau Pos Pam Cikaledong, Kecamatan Nagreg, Jawa Barat, Sabtu (24/12/2022)./foto Arsip Polresta Bandung/

NAGREG,balebandung.com – Jelang libur Natal 2022 dan malam Tahun bLBaru 2023, Kapolda Jabar Irjen Pol Suntana meninjau Pos Pam Cikaledong, Kecamatan Nagreg, Jawa Barat, Sabtu (24/12/2022).

Kapolda Jabar Irjen Pol Suntana mengatakan sejak 16-17 Desember 2022, pihaknya telah melaksanakan pengecekan kesiapan jalur pengamanan.
“Baik jalur antar lintas, jalur tempat wisata, begitu juga tempat-tempat ibadah, gereja yang akan digunakan,” kata Suntana di Pos Pam Cikaledong, Nagreg, Sabtu 24 Desember 2022.

Suntana menjelaskan dalam pelaksanaan Operasi Lilin Lodaya 2022, pihaknya menerjunkan 26 personel gabungan.

“Personel gabungan ini akan melaksanakan pengamanan untuk memastikan semua kegiatan, rangkaian perayaan Natal 2022 dan tahun baru 2023 dapat berjalan dengan aman dan lancar,” ujarnya.

“Sasaran yang utama dan pertama adalah memastikan masyarakat, saudara-saudara kita yang kristiani melaksanakan ibadah Natal, misa Natal dalam keadaan aman, lancar, nyaman dan tenang,” sambungnya.

Menurut Suntana, yang kedua bahwa pihaknya memastikan jalur yang akan dipakai yang melewati Jawa Barat aman, lancar dan masyarakat bisa melaksanakan mobilitas.

“Yang ketiga kita memastikan tempat wisata, karena 1.3 juta penduduk diluar Jawa Barat akan berwisata ke daerah Jawa Barat, Bogor dan sekitarnya, Bandung dan sekitarnya,” tuturnya.

Terkait memasuki musim penghujan, Kapolda Jabar juga telah menyiapkan personel untuk melaksanakan tanggap darurat bencana apabila bila terjadi.
“Karena kita tahu, di akhir tahun baru biasanya terjadi hujan dan lain-lain,” jelasnya.

Tak hanya itu, selama libur Natal 2022 dan malam tahun baru 2023 pihaknya juga memastikan bahwa situasi kamtibmas tetap terkendali.

“Untuk itu semua polisi kita gelar, semua instansi terkait juga,” ujar Suntana.
“Alhamdulilah kami mendapat bantuan dari teman-teman banser, ansor untuk menjaga tempat-tempat ibadah dan juga menjaga tempat-tempat wisata,” tutup Suntana.***

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bale Bandung

BALEBANDUNG.COM – aum awighnam?stu (semoga tiada halangan / semoga selamat) Pupuh DHINGDANG  ndan kawana h sang r narendra haneng wilatika nagari hanma r hayamuruk prabhu subala…maka dikisahkanlah sang Sri Narendra yang berada di negeri Wilwatikta, bernama Sri Hayam Wuruk, raja yang perkasa… *** Dalam naskah Kidung Sundayana, Bubat bukan sekadar perang. Ia adalah dakwaan berdarah […]

Bale Bandung

BALEBANDUNG.COM – Pangeran Wastu Kancana ditinggal wafat ayahnya, Prabu Maharaja Linggabuana, ketika ia berusia 9 tahun. Ayahnya meninggal dalam Perang Bubat tahun 1357 M. Karena Wastu masih terlalu muda untuk menjadi Raja Sunda, pemerintahan lalu dipegang oleh pamannya, Sang Bunisora, sebagai pejabat sementara raja. Perang Bubat bukan cuma tragedi gugurnya Prabu Linggabuana, Dyah Pitaloka, dan […]

Bale Bandung

BANDUNG, balebandung.com – Pusat Sumber Daya Komunitas atau PSDK DAS Citarum mendesak pemerintah mengevaluasi secara menyeluruh Peraturan Presiden Nomor 15 Tahun 2018 tentang Percepatan Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan DAS Citarum. Desakan itu disampaikan menjelang 10 Tahun Hari Citarum yang diperingati setiap 24 Mei. Ketua PSDK DAS Citarum Ahmad Gunawan mengatakan evaluasi diperlukan karena sejumlah program […]

Bale Bandung

PARARATON umumnya diartikan sebagai “Kitab Para Ratu”. Akar katanya adalah ratu. Dalam Jawa Kuno/Jawa Pertengahan, ratu tidak selalu berarti “ratu perempuan” seperti dalam bahasa Indonesia modern. Ratu bisa berarti penguasa, raja, raja perempuan, atau monark. Jadi lebih aman diterjemahkan sebagai penguasa kerajaan. Sumber ringkas juga menjelaskan Pararaton berasal dari “para ratu” yang berarti para penguasa, […]

Bale Bandung

balebandung.com – Tragedi Bubat tidak bisa terus-menerus dibaca sebagai kisah cinta yang gagal. Di balik rencana pernikahan Raja Majapahit, Hayam Wuruk, dengan putri Sunda, Dyah Pitaloka Citraresmi, ada perkara yang jauh lebih keras: kehormatan sebuah kerajaan yang dipaksa masuk ke dalam kalkulasi politik kekuasaan. Di titik itulah nama Gajah Mada tidak bisa dilepaskan. Ia bukan […]