Bale Jabar

BPJS Kesehatan Soreang Bersinergi Awasi Kepatuhan Pemberi Kerja Swasta Jadi Peserta

×

BPJS Kesehatan Soreang Bersinergi Awasi Kepatuhan Pemberi Kerja Swasta Jadi Peserta

Sebarkan artikel ini

BANDUNG – BPJS Kesehatan sudah empat tahun menjalankan program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) sebagai Nawacita dari program Presiden Jokowi demi terwujudnya Universal Health Coverage (UHC) pada 1 Januari 2019. Salah satu upaya BPJS Kesehatan Cabang Soreang dalam mewujudkan UHC dengan melakukan sinergitas dengan pemangku kepentingan (stakeholder).

BPJS Kesehatan Cabang Soreang bersinergitas bersama Balai Pelayanan Pengawasan Ketenagakerjaan (BPPK) Wilayah IV Disnakertrans Provinsi Jawa Barat, di Hotel Grand Pasundan Bandung, Senin (9/4/18).

BPPK sendiri telah berubah per 1 Maret 2018 menjadi UPTD Wilayah IV Disnakertrans Provinsi Jawa Barat, yang menangani pengawasan kepatuhan pemberi kerja swasta di wilayah Kabupaten Bandung.

Peserta yang hadir dalam pertemuan antara lain Kepala BPJS Kesehatan Cabang Soreang, Kepala Bidang Perluasan Peserta dan Kepatuhan, Relationship Officer BPJS Kesehatan Cabang Soreang serta para petugas Pengawas Ketenagakerjaan.

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Soreang Irmajanti Lande Batara mengatakan, sinergitas ini bertujuan untuk mengoptimalkan kepatuhan badan usaha terkait kepesertaan JKN-KIS.

“Bagi badan usaha yang tidak patuh kita lakukan pemeriksaan dan pengawasan bersama secara berkala,” tandas Irmajanti dalam sambutannya.

Sementara Petugas Pengawas Ketenagakerjaan UPTD Wilayah IV Disnakertrans Jabar, Harjunadi memaparkan rencana kerja yang dilakukan petugas pengawas setiap bulannya.

“Setiap minggu pertama dalam sebulan kita rencanakan badan usaha mana saja yang akan dikunjungi untuk diperiksa, BPJS Kesehatan juga merekomendasikan badan usaha yang tidak patuh, setelah penyesuaian daftar badan usaha dari keduanya, barulah bulan depannya kita lakukan pemeriksaan secara bersama-sama”, jelas Harjunadi.

Kepala Bidang Perluasan Peserta dan Kepatuhan BPJS Kesehatan Soreang, Zulensi, membeberkan beberapa alasan mengapa badan usaha selama ini belum mendaftarkan diri dan karyawannya menjadi peserta JKN-KIS. “Ada lima faktor yang kerap kali menjadi alasan badan usaha tidak patuh,” sebut Zulensi.

Pertama, banyak karyawan yang termasuk PBI (Penerima Bantuan Iuran), padahal selama karyawan itu mendapatkan penghasilan, sudah seharusnya menjadi kewajiban pemberi kerja untuk mendaftarkan dirinya dan pekerjanya sebagai peserta JKN-KIS (pasal 13 Undang-undang Nomor 40 Tahun 2014 tentang BPJS ).

Kedua, imbuh Zulensi, suami dan istri yang sama-sama bekerja, seharusnya keduanya sama-sama didaftarkan juga karena melekat pada Pekerja Penerima Upah (PPU). Ketiga; Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) atau peserta mandiri yang menunggak, sebelum bekerja menjadi karyawan, peserta tersebut pernah menjadi peserta mandiri yang menunggak, sehingga ketika sudah bekerja terkadang badan usaha tidak mau bertanggung jawab atas tunggakan tersebut.

“Dalam menyelesaikan permasalahan tersebut, BPJS Kesehatan memberikan waktu tenggang selama enam bulan dengan menyertakan surat pernyataan untuk melunasi tunggakannya. Jadi, selama peserta tersebut menjadi karyawan badan usaha, bisa mendaftarkannya,” terang Zulensi. Namun untuk tunggakannya, imbuh dia, menjadi tanggung jawab peserta itu sendiri.

Keempat; NIK/Nomor KTP, alasan tersebut biasanya diutarakan oleh badan usaha terkait karyawan urbanisasi, yang bukan tempat asalnya, belum permasalahan terkait Nomor Induk Kependudukan (NIK) yang tidak sesuai. Kelima; upah yang belum sesuai dengan Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK), sehingga perlu tindak lanjut juga dari Petugas Pengawas Ketenagakerjaan terkait Badan Usaha yang seperti itu.

“Dengan saling terbukanya informasi antara BPJS Kesehatan dan UPTD Wilayah IV Disnakertrans Provinsi Jawa Barat, diharapkan kedepannya dalam hal pemeriksaan dan pengawasan kepatuhan pemberi kerja swasta, lebih efektif demi terwujudnya UHC paling lambat 31 Desember 2018,” pungkas Zulensi. []

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bale Jabar

BANDUNG, balebandung.com – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengingatkan independensi pers semakin diuji di tengah derasnya arus informasi digital dan tekanan ekonomi yang dihadapi media. Hal itu disampaikan Dedi saat menghadiri pelantikan Pengurus PWI Jawa Barat periode 2026–2031 di Gedung Merdeka, Kota Bandung, Jumat (2/10/2026). Menurut Dedi, media kini tidak hanya bersaing dengan sesama media, […]

Bale Jabar

BANDUNG, balebandung.com – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jawa Barat memasuki babak baru. Di Gedung Merdeka, Kota Bandung, Jumat (2/10/2026), Ketua Umum PWI Pusat Akhmad Munir melantik Tantan Sulthon B, S.Sos., M.Sos. sebagai Ketua PWI Jawa Barat periode 2026–2031. Pelantikan tersebut menandai dimulainya kepengurusan baru PWI Jabar dengan struktur yang tidak hanya menggarap urusan organisasi, tetapi […]

Bale Jabar

BANDUNG, balebandung.com — Interkulturalitas dalam teater tak lagi cukup dilihat sebagai pertemuan berbagai budaya untuk melahirkan karya artistik. Di balik pertukaran itu terdapat persoalan etika, identitas, hingga relasi kuasa yang membuat gagasan interkulturalitas terus diperdebatkan. Persoalan tersebut mengemuka dalam Seminar Nasional bertajuk “Interkulturalitas: Masih Mempesona atau Sudah Ditinggalkan?” yang digelar Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) […]

Bale Jabar

BANDUNG, balebandung.com – Komunitas motor tidak hanya dituntut tertib di jalan, tetapi juga dapat mengambil peran dalam menjaga kondusivitas dan membangun kepedulian sosial di Jawa Barat. Pesan itu disampaikan Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Kosasih saat menghadiri rangkaian The 2nd Indonesian Royal Enfield Jamboree 2026–Wingday dan Deklarasi Bandung Kondusif di Laswi Heritage, Kota Bandung, Sabtu (12/9/2026). […]

Bale Jabar

BANDUNG, balebandung.com – Sinergi TNI, Polri dan pemerintah daerah menjadi salah satu kekuatan penting dalam menjaga stabilitas sekaligus mendorong pembangunan Jawa Barat. Pesan itu mengemuka dalam Upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI tingkat Provinsi Jawa Barat di halaman Gedung Sate, Bandung, Senin (17/8/2026). Pangdam III/Siliwangi Mayor Jenderal TNI Kosasih hadir bersama jajaran Forkopimda Jawa Barat dalam upacara […]

Bale Jabar

JAKARTA, balebandung.com – Pengusaha Pontjo Sutowo mengajak anak-anak yatim mendoakan Presiden Prabowo Subianto agar diberi kesehatan, kelancaran dan kekuatan dalam memimpin Indonesia hingga akhir masa jabatannya pada 2029. Ajakan tersebut disampaikan Pontjo saat menghadiri acara “Doa Bersama Anak-anak Yatim untuk Keselamatan Bangsa” yang digelar Aliansi Kebangsaan di Aula Gedung RRI Jakarta, Sabtu malam (15/8/2026). Pontjo […]