SOREANG, balebandung.com – Ketua Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Bandung, KH. Dr. Yusuf Ali Tantowi, Lc., M.A., menyampaikan khutbah Jumat di Masjid Al-Fathu, Soreang Jumat (6/11/2026). Dalam khutbahnya, ia mengajak jamaah memahami hakikat keberuntungan dan kesuksesan hidup berdasarkan tuntunan Al-Qur’an.
Mengangkat Surah Al-‘Ashr dan Surah Al-Mu’minun ayat 1–10, ia menjelaskan bahwa kesuksesan sejati tidak semata-mata diukur dari kekayaan, jabatan, dan kedudukan, tetapi dari kualitas iman serta amal saleh yang dilakukan selama hidup.
Merujuk Surah Al-‘Ashr, ia menjelaskan empat kriteria manusia yang terbebas dari kerugian, yaitu beriman, beramal saleh, saling menasihati dalam kebenaran, dan saling menasihati dalam kesabaran.
“Keempat kriteria tersebut merupakan satu kesatuan. Iman harus diwujudkan melalui amal nyata, sementara amal saleh harus memberikan manfaat bagi kehidupan pribadi maupun masyarakat,” jelas Yusuf.
Untuk menjelaskan makna amal saleh secara lebih konkret, ia menguraikan Surah Al-Mu’minun ayat 1–10 yang diawali dengan firman Allah SWT: “Sungguh beruntung orang-orang yang beriman.”
Dalam ayat-ayat tersebut dijelaskan karakter orang beriman yang memperoleh keberuntungan, yaitu khusyuk dalam salat, menjauhkan diri dari perkataan dan perbuatan yang tidak bermanfaat, menunaikan zakat, menjaga kehormatan diri, memelihara amanah dan janji, serta senantiasa menjaga salat.
Ia secara khusus menyoroti perintah menunaikan zakat sebagai wujud nyata kesalehan sosial. Menurutnya, keberimanan tidak cukup hanya tercermin dalam hubungan manusia dengan Allah SWT, tetapi juga harus tampak dalam kepedulian terhadap fakir miskin, anak yatim, dan masyarakat yang membutuhkan.
Pesan tersebut selaras dengan peran BAZNAS dalam mengoptimalkan pengelolaan zakat, infak, dan sedekah sebagai instrumen pemberdayaan umat dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Menutup khutbahnya, KH. Yusuf Ali Tantowi mengajak jamaah menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman untuk membangun kesalehan individual sekaligus kesalehan sosial.
“Jangan hanya berorientasi menjadi orang yang sukses dalam urusan dunia, tetapi berusahalah menjadi orang yang benar-benar beruntung di hadapan Allah SWT. Keimanan harus melahirkan amal saleh, dan amal saleh harus menghadirkan manfaat bagi sesama,” pesan penting dari Yusuf dalam khutbah tersebut.
Melalui khutbah ini, jamaah diajak menjadikan waktu kehidupan sebagai kesempatan untuk memperkuat iman, memperbanyak amal kebajikan, menjaga amanah, dan membangun kepedulian sosial demi meraih keberuntungan di dunia dan akhirat.***







