BANDUNG, balebandung.com – Festival Al Jabbar 2026 mulai memperkuat jajaran kreatifnya dengan menggandeng dua maestro seni pertunjukan Jawa Barat, Rosikin WK, S.Sn., M.Sn. dan aktor teater sekaligus film senior R. Irwan Guntari WK, S.Sn. Keduanya dipercaya menggarap konsep pembukaan dan penutupan festival yang diproyeksikan menjadi salah satu atraksi utama dalam perhelatan budaya tersebut.
Kedua seniman itu akan berkolaborasi bersama Ketua Pelaksana Festival Al Jabbar 2026, Bambang Melga Suprayogi, M.Sn., yang juga merupakan alumni ISBI Bandung. Kolaborasi ini mempertemukan tiga tokoh seni dari Ikatan Alumni ISBI Bandung dalam satu tim kreatif.
Rosikin akan memimpin penggarapan koreografi tari kolosal beserta komposisi musik pertunjukan. Sementara Irwan Guntari bertanggung jawab memperkuat aspek dramatik melalui eksplorasi keaktoran sehingga setiap adegan memiliki karakter dan alur cerita yang lebih kuat.
Menurut Rosikin, pembukaan Festival Al Jabbar akan dikemas dalam pertunjukan kolosal yang melibatkan banyak penari dengan konsep yang dirancang merepresentasikan kemegahan festival sekaligus kekayaan seni budaya Jawa Barat.
“Kita akan membuat opening yang spektakuler dengan melibatkan banyak penari. Begitu juga penutupannya, sehingga kemegahan Festival Al Jabbar benar-benar terasa,” ujar Rosikin.
Ketua Pelaksana Festival Al Jabbar, Bambang Melga Suprayogi, mengatakan kehadiran Rosikin WK dan Irwan Guntari menjadi energi baru dalam proses kreatif festival. Menurutnya, pengalaman panjang kedua maestro tersebut di dunia seni pertunjukan diyakini akan menghadirkan sajian yang tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga memiliki kekuatan artistik dan pesan budaya yang kuat.
“Kami bersyukur dua maestro seni ini bersedia bergabung. Pengalaman dan kapasitas mereka menjadi modal penting untuk menghadirkan pertunjukan pembuka dan penutup yang berkelas sekaligus menjadi identitas Festival Al Jabbar,” kata Bambang.
Ia berharap kolaborasi tersebut mampu menghadirkan pertunjukan yang tidak sekadar menghibur, tetapi juga memperkuat posisi Festival Al Jabbar sebagai ruang pertemuan seni, budaya, dan nilai-nilai peradaban Islam yang terbuka bagi masyarakat luas.***







