Bale Bandung

Jelang Idul Adha, Pemkab Bandung Periksa Hewan Kurban di 500 Titik Penjualan

×

Jelang Idul Adha, Pemkab Bandung Periksa Hewan Kurban di 500 Titik Penjualan

Sebarkan artikel ini
Kadistan Kab Bandung Tisna Umaran di Tempat Penjualan Hewan Kurban di Kawasan Warung Lobak, Soreang, Senin (20/7/20). by Humas Pemkab
Kadistan Kab Bandung Tisna Umaran di Tempat Penjualan Hewan Kurban di Kawasan Warung Lobak, Soreang, Senin (20/7/20). by Humas Pemkab

SOREANG, Balebandung.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung melalui Dinas Pertanian (Distan), setiap tahun rutin melakukan pemeriksaan hewan kurban menjelang Hari Raya Idul Adha. Pemeriksaan dilakukan kurang lebih di 500 titik penjualan hewan kurban yang tersebar di wilayah Kabupaten Bandung.

“Jadi kegiatan pemeriksaan hewan, baik secara syar’i maupun kesehatan, setiap tahun secara rutin kita lakukan. Bahkan kita sudah ada petanya, di mana saja pangkalan-pangkalan penjualan hewan ternak kurban. Dari 500 titik, terdapat 20 titik besar penjualan hewan,” ungkap Kepala Distan (Kadistan) Kabupaten Bandung Tisna Umaran di Tempat Penjualan Hewan Kurban di Kawasan Warung Lobak Kecamatan Soreang, Senin (20/7/2020).

Hanya saja dalam situasi wabah Covid-19 seperti saat ini, terang Kadistan, ada perbedaan pada prosedurnya. Salah satunya, orang keluar masuk tempat penjualan harus bermasker, cuci tangan sebelum dan sesudah berkegiatan dan tidak boleh bergerombol atau menimbulkan kerumunan.

“Ini untuk kepentingan kesehatan dan keselamatan masyarakat juga. Kemudian sebagaimana standar pada saat pemeriksaan, hewan kurbannya kita periksa satu persatu. Kita periksa kesesuaian dengan persyaratan syar’i, baik dari umur maupun kecacatannya,” tutur Kadistan.

Kemudian dari sisi kesehatan, hewan yang dijual betul-betul dalam kondisi sehat dan tidak sedang menderita sakit, apalagi sampai mengidap penyakit ternak berat. Untuk tahun sebelumnya, hewan yang lulus pemeriksaan diberi semacam tanda berupa label.

“Saat ini karena adanya efisiensi terdampak refocusing anggaran untuk penanganan Covid-19, kita beri tanda justru yang tidak lulus pemeriksaan,” beber Tisna.

Tidak lulus pemeriksaan, lanjutnya, bukan berarti hewan tersebut tidak sehat. Dari unsur fisik dan berat badan mungkin mencukupi, namun dari sisi syar’i belum tentu memadai.

“Misalnya gigi depannya belum punglak (belum tanggal). Tadi kita temukan sapi yang umurnya baru satu tahun delapan bulan. Kalau sapi biasanya punglaknya itu pada umur dua tahun. Jadi, kami minta kepada pemiliknya untuk tidak dijual,” lanjut Tisna.

Hewan yang tidak lulus pemeriksaan kemudian diberi tanda silang, agar konsumen juga bisa melihat dan memilih sapi yang lain. “Itu sudah biasa, setiap tahun pasti kita temukan sapi yang belum memenuhi syarat. Dengan komunikasi dan koordinasi yang baik dengan pihak penjual, insyaa Allah mereka mentaati saran-saran dari kita,” ucapnya pula.

Terkait Rumah Potong Hewan (RPH), saat ini di Kabupaten Bandung terdapat sejumlah 8 RPH berijin, baik milik pemerintah maupun swasta. “Di tempat penjualan Pa H. Kusno ini sudah ada instalasi pemotongannya. Yang lainnya ada dua di Baleendah, dan masing-masing 1 di Pameungpeuk, Pangalengan, Ciwidey, Nagreg serta Cikancung,” sebut Tisna.

Pihak pengelola RPH nantinya akan melakukan pemotongan sampai karkas, jeroan hewan dibersihkan kemudian diperiksa post mortemnya apakah layak dikonsumsi atau tidak. “Tinggal dari sekarang barangkali DKM, maupun instansi segera komunikasi. Bisa daftar langsung ke RPH nya atau ke Distan, nanti kita komunikasi dengan RPH karena ada penggantian biaya per ekornya sekitar 400 ribu, itu untuk mengganti upah pemotong kemudian ada biaya listrik air dan sebagainya. Jadi pihak RPH juga tidak akan dirugikan,” papar Kadistan.

Pemilik tempat penjualan ternak kurban H. Kusno mengatakan, tahun ini permintaan hewan kurban dari masyarakat perorangan sangat menurun. Namun untuk instansi atau golongan menengah ke atas masih berjalan bagus.

“Rata-rata sekarang yang pesan itu minimal yang beratnya 4 sampai 5 kuintal. Kalau untuk yang 3,5 kuintal itu permintaannya menurun,” ujar Kusno.

Selain pembeli lokal, banyak pemesan hewan kurban miliknya berasal dari luar Kabupaten Bandung. “Kita di sini juga banyak menyediakan sapi yang bobotnya di atas 5 kuintal. Rata-rata yang kami jual itu jenis limosin, simental dan Brangus. Alhamdulillah peminat sudah pada tahu,” tuturnya.

Untuk harga sapi dengan berat sekitar 3,5 kuintal, yang saat ini kurang diminati, ada di kisaran Rp. 65 ribu per kilo. “Itu berat saat hidup ya. Nah, kalau untuk yang 5 kuintal ke atas, sekarang ini kisaran harga di Rp. 60 ribu per kilo. Jadi, kalau sapinya makin besar, pasti harga per kilonya jatuhnya lebih murah,” tutup Kusno.***

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bale Bandung

RANCAEKEK, balebandung.com – Wakil Ketua PAC Fatayat NU Kecamatan Rancaekek, Ciceu Susilawati, memotivasi kader agar terus bergerak, menjaga semangat berorganisasi, dan mengambil peran nyata di tengah masyarakat. Menurutnya, kontribusi tidak harus dimulai dari langkah besar, tetapi bisa tumbuh dari gerakan kecil yang dilakukan secara konsisten. Pesan tersebut disampaikan sahabat Ciceu dalam Pengajian Rutin Bulanan PAC […]

Bale Bandung

IBUN, balebandung.com – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Ibun, Kabupaten Bandung, menegaskan pernyataan sikap penolakan terhadap rencana dakwah Ustaz Nana Gerhana masih berlaku. Sikap tersebut sebelumnya diterbitkan menyusul rencana organisasi kepemudaan setempat menghadirkan pendakwah asal Cimaung itu dalam kegiatan tabligh akbar. Bendahara MUI Kecamatan Ibun, Abdul Aziz Assauri, membenarkan keberadaan surat pernyataan sikap tersebut. Ia […]

Bale Bandung

RANCAEKEK, balebandung.com – Pawai Ta’aruf memeriahkan peringatan Hari Lahir ke-5 Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) Desa Jelegong Kecamatan Rancaekek Kabupaten Bandung yang dipusatkan di Halaman Masjid Jami’ Ar-Rahmat, Perumahan Griya Rancaindah III Desa Jelegong, Minggu (17/10/2026). Pawai yang diikuti ratusan kader NU, simpatisan dan santri Desa Jelegong ini juga digelar dalam rangka menyambut Hari Santri […]

Bale Bandung

CICALENGKA, balebandung.com – Pemerintah Kabupaten Bandung mendukung program revitalisasi sekolah dan digitalisasi pembelajaran yang digagas Presiden Prabowo Subianto. Dukungan tersebut disampaikan Bupati Bandung, Dadang Supriatna (KDS) saat menghadiri Open House Sekolah Hasil Revitalisasi dan Penerima PID (Digitalisasi Pembelajaran) serta Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT), dalam rangka publikasi program prioritas tahun 2026 di SMPN 2 Cicalengka, Jumat […]

Bale Bandung

SOREANG, balebandung.com – BAZNAS Kabupaten Bandung menggandeng Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Bandung untuk memperkuat pemberdayaan ekonomi umat. Kolaborasi ini diarahkan agar pengelolaan dana sosial keagamaan tidak hanya membantu masyarakat memenuhi kebutuhan dasar, tetapi juga membuka jalan bagi mustahik untuk mandiri dan pada akhirnya menjadi muzaki. Kerja sama tersebut dituangkan dalam nota kesepahaman (MoU) […]

Bale Bandung

SOREANG, balebandung.com — Bupati Bandung Dadang Supriatna mengapresiasi rekonsiliasi yang menyatukan kembali Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Bandung. Penyatuan tersebut ditandai dengan pelaksanaan Rapat Pimpinan Kabupaten (Rapimkab) I Kadin Kabupaten Bandung 2026 di Gedung Moh Toha, Soreang, Kamis (15/10/2026). Bupati yang akrab disapa KDS, mengatakan pertemuan yang mempertemukan dua putra daerah, Boni Anggara dan […]