Bale Jabar

DP3AKB Jabar Terus Tingkatkan Kapasitas Teladan KB

×

DP3AKB Jabar Terus Tingkatkan Kapasitas Teladan KB

Sebarkan artikel ini
Ketua IPKB Jabar Najip Hendra jasi pemateri Peningkatan Kapasitas Teladan KB di Kota Bogor, Jumat (14/6/24). by IPKB

BOGOR, Balebandung.com – Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Jawa Barat terus berusaha meningkatkan kapasitas Tenaga Lapangan Keluarga Berencana (Teladan KB).

Tahun ini, DP3AKB Jabar membekali ujung tombak lapangan tersebut dengan update kebijakan dan sejumlah keterampilan teknis yang dilaksanakan dalam empat angkatan terpisah. Pembekalan dilakukan dalam kegiatan Peningkatan Kapasitas Teladan KB Angkatan IV yang berlangsung selama dua hari, 12-13 Juni 2024, di Kota Bogor.

Kepala DP3AKB Jabar Siska Gerfianti berharap peningkatan kapasitas Teladan KB menjadi penguat dalam peningkatan kinerja serta membangun sinergitas dan kolaborasi untuk mendukung berbagai program dan target kinerja tahun 2024.

Siska menjelaskan, Teladan KB merupakan wadah atau lembaga penunjang berbasis peran serta masyarakat yang memiliki tugas yaitu melaksanakan strategi fasilitasi program kegiatan pembangunan keluarga dalam lingkup pengendalian penduduk dan keluarga berencana.

“Walaupun tugas Teladan KB lebih pada konteks pengendalian kependudukan, namun pada hakikatnya memiliki tujuan meningkatkan kualitas keluarga. Ini dalam rangka mencapai kesejahteraan dan kebahagiaan lahir dan batin seluruh anggota keluarga di Jawa Barat,” jelas Siska.

Siska menegaskan, perkembangan kependudukan dan pembangunan keluarga merupakan bagian integral dari pembangunan budaya, sosial-ekonomi bangsa yang tidak dapat dipisahkan dengan pembangunan sektor lainnya. Kondisi dan kualitas keluarga di Jawa Barat akan berkontribusi secara nyata terhadap kondisi keluarga di Indonesia.

Populasi penduduk Jabar merupakan yang terbesar di Indonesia. Sensus penduduk 2020 mencatat penduduk Jabar pada September 2021 sebanyak 48,78 juta jiwa. Berdasarkan hasil proyeksi penduduk interim 2021-2023, tahun 2022 jumlah penduduk di Provinsi Jawa Barat mencapai 49,40 juta jiwa dengan laju pertumbuhan penduduk Jawa Barat 2021-2022 sebesar 1,28 persen.

“Selain itu, Jawa Barat juga memiliki jumlah keluarga terbesar, yaitu lebih dari 13,7 juta kepala keluarga. Jumlah penduduk yang banyak ini merupakan salah satu modal dalam pembangunan di Jawa Barat jika dapat dikelola dengan baik,” tandas Siska.

Tingginya jumlah penduduk ini juga tentu saja hadir berserta segala peluang dan tantangannya. Salah satu tantangan di Jawa Barat dalam mencetak generasi yang unggul masih terkendala dengan masih adanya stunting.

“Meningkatnya prevalensi stunting tahun 2023 yaitu 21,7, meningkat 1,5 persen dibanding 2022. Kemudian masih tingginya perkawinan anak (4.599 dispensasi), tingginya perceraian (86.950 kasus), dan masih tingginya kekerasan terhadap perempuan dan anak (2.819 kasus),” urai Siska.

Di tempat yang sama, Kepala Bidang Peningkatan Kualitas Keluarga DP3AKB Jabar Iin Indasari menjelaskan, peningkatan kapasitas Teladan KB angkatan IV diikuti enam kabupaten dan kota di Bogor Raya, meliputi Kabupaten Cianjur, Kabupaten Bogor, Kota Bogor, Kota Bekasi, Kota Sukabumi, Kota Depok. Acara ini melengkapi kegiatan serupa yang berlangsung di Cirebon, Garut, dan Purwakarta.

“Alhamdulilah, seluruh Teladan KB di Jawa Barat sudah mengikuti peningkatan kapasitas untuk tahun ini. Angkatan IV di Bogor diikuti 55 orang. Total peserta selama empat angkatan sebanyak 267 Teladan KB. Kegiatan ini kami lakukan secara rutin setiap tahun. Tujuannya agar para Teladan KB mampu meningkatkan kualitas kinerja,” terang Iin.

Tahun ini, sambung Iin, Teladan KB secara khusus mendapat pembekalan mengenai penguatan dan revitalisasi kelompok kegiatan tribina di tingkat desa. Juga ada optimalisasi peran dan fungsi Teladan KB dalam program pembangunan keluarga, kependudukan dan keluarga bencana (Bangga Kencana). Materi lainnya berupa teknik penulisan sederhana untuk media dan dampak perkawinan anak terhadap kesehatan reproduksi.

Tantangan Generasi Digital

Sementara itu, Ketua Ikatan Penulis Keluarga Berencana (IPKB) Jawa Barat Najip Hendra SP yang turut menjadi salah satu narasumber peningkatan kapasitas Teladan KB menilai salah satu tantangan program Bangga Kencana saat ini adalah tren masyarakat digital.

Karena itu, kata Najip, penting bagi Teladan KB untuk beradaptasi dengan generasi digital. Dalam hal ini, pemanfaatan media digital sebagai tools komunikasi, informasi, dan edukasi (KIE) merupakan sebuah keniscayaan. Teladan KB harus siap menghadapi tantangan dunia digital.

Najip memaparkan, salah satu indikator bahwa dunia kita makin digital adalah tingginya tingkat penetrasi internet di Indonesia. Pun dengan Jawa Barat. Berdasarkan Survei Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), tingkat penetrasi internet Indonesia mencapai 79,5 persen dari total penduduk pada awal 2024.

“Jumlah itu setara 221.563.479 jiwa dari total populasi Indonesia yang sebesar 278.696.200 jiwa pada 2023,” sebut Najip.

Yang menarik, sambung Najip, kepemilikan perangkat telepon seluler (ponsel) di Indonesia sudah sangat tinggi. Bahkan, jumlah ponsel sudah lebih banyak dari jumlah penduduk itu sendiri. Jumlah penduduk Indonesia diperkirakan berjumlah 278,7 juta jiwa. Adapun populasi ponsel mencapai 353,3 juta atau mencapai 126,8 persen dari jumlah penduduk.

“Jawa Barat lebih menarik lagi. Hasil Sensus Penduduk 2020 menunjukkan bahwa penduduk milenial berusia 20-35 mencapai 24 persen, yaitu 63,4 juta dari penduduk kategori usia produktif (14-64 tahun) sebanyak 179,1 juta jiwa (67,6 persen). Jumlah yang cukup signifikan.

“Dari 48,27 juta jiwa penduduk Jawa Barat, dua per tiga di antaranya masuk kategori usia milenial atau lahir setelah 1980,” papar Najip.

Menurutnya, dunia digital membawa konsekuensi dalam cara kita berkomunikasi. Teladan KB harus mampu menjadikan media digital, khususnya media sosial sebagai media komunikasi efektif. Pesan-pesan program maupun praktik baik perlu disajikan melalui media sosial.

“Kelompok sasaran program kita makin digital, mereka generasi digital. Karena itu, perlu disentuh dengan cara digital pula,” tandas Najip.***

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bale Jabar

BANDUNG, balebandung.com – Sekolah Bisnis dan Manajemen Institut Teknologi Bandung (SBM ITB) bersama PT Krakatau Steel Tbk membahas tantangan industri baja nasional menuju ekosistem net zero steel di tengah tekanan biaya energi dan persaingan global. Pembahasan tersebut digelar dalam Grand Final Net Zero Steel Pathways Cohort 2026 yang diselenggarakan Center for Policy and Public Management […]

Bale Jabar

BANDUNG, balebandung.com – Hari Tatar Sunda akan selalu diperingati setiap 18 Mei, dimulai tahun ini. Penetapan Hari Tatar Sunda telah diformalkan melalui Peraturan Gubernur (Pergub) Jawa Barat Nomor 13 Tahun 2026, tentang Penyelenggaraan Hari Tatar Sunda. Dalam Pergub itu disebutkan peringatan Hari Tatar Sunda meliputi kirab, yaitu prosesi perjalanan dari satu tempat ke tempat lainnya […]

Bale Jabar

BANDUNG, balebandung.com – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat (Jabar) secara resmi menetapkan 18 Mei sebagai Hari Tatar Sunda. Peringatan ini menjadi tonggak kebangkitan jati diri dan karakter warga Jawa Barat. Peneliti sejarah sekaligus Dosen Fakultas Ilmu Budaya Universitas Padjadjaran (Unpad) Nina Herlina mengatakan, penetapan Hari Tatar Sunda tanggal 18 Mei merujuk pada peristiwa digantinya nama […]

Bale Jabar

SUMEDANG, balebandung.co – Arak-arakan Mahkota Binokasih menjadi salah satu pertunjukkan yang dapat disaksikan masyarakat dalam Kirab Mahkota Binokasih di Kabupaten Sumedang, Sabtu (2/5/2026). Mahkota Binokasih merupakan mahkota yang sangat istimewa. Bukan hanya dari bentuknya yang terbuat dari emas, mahkota itu juga menyimpan makna kehidupan adiluhung. Radya Anom Karaton Sumedang Larang Luky Djohari Soemawilaya mengatakan, makna […]

Bale Jabar

Oleh: Prof. Dr. Nina Herlina, M.S., Ketua Tim Peneliti Hari Jadi Tatar Sunda Tidak semua kabupaten/kota di Jawa Barat ikut dalam kirab budaya, atau tidak diikutkan, sehingga masyarakat ada yang protes, misalnya Masyarakat Adat Kabupaten Garut. Oleh karena itu, saya, selaku Ketua Tim Peneliti Hari Jadi Tatar Sunda, merasa perlu menyampaikan informasi tentang kerajaan-kerajaan yang […]

Bale Jabar

SUMEDANG, balebandung,com – Binokasih Mulang Salaka mengawali Kirab Budaya Napak Tilas Padjadjaran. Mahkota Binokasih akan diarak dengan menggunakan kereta kencana dari titik awal Museum Geusan Ulun Sumedang. Prosesi penyerahan Mahkota Binokasih ke dalam kereta kencana berlangsung khidmat di halaman Museum Geusan Ulun, Sabtu (2/5/2026). Penyerahan itu disaksikan langsung Raja Sumedang H.R.I Lukman Soeriadisoeria dan jajarannya, […]