Bale Bandung

Disayangkan, Bina Marga Jabar dan BBWS Slow Respon dalam Penanganan Banjir Cidawolong

×

Disayangkan, Bina Marga Jabar dan BBWS Slow Respon dalam Penanganan Banjir Cidawolong

Sebarkan artikel ini

MAJALAYA, Balebandung.com – Kolaborasi pentahelix yang dilakukan Pemkab Bandung dalam normalisasi Sungai Cidawolong agak terhambat dengan adanya tingkat kewenangan dalam penanganan banjir di wilayah Cidawolong Desa Biru Kecamatan Majalaya Kabupaten Bandung.

Padahal, kolaborasi pentahelix yang diinisiasi Bupati Bandung Dadang Supriatna itu sudah terlaksana normalisasi berupa pengerukan dan pelebaran aliran sungai hingga sepanjang 1 kilometer.

Namun karena kewenangan Jalan Raya Laswi dan jembatan di sepanjang ruas jalan itu berada di provinsi, upaya menekan banjir di Cidawolong masih terhambat akibat masih banyaknya sampah yang menyangkut di jembatan jalan.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kabupaten Bandung Zeis Zultaqawa menjelaskan, normalisasi Sungai Cidawolong dibagi menjadi tiga bagian di mana bagian pertama berupa kolaborasi pentahelix yang sudah dilaksanakan pengerukan sepanjang 1 kilometer.

Kedua, mengenai pengairan yang kewenangannya berada di Dinas Sumber Daya Air (DSDA) Provinsi Jawa Barat terkait drainase dan ketiga, menyangkut kewenangan dari Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum dan Dinas Bina Marga Provinsi Jabar untuk perbaikan jembatan.

Zeis menandaskan, upaya dari Pemkab Bandung sudah dilaksanakan secara pentahelix pengerukan Sungai Cidawolong sepanjang 1 kilometer. Tinggal dari Dinas SDA yang menunggu proses lelang untuk perbaikan drainase.

“Sementara dari BBWS dan Dinas Bina Marga Provinsi Jabar sendiri sampai saat ini belum ada kejelasan tentang peninggian elevansi dari tiga jembatan yang ada disepanjang Cidawolong,” ungkap Zeis Zultaqawa dalam keterangannya, Minggu 1 Juni 2025.

Akibat 3 jembatan yang belum ditinggikan tersebut, aliran air saat hujan deras pun tersumbat oleh sampah yang menyangkut di bawah badan jembatan sehingga air sungai meluber ke bada Jalan Cidawolong atau Jalan Raya Laswi yang menghubungkan Kecamatan Ciparay dan Majalaya.

“Kalau sampahnya sudah menyangkut di bawah jembatan, itulah penyebab utama terjadinya banjir di Jalan Cidawolong. Kalau sudah selesai banjir, sampah yang menyangkut di bawah jembatan itu kami lagi yang membersihkan,” sesal Zeis.

Jika jembatan yang ada sudah ditinggikan, imbuh Zeis, otomatis peninggian jalan pun harus dilakukan.
“Sesuai arahan Pak Bupati, kalau jembatan sudah ditinggika, maka jalan pun harus ada peninggian satu meter,” ujar Zeis.

Sebelumnya, Jalan Raya Laswi kembali terendam banjir, Sabtu 31 Mei 2025 malam. Kondisi genangan air di badan jalan tersebut terjadi akibat curah hujan yang cukup tinggi sejak sore hari di wilayah Ciparay, Majalaya dan Pacet, Kabupaten Bandung.

Melubernya air sungai ke badan jalan akibat tersumbatnya aliran sungai oleh sampah yang menyangkut di bawah jembatan yang ada di Cidawolong.

Ketinggian banjir di ruas Jalan Cidawolong tersebut mencapai lutut orang dewasa. Meski demikian jalan masih bisa dilintasi oleh kendaraan mobil dan sepeda motor.

Pengguna sepeda motor lainnya lebih memilih jalur alternatif dengan memutar melalui jalur Magung, Cimariuk dan keluar di Biru Kecamatan Majalaya.***

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bale Bandung

BANJARAN, balebandung.com – Pemerintah Kabupaten Bandung bersama Forkopimda dan elemen serikat pekerja serta serikat buruh mematangkan kesiapan keberangkatan ribuan buruh ke kegiatan May Day Fiesta di Jakarta. Pertemuan tersebut digelar di Warung Kopi Pabinihan, Kampung Dangdeur, Desa Kiangroke, Kecamatan Banjaran, Rabu (29/4/2026). Wakil Bupati Bandung Ali Syakieb menyebutkan sekitar 5.500 buruh dari Kabupaten Bandung akan […]

Bale Bandung

KUTAWARINGIN, balebandung.com – Gunung Lalakon yang berdiri di Kampung Badaraksa, Desa Jelegong, Kecamatan Kutawaringin, Kabupaten Bandung, hingga kini masih menyimpan misteri. Dengan ketinggian sekitar 870 meter di atas permukaan laut, dari kejauhan bentuknya terlihat berbeda dibandingkan gunung lain di kawasan Bandung Selatan. Tegak, simetris, dan menyerupai kerucut sempurna. Karena itulah, banyak warga menyebutnya sebagai “gunung […]

Bale Bandung

DAYEUHKOLOT, balebandung.com – Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menegaskan pentingnya literasi digital dan etika dalam pemanfaatan teknologi. Hal itu diutarakannya saat menghadiri Sidang Terbuka Senat Wisuda Telkom University (Tel-U) Periode II Tahun Akademik 2025/2026, Sabtu (25/4/2026), di Telkom University Convention Hall, Bandung. Dalam inspiring speech yang disampaikannya, Meutya menekankan lulusan Telkom University sebagai bagian […]

Bale Bandung

SOREANG, balebandung.om – Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bandung MA Hailuki menyoroti serius insiden robohnya plafon ruang kelas di SMKN 1 Soreang yang menyebabkan sejumlah siswa menjadi korban. Ia meminta Dinas Pendidikan (Disdik) Jawa Barat untuk bersikap terbuka dan transparan terkait pihak pelaksana proyek pembangunan tersebut, mengingat bangunan tersebut diketahui baru sekitar enam bulan digunakan. “Saya […]

Bale Bandung

KATAPANG, balebandung.com – Kondisi Jembatan Junti Hilir di Jalan Raya Katapang–Andir Baleendah, tepatnya di Kampung Junti Hilir, Kecamatan Katapang, Kabupaten Bandung, kini mengkhawatirkan. Jalan di sisi jembatan mulai ambles dan pondasi terancam tergerus aliran Sungai Cikasungka, namun hingga kini belum terlihat penanganan nyata dari Dinas PUTR Kabupaten Bandung. Air sungai yang terus mengikis badan jalan […]

Bale Bandung

BALEENDAH, balebandung.com – Jembatan Hijau Cijeruk yang menghubungkan Kecamatan Bojongsoang dan Baleendah kembali menjadi sorotan warga. Belum genap beberapa bulan sejak diresmikan Bupati Bandung Dadang Supriatna pada 9 Januari 2026, akses masuk jembatan itu justru harus diperbaiki karena dinilai terlalu curam, sempit, dan menyulitkan pengendara sepeda motor. Padahal saat peresmian, jembatan sepanjang 60 meter tersebut […]